Benarkah Sekali Selingkuh, Pasti Nanti Akan Selingkuh Lagi dan Lagi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sekali selingkuh, sudah pasti akan selingkuh lagi dan lagi. Stigma yang satu ini sudah sangat melekat dalam masyarakat. Ya, tidak ada seorang pun yang ingin diselingkuhi oleh pasangan yang dicintainya, terlebih bila hubungan asmara sudah terjalin sekian lama. Namun, apakah stigma tersebut benar adanya?  Apakah ada teori yang mendukungnya? Baca terus ulasan berikut ini.

Pendapat para ahli soal kemungkinan selingkuh lagi

Perselingkuhan adalah salah satu penyebab runtuhnya hubungan asmara, terlebih bila pasangan sudah selingkuh berkali-kali. Bagaimana tidak, orang yang selingkuh berarti tidak menjunjung kesetiaan dan menyalahi kepercayaan pasangan. Ada banyak alasan orang selingkuh, tapi yang utama adalah merasa tidak puas dalam hubungannya.

Dilansir dari laman Men’s Health, sebuah riset dari University of Denver menguji 484 orang (68 persennya adalah wanita) mengenai hubungan asmaranya. Hasil penelitian yang telah diterbitkan pada Archieves of Sexual Behavior ini menunjukkan bahwa sebanyak 44 persen partisipan mengakui telah selingkuh pakai perasaan, bahkan ada yang sampai berhubungan seks dengan orang lain tanpa sepengetahuan pasangannya. Selain itu, sebanyak 30 persen partisipan melaporkan bahwa mereka diselingkuhi oleh pasangannya.

jenis perselingkuhan

Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang sebelumnya pernah selingkuh punya kemungkinan 3 kali lebih besar untuk selingkuh lagi daripada orang yang tidak pernah selingkuh. Lantas bagaimana dengan mereka yang jadi korban perselingkