Membantu Orang Terdekat yang Mengalami Post Traumatic Stress Disorder

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat seseorang di keluarga Anda menderita post traumatic stress disorder (PTSD), mereka akan mulai bertingkah berbeda dan membuat Anda kewalahan dan frustrasi. Untuk keluarga dengan pasien PTSD, anggota keluarga dapat merasa takut dan khawatir tentang hubungan di antara keluarga. Namun hal yang terpenting adalah Anda harus mengerti bahwa pasien sangat membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari orang lain untuk membantu mereka melalui masalah dari post trauma stress disorder.

Mengerti akar permasalahan dan mengatasinya adalah hal yang dapat Anda lakukan untuk memulihkan dan membantu mereka melanjutkan hidupnya.

Mengerti post trauma stress disorder dan dampaknya pada hubungan personal

Post traumatic stress disorder adalah tahap lanjut pada orang yang menderita dari trauma. Orang yang mengalami post traumatic stress disorder mulai memiliki penyakit mental, seperti mudah marah, mengisolasi diri sendiri dan kurang kasih sayang. Awalnya, Anda mungkin kesulitan menghadapi perubahan pada orang terdekat Anda, apalagi jika mereka tidak mau membuka diri. Semakin banyak Anda mengerti tentang post trauma stress disorder dan gejalanya, semakin Anda dapat membantu orang terdekat Anda.

Gejala dari post trauma stress disorder dapat didiagnosis dengan perilaku sebagai berikut:

  • Pasien tidak dapat mengendalikan perilaku dan sikap mereka.
  • Pasien terus menerus merasa gelisah, menderita dan tidak aman yang dapat menyebabkan mudah marah, depresi dan kurangnya rasa percaya.
  • Pasien mulai memiliki kondisi kesehatan mental, seperti kelainan makan atau kegelisahan.

Bagaimana membantu orang dengan PTSD

Tip 1: Berikan dukungan sosial

Biasanya, orang-orang dengan post trauma stress disorder merasa sulit berbaur dengan komunitas dan aktivitas sosial. Mereka cenderung menarik diri dari teman-teman dan keluarga. Anda sebaiknya tidak memaksa mereka untuk berbicara dengan orang, namun biarkan mereka berbicara dengan orang yang mereka anggap nyaman dan mengerti perasaan mereka.

Jangan coba memaksa mereka untuk berubah. Tetap sabar, tenang dan positif adalah cara terbaik untuk mendukung orang terdekat Anda. Lebih baik lagi jika Anda mengerti bagaimana mengendalikan stress Anda sendiri dan mengedukasi diri Anda tentang PTSD. Semakin banyak yang Anda ketahui tentang kondisi PTSD, semakin baik Anda dapat mendukung dan mengerti apa yang dilalui orang tersebut.

Tip 2: Jadilah pendengar yang baik

Kadang, orang terdekat Anda tidak ingin berbagi pengalaman traumatis mereka dan Anda perlu memberikan perhatian khusus saat mereka membutuhkannya. Mereka mudah mengekspresikan rasa takut, gelisah, atau reaksi negatif. Penting untuk Anda menghargai perasaan mereka dan tidak mendorong mereka untuk berbicara di lewat batas. Anda tidak perlu memberikan saran. Cobalah untuk mendengarkan tanpa menghakimi atau berekspektasi.

Tip 3: Bangun rasa percaya dan rasa aman

Orang-orang dengan post trauma stress disorder selalu melihat dunia penuh dengan bahaya dan tempat yang menakutkan. Mereka merasa tidak dapat mempercayai orang lain atau bahkan diri sendiri. Apapun yang Anda lakukan untuk membangun rasa aman pada orang terdekat Anda akan membantu proses pemulihan. Menunjukkan komitmen Anda terhadap hubungan dan janji, konsisten dan melakukan apa yang telah Anda katakan adalah beberapa cara terbaik untuk membangun kepercayaan dan keamanan pada orang terdekat Anda.

Tip 4: Antisipasi dan atasi pemicu

Seseorang, benda, tempat, atau situasi dapat menjadi pemicu yang mengingatkan orang terdekat Anda dengan trauma atau memori negatif. Anda perlu mengidentifikasi dan mengerti potensi pemicu, seperti penglihatan, lagu, bau, tanggal, waktu atau bahkan kejadian alam tertentu. Setelah itu cobalah untuk membicarakan dengan orang terdekat tentang pemicu dan cegah mereka dari mengungkit memori buruk.

Tip 5: Jaga diri sendiri

Menjaga pasien post trauma stress disorder dapat membuat Anda frustrasi dan lelah. Mengetahui bagaimana menjaga diri Anda dan menyediakan waktu untuk kehidupan dan aktivitas Anda dapat membantu Anda kembali pulih dan merawat diri Anda sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kleptomania

    Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Apa saja Penyebab dan Gejalanya? Simak Selengkapnya di Hello Sehat

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

    Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

    Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

    Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Rasa Malas Ternyata Disebabkan Gangguan di Otak. Bagaimana Mengatasinya?

    Anda mungkin mengira rasa malas hanyalah kebiasaan buruk saja. Ternyata, gangguan di otaklah yang menyebabkan Anda malas. Bagaimana mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Kesehatan, Informasi Kesehatan 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengatasi kesepian

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    serangan panik atau panic attack

    Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
    depresi pagi hari

    Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    membangun kepercayaan diri

    7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit