Kenali Kecanduan Game Online, Sekaligus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Memainkan game online lewat ponsel atau komputer bisa menjadi aktivitas penghilang stres bagi sebagian orang. Akan tetapi, ada juga yang menjadi kecanduan. Lantas, seperti apa tanda orang yang mengalami kecanduan game online? Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Kenali tanda-tanda kecanduan game online

Sebenarnya, main game online memang tak seburuk anggapan sebagian besar orang. Bila dipergunakan dengan bijaksana, bermain permainan di gadget, dapat menurunkan tingkat stres yang sedang dialami.

Akan tetapi, ada juga dampak buruk yang terjadi akibat keseringan main permainan online, salah satunya adalah kecanduan dan ini termasuk dalam gangguan kejiwaan

Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa kecanduan permainan online justru dapat meningkatkan rasa stres dan depresi pada seseorang, menjadi lebih apatis, bahkan hingga menimbulkan kekerasan. Oleh karena itulah, kecanduan jenis ini harus mendapatkan perawatan.

Berikut ini adalah tanda dan gejala kecanduan game online yang umumnya terjadi:

  • Setiap bermain selalu menghabiskan waktu yang lama, bahkan meningkat durasinya dari hari ke hari.
  • Merasa mudah marah dan tersinggung saat dilarang atau diminta berhenti bermain game.
  • Selalu berpikir tentang game online ketika mengerjakan aktivitas lainnya.

Bagaimana game online dapat menyebabkan kecanduan?

kecanduan game online main game online

Dilansir dari laman Mayo Clinic, main game online dapat menimbulkan gairah atau kepuasaan yang berlebihan. Kondisi ini terjadi karena terjadinya pelepasan dopamin di otak, yakni hormon yang merangsang perasaan senang ketika seseorang mencapai kesuksesan atau kemenangan. Dopamin juga membantu mempertahankan minat dan perhatian seseorang.

Pelepasan hormon dopamin inilah yang nantinya bisa memicu seseorang untuk bermain game terus-menerus, seperti halnya kecanduan alkohol atau obat-obatan. Jika penyakit mental ini dibiarkan, pelepasan dopamin akan semakin banyak hal ini tentu menimbulkan efek kecanduan yang semakin parah.

Bagaimana cara mengatasi kecanduan game online?

kecanduan main game

Selain menimbulkan kecanduan, permainan online juga bisa menimbulkan dampak buruk lainnya seperti meningkatkan pikiran dan perilaku agresif, terutama pada anak-anak di bawah usia 10 tahun.

Kejang juga bisa terjadi pada orang yang sensitif terhadap cahaya yang dihasilkan layar. Buruknya lagi juga membuat seseorang jadi menarik diri dari kehidupan sosial.

Guna mencegah kecanduan game online pada anak maupun orang dewasa bertambah parah, Anda bisa terapkan beberapa cara berikut ini:

1. Hitung durasi main game online

Jika sudah kecanduan, durasi main game online bisa mengganggu aktivitas harian. Oleh karena itu, cobalah untuk menghitung total jumlah waktu main game online yang Anda atau si kecil habiskan. Tujuannya, untuk membantu Anda mengatur waktu main game agar tidak lagi berlebihan.

Cobalah mencatat durasi main game dalam sehari hingga satu minggu. Jika Anda kesulitan, minta bantuan keluarga atau orang terdekat untuk membantu mencatat durasinya. Kemudian, bandingkan dengan kegiatan Anda sehari-hari, mungkin Anda telah menggunakan waktu penting Anda untuk bermain game online saja.

Dari catatan ini, Anda bisa mengetahui waktu-waktu kapan saja yang sebaiknya Anda hindari untuk bermain game. Catatan ini juga bisa membantu Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

2. Kurangi perlahan-lahan, jangan sekaligus berhenti

Setelah tahu bahwa Anda menghabiskan waktu 20 jam dalam satu minggu – yang berarti Anda menggunakan waktu seharian penuh – untuk bermain game online, maka sudah saatnya Anda menguranginya dengan perlahan.

