home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Agar Hidup Lebih Bermakna, Asah Kecerdasan Spiritual Dalam Diri Anda

Agar Hidup Lebih Bermakna, Asah Kecerdasan Spiritual Dalam Diri Anda

Membicarakan kecerdasan tidak hanya sebatas prestasi gemilang di sekolah atau kampus saja. Ada juga yang dikenal dengan spiritual intelligence atau kecerdasan spiritual yang ternyata dapat mengubah hidup seseorang jadi lebih bermakna. Kok bisa, ya? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Apa itu kecerdasan spiritual?

Beberapa dekade silam, hanya intelligence quotient atau IQ yang dianggap sebagai satu-satunya bentuk kecerdasan. Namun, di tahun 1990 hingga 2000-an mulai diperkenalkan berbagai konsep kecerdasan salah satunya spiritual intelligence atau kecerdasan spiritual, juga dikenal sebagai kecerdasan jiwa.

Dilansir dari laman Psychreg, pengertian kecerdasan spiritual atau spiritual intelligence adalah kecerdasan seseorang dalam memaknai sesuatu dan hubungannya dengan dunia tempatnya hidup.

Dalam buku yang berjudul SQ: Connecting with Our Spiritual Intelligence, kecerdasan spiritual memiliki tiga indikator penting, yakni:

1. Tanggung jawab

Anda mungkin pernah terbesit pertanyaan, “Apa tujuan saya hidup dan untuk siapa Anda bertanggung jawab terhadap semua hal ini?”

Anda akan menyadari nilai dalam diri, sehingga dapat memutuskan tujuan sekaligus tindakan yang akan diambil. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan potensi diri untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bermakna dan memuaskan.

2. Kerendahan hati

Coba Anda bayangkan, sebesar apa diri Anda jika dibanding dengan alam semesta? Hanya setitik kecil atau bahkan lebih kecil lagi sampai tidak terlihat oleh mata telanjang.

Ketika Anda mempertanyakan hal ini, tentu Anda akan tahu jawabannya bahwa Anda harus rendah hati. Jangan merasa bahwa keberadaan Anda lebih penting, merasa lebih hebat, atau lebih segala-galanya daripada orang lain.

3. Kebahagiaan

Di dunia Anda ditawarkan berbagai macam kenyamanan dan kesenangan. Akan tetapi pernahkah Anda terpikir, “Apakah saat ini saya benar-benar bahagia? Apa yang membuat saya bahagia?”

Lagi-lagi munculnya pertanyaan tersebut dalam hati bisa membantu Anda menemukan apa yang benar-benar membuat Anda bahagia dan jalan untuk mencapainya.

Perbedaan kecerdasan spiritual dengan IQ dan EQ

Selain kecerdasan jiwa, lebih dulu dikenal intelligence quotient (IQ) dan emotional intellegence (EQ). Berikut ini adalah perbedaan antara kecerdasan spiritual dengan IQ dan EQ.

IQ adalah upaya untuk mengukur kecerdasan manusia. Kecerdasan ini erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh setiap individu, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, menggunakan bahasa, dan memahami gagasan. Tinggi rendahnya IQ biasanya diketahui lewat tes IQ.

Sementara itu, EQ adalah kemampuan seseorang dalam mengelola emosi dalam diri dengan cara yang positif dan dapat secara efektif menghadapi berbagai perubahan dalam hidup. Orang dengan EQ yang baik dapat lebih mudah menjalin hubungan dengan orang lain dan bisa menyesuaikan diri pada situasi-situasi tertentu.

Di samping itu, orang dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi juga lebih baik dalam memahami keadaan psikologis mereka sendiri, termasuk mengelola stres secara efektif dan cenderung tidak menderita depresi.

Apa pentingnya kecerdasan spiritual?

kuis hidup sehat

Kecerdasan jiwa akan memperluas kapasitas seseorang untuk memahami orang lain di tingkat terdalam. Seseorang memiliki kemampuan meningkatkan kapasitas diri untuk menangani setiap tantangan, situasi, atau keadaan yang terjadi dalam hidupnya.

Nah, seseorang dengan tingkat spiritual intelligence yang baik, umumnya dapat menyatukan spiritualitas (keyakinan dalam hubungannya dengan sang pencipta), kehidupan batin (inner life), dan kehidupan di luar dirinya (outer life). Semua dapat berjalan dengan seimbang.

