7 Fakta Penting Tentang PTSD, Post Traumatic Stress Disorder

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

PTSD  atau post traumatic stress disorder adalah gangguan kesehatan mental yang terjadi setelah seseorang mengalami trauma yang berat. Trauma ini biasanya disebabkan oleh kejadian yang mengancam keselamatan dirinya seperti bencana alam, kejadian yang menakutkan, bahkan suatu memori yang tak lagi Anda ingin ingat.

Suatu studi menginformasikan bahwa sekitar 40 persen korban tsunami di Aceh terdekteksi mengidap PTSD. Dengan kata lain, banyak kasus PTSD yang mungkin tak kita sadari sebenarnya telah terjadi di sekitar kita.

Fakta yang perlu Anda tahu tentang seputar PTSD

Apakah setiap orang yang pernah mengalami peristiwa yang traumatis akan mengalami PTSD?

Tidak semua yang mengalami trauma akan mengalami PTSD. Sering kali gejala yang timbul justru mengalami perubahan, seiring berjalannya waktu. Pada beberapa kasus kecelakaan dan bencana alam, setelah lebih dari 12 bulan, persentase pasien yang telah didiagnosis mengidap PTSD justru mengalami penurunan dan perubahan status menjadi trauma biasa.

Kenapa trauma yang dialami pasien tidak sembuh seiring berjalannya waktu?

Sejatinya, sebuah memori tak akan pernah benar-benar terlupakan. Sesekali suatu hal akan dengan mudahnya memicu memori lama untuk kembali terngiang, meskipun Anda sudah tak lagi mengingatnya untuk waktu yang sangat lama. Hal ini pun berlaku untuk memori yang ternyata merupakan sebuah trauma masa lalu.

Apakah PTSD masih bisa diatasi kalau traumanya terjadi sudah lama sekali?

Terdapat banyak hal yang menyebabkan seseorang menunda penanganan traumanya, namun lama waktu yang berlalu bukanlah menjadi penghalang dalam mengatasi trauma tersebut. Pada beberapa kasus bahkan lebih mudah menangani kasus yang telah lama berlalu dibandingkan kasus yang baru terjadi kurang dari satu tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan, masih terlalu melekatnya peristiwa penyebab trauma tersebut dalam benak pasien.

Kenapa pasien tak mampu menangani traumanya sendiri?

Mendapatkan bantuan dari orang lain tak lantas mengartikan bahwa Anda gagal menanganinya sendiri. Pada beberapa kasus, mendapatkan bantuan dari orang lain justru membutuhkan ekstra usaha. Adanya budaya seperti pria tak seharusnya mengekspresikan perasaannya, akan menyulitkan penanganan trauma dengan bantuan orang lain.

Bisakah mengatasi trauma dengan cara melupakan peristiwa yang jadi penyebab trauma?

Berdasar pada bukti peristiwa, memang melupakan adalah salah satu dari jenis terapi PTSD, namun bukan satu-satunya. Terapi PTSD masih dapat dilakukan dengan memahami apa yang dirasakan tubuh. Pada sebuah kasus, seorang pasien hanya mampu mengingat saat dia dikurung dalam suatu ruangan gelap dalam waktu yang lama, tanpa dapat mengingat kelanjutan dari kisah tersebut. Namun ternyata tubuhnya masih dapat merasakan teror yang ia alami pada waktu itu. Dengan mengkombinasikan 2 hal ini, terapi pun dapat dijalankan.

Apakah penderita PTSD berbahaya?

Kenyataannya, menjadi agresif bukan salah satu dari gejala PTSD. Beberapa gejala PTSD adalah seperti bermimpi buruk, kesulitan berkonsentrasi, sebisa mungkin mencegah hal-hal yang berkaitan dengan traumanya, mengalami sensasi peristiwa tersebut terjadi lagi (flashback), merasa bersalah, sulit terlelap, dan sebagainya. Beberapa studi justru mengungkapkan bahwa hanya kurang dari 8 persen pasien PTSD yang diindikasi berlaku anarkis.

PTSD bisa diatasi

Gangguan mental seperti PTSD mungkin memang tak dapat disembuhkan secara total, namun tak berarti PTSD tak dapat ditangani. Beberapa penelitian juga telah berhasil menemukan bagaimana penanganan bagi pasien PTSD.

Tujuan dari penanganan ini adalah untuk mengurangi gejala emosi dan gejala fisik yang timbul, serta membantu pasien mengatasi setiap kali pemicu trauma tersebut muncul, seperti melalui pemberian obat antidepresi dan sesekali obat tekanan darah pada gejala tertentu. Penanganan juga bisa dilakukan dengan psikoterapi.

Membutuhkan waktu dalam menangani PTSD karena prosesnya yang berkelanjutan. Namun penelitian masih terus dilakukan untuk menemukan penanganan yang semakin baru dan semakin baik lagi. Meskipun penanganannya juga telah mampu mengurangi beberapa gejala, penanganan lebih cepat akan mencegah semakin banyaknya gejala yang muncul.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ego adalah bagian dari kepribadian manusia yang seringkali dicap negatif. Memang, apa itu ego, dan bagaimana mengendalikan ego yang tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
pacar posesif

Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit