home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Putus dari Pasangan yang Selingkuh

6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Putus dari Pasangan yang Selingkuh

Perselingkuhan biasanya selalu berakhir dengan kandasnya hubungan asmara. Bagi pihak yang diselingkuhi, mungkin hampir tidak ada pilihan yang lebih baik dibandingkan putus dan segera move on untuk membuka lembaran baru. Meski begitu, sebenarnya ada hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum putus dari pacar yang selingkuh.

Selingkuh adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dari segi apa pun. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ada pasangan yang tetap berusaha mempertahankan hubungan walaupun telah diterpa masalah perselingkuhan sekalipun. Sebenarnya, apa yang membuat pasangan urung mengakhiri hubungan pada situasi seperti ini?

Tanyakan hal ini pada diri sendiri sebelum putus dari pacar selingkuh

cara menghilangkan trauma diselingkuhi

Ada sebuah anggapan yang cukup umum tentang perselingkuhan, yakni mereka yang pernah menyelingkuhi pasangannya dianggap akan melakukannya lagi. Uniknya, hal ini bahkan ditemukan dalam beberapa penelitian, seperti yang terdapat dalam jurnal PLos ONE.

Meski ini menjadi salah satu alasan mengapa perselingkuhan sulit dimaafkan, sah-sah saja bila Anda memilih memperbaiki hubungan yang pernah retak. Agar Anda dapat mengambil keputusan dengan matang, berikut hal-hal yang perlu dipertimbangkan:

1. Kapan pacar Anda selingkuh

Waktu turut menentukan alasan di balik tindakan pacar yang selingkuh. Ada kalanya seseorang selingkuh selama awal hubungan, atau tepatnya ketika hubungan masih diisi dengan banyak konflik dan perbedaan prinsip.

Jika pasangan Anda menyesal dan ingin membangun hubungan yang lebih kuat, Anda mungkin dapat mempertimbangkan untuk akur kembali. Namun, apabila ia selingkuh setelah hubungan berjalan baik dalam waktu lama, putus bisa jadi penyelesaiannya.

2. Apakah pacar Anda mengaku dengan jujur

Sebelum benar-benar putus dari pacar yang selingkuh, ingat kembali bagaimana Anda mengetahui tindakannya. Tak jarang, seseorang justru mempertahankan hubungannya karena pasangannya sendiri yang mengaku dengan jujur bahwa dirinya telah selingkuh.

Pengakuan dan kejujuran amat berarti dalam hubungan. Dengan mengaku, pacar Anda berarti telah berani menyatakan kesalahannya dan siap menjadi orang yang lebih bisa dipercaya. Tindakan ini juga menunjukkan bahwa Anda sangat penting baginya.

3. Apakah perselingkuhan akan terjadi lagi

Tentu tidak mudah menjawab poin yang satu ini, sebab tidak ada yang dapat menjamin pasangan Anda tidak akan mengulangi perbuatannya. Walau demikian, Anda mungkin bisa menjawabnya dengan melihat pola hubungan selama ini.

Jika pasangan Anda selingkuh karena konflik yang tak ada habisnya, berarti konflik ini harus diselesaikan dahulu agar perselingkuhan tidak terulang dalam hubungan Anda. Bila ia selingkuh meskipun hubungan berjalan baik, mengakhiri hubungan mungkin adalah pilihan yang tepat.

4. Berapa kali pasangan Anda telah selingkuh

poliamori dan selingkuh

Hal ini wajib dipertimbangkan sebelum putus dari pacar yang selingkuh. Coba cari tahu apakah ini pertama kalinya pasangan Anda melakukannya. Jika sudah terjadi berulang kali, pasangan Anda bisa jadi mengalami masalah dengan kondisi emosionalnya.

Jika konflik sudah mereda, Anda dapat menawarkan bantuan dengan mengajaknya ke psikolog. Apabila ia tidak bersedia, coba berikan ia ruang untuk menyendiri sejenak. Sementara itu, Anda bisa mulai mencoba move on dan kembali membuka hati.

5. Apakah pacar selingkuh dengan orang yang dekat dengan Anda

Selingkuh adalah wujud kurangnya rasa menghargai serta menghormati pasangan. Tindakan ini bahkan menjadi lebih buruk lagi bila dilakukan dengan orang yang dekat dengan Anda, seperti teman, rekan kerja, atau bahkan saudara sendiri.

Apabila pasangan selingkuh dengan orang terdekat Anda, kemungkinan jalan keluar terbaik adalah putus. Pasalnya, tindakan selingkuh tersebut tidak hanya berdampak pada Anda, tapi juga dapat mengganggu hubungan Anda dengan orang terdekat.

6. Masa depan hubungan nantinya

Anda dapat memilih putus dari pasangan yang telah selingkuh atau kembali membangun hubungan, tapi sebelum itu, coba pikirkan seperti apa dampaknya di masa depan. Baik putus maupun tidak, keduanya sama-sama memiliki konsekuensi bagi Anda berdua.

Sekalipun pasangan Anda telah menyesal dan Anda memaafkannya, hubungan asmara ini tidak akan terasa sama lagi. Beberapa hal akan berubah, tapi bila Anda berdua siap menghadapinya, bisa jadi ini adalah tanda untuk kembali akur.

Tentu tidak mudah menghadapi perselingkuhan dalam hubungan, terutama ketika Anda hendak memutuskan apakah hubungan harus berakhir atau tetap berlanjut. Maka dari itu, keenam hal di atas hadir sebagai pertimbangan.

Hubungan menjadi layak dipertahankan bila pasangan Anda meminta maaf, menyesali perbuatannya, dan mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Jika tidak, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengakhiri hubungan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Garcia, J., MacKillop, J., Aller, E., Merriwether, A., Wilson, D., & Lum, J. (2010). Associations between Dopamine D4 Receptor Gene Variation with Both Infidelity and Sexual Promiscuity. Plos ONE, 5(11), e14162. doi: 10.1371/journal.pone.0014162

7 Questions You Have to Ask Yourself Before You Break Up. (2020). Retrieved 16 March 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/valley-girl-brain/201607/7-questions-you-have-ask-yourself-you-break

Building Trust After Cheating | Loveisrespect.org. (2014) Retrieved 17 March 2020, from https://www.loveisrespect.org/content/building-trust-after-cheating/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 12/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x