Sebagian psikolog beranggapan kecerdasan spiritual yang penting sebagai kecerdasaan yang paling mendasar. Anda bisa mencapai IQ dan EQ yang tinggi juga dengan adanya kecerdasan ini.

Tips meningkatkan kecerdasan spiritual

Jika ingin memiliki hidup yang lebih bermakna, Anda perlu meningkatkan kecerdasan jiwa. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa membantu Anda, antara lain:

1. Tetapkan tujuan hidup

Langkah awal untuk meningkatkan kecerdasan spiritual adalah dengan menetapkan tujuan hidup. Anda dapat meluangkan waktu untuk merenungkan beberapa hal di bawah ini.

  • Dalam hidup ini, Anda ingin mencapai tujuan apa?
  • Bakat dan keterampilan apa yang Anda miliki untuk menerapkan tujuan tersebut?
  • Tindakan yang bisa Anda ambil sejalan dengan tujuan tersebut?

Coba tuliskan jawaban Anda pada buku cacatan sebagai panduan. Hal tersebut bisa Anda baca kembali sebagai pengingat atau mengubahnya, karena tujuan bisa saja berubah seiring waktu.

2. Pahami nilai-nilai dalam diri (personal values)

Nilai dalam diri seseorang dapat membentuk keyakinan, mengarahkan perilaku dan pilihan, sekaligus memengaruhi perasaan tentang pekerjaan maupun karirnya.

Anda dapat mencoba dengan memilih 10 nilai-nilai dalam diri Anda. Sebagai contoh keberanian, keaktifan, tanggung jawab, atau kejujuran merupakan nilai penting untuk Anda. Anda dapat melanjutkan hingga mencapai 10 nilai.

Berdasarkan catatan tersebut, Anda bisa mempertimbangkan nilai mana yang perlu Anda tingkatkan dan tulis tindakan seperti apa yang bisa Anda lakukan untuk menilai tindakan tersebut. Sebagai contoh, nilai keberaniannya Anda sangat kecil, Anda mungkin bisa meningkatkan nilai ini dengan lebih berani berbicara di depan umum dan meningkatkan komunikasi dengan orang di sekitar.

Berbagai tantangan hidup membuat nilai-nilai pribadi terus berubah siring waktu. Hal ini membuat Anda perlu melakukan update daftar tersebut, setiap kali Anda melakukan evaluasi diri untuk meningkatkan kecerdasan spritual.

3. Pastikan semua elemen seimbang

Cara selanjutnya yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual adalah memastikan bahwa hubungan Anda dengan Tuhan, dengan diri sendiri, dan orang lain berjalan dengan seimbang.

Penting untuk meluangkan waktu untuk latihan rutin, seperti meditasi, yoga, atau membuat jurnal untuk mendapatkan ketenangan dalam diri. Anda dapat menccoba untuk menyeimbangkan spiritualitas. Sebagai contoh, kegiatan ibadah dengan aktivitas interpersonal, seperti mengikuti kegiatan di lingkungan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Moallemi S. (2014). Spiritual intelligence and high risk behaviorsInternational journal of high risk behaviors & addiction3(1), e18477. https://doi.org/10.5812/ijhrba.18477 [Accessed on February 5th, 2021]

Wigglesworth, C. (2012). SQ21. United States. USA. SelectBooks. [Accessed on February 5th, 2021]

What is spiritual quotient? (2020, October 28). Psychreg. https://www.psychreg.org/spiritual-quotient/ [Accessed on February 5th, 2021]

Rossiter, A. (2006). Developing spiritual intelligence. Winchester, U.K.: O Books. [Accessed on February 5th, 2021]

There’s no intelligence without spiritual intelligence. (2020, September 27). Psychreg. https://www.psychreg.org/spiritual-intelligence/ [Accessed on February 5th, 2021]

Zohar, D., & Marshall, I. (2001). SQ. New York: Bloomsbury. [Accessed on February 5th, 2021]

Developing spiritual intelligence. P100 Assistant. https://www.alchemyformanagers.co.uk/topics/KdveUGzCAz6JwS5S.html [Accessed on February 5th, 2021]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 04/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x