Susah memang jika harus menghentikan atau tidak melihat layar permainan sama sekali, karena itu coba untuk mengurangi durasinya. Misal dari yang 20 jam, Anda targetkan hanya 18 jam.

Cobalah untuk membuat target mengurangi waktu bermain hingga 10% setiap minggunya, sehingga pada akhirnya di bulan berikutnya Anda hanya menghabiskan waktu sekitar 5 jam saja.

3. Bulatkan tekad Anda untuk berhenti

Hal yang paling penting dalam mengatasi segala kecanduan adalah niat yang kuat. Ini adalah senjata kuat yang bisa melawan segala jenis kecanduan, termasuk kecanduan game online.

Kuncinya di sini adalah bagaimana Anda dapat membuat prioritas dalam hidup Anda. Bila Anda menyadari bahwa banyak hal yang masih lebih penting ketimbang bermain game, maka Anda akan lebih mudah untuk membiasakan diri untuk tidak kecanduan bermain game lagi.

Pada anak, Anda bisa alihkan hal tersebut dengan meningkatkan aktivitas fisik anak atau bisa mencoba dengan mengajaknya bermain permainan tradisional.

4. Jangan ragu untuk menyetel pengaturan otomatis

Jika jam pengingat Anda tidak mempan untuk membuat Anda berhenti bermain, maka Anda bisa menggunakan fitur di dalam gadget Anda untuk mematikan otomatis.

Hal ini perlu dilakukan untuk memaksa Anda berhenti melakukannya. Bila Anda sudah bisa mengendalikan diri dan dapat memberhentikan diri sendiri, maka Anda bisa menggunakan metode awal, hanya dengan jam pengingat saja.

5. Beri ‘hadiah’ pada diri Anda sendiri

Apa yang membuat Anda ketagihan main game terus menerus? Tentu saja kemenangan dalam setiap levelnya atau hadiah yang Anda capai. Nah, cobalah untuk memakai strategi ini untuk terlepas dari kecanduan main game online.

Jika Anda berhasil mengurangi durasi bermain game online dan menggantinya dengan aktivitas lain yang bermanfaat, berilah apresiasi pada diri sendiri. Contohnya, Anda bisa pergi mengunjungi tempat yang Anda sukai sambil menikmati makanan yang Anda gemari. Hal ini menimbulkan kepuasaan pada diri sendiri dan cukup ampuh untuk mengatasi kecanduan. 

6. Konsultasi ke dokter

Jika cara mengatasi kecanduan game online yang sudah disebutkan kurang efektif, jangan ragu untuk periksa ke dokter maupun psikolog. Mereka akan membantu Anda maupun si kecil terlepas dari kecanduan ini dengan cara dan perawatan yang lebih tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Fenomena bucin alias budak cinta kini marak dibicarakan sebagai orang yang terlalu sayang dengan pasangannya. Begini penjelasan dari sisi psikologis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 24 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

Ketagihan Selingkuh Bisa Saja Terjadi, Tapi Mengapa Perilaku Ini Muncul?

Katanya ketika seseorang sekali selingkuh, pasti selingkuh lagi. Lantas, benarkah seseorang bisa ketagihan selingkuh dalam hubungan asmaranya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 28 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Rio Reifan Tertangkap Lagi, Kenapa Pecandu Narkoba Susah Berhenti?

Setelah dua kali ditangkap atas kepemilikan sabu, Rio Reifan kembali terjerat kasus serupa untuk ketiga kali. Apa penyebab pecandu narkoba sulit berhenti?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 15 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Awas, Ini 5 Tanda Anda Sudah Kecanduan Sesuatu

Tidak ada salahnya melakukan sesuatu yang Anda sukai. Namun, waspadalah bila kegemaran Anda terhadap suatu hal telah berubah menjadi tanda-tanda kecanduan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mental, Kecanduan 21 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menggunakan media sosial

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
skizofrenia adalah, skizofrenia paranoid, penyakit skizofrenia, obat skizofrenia, gejala skizofrenia

Skizofrenia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
kecanduan pornografi

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit
ketagihan mie instan

Ketagihan Mie Instan? Ini 6 Trik Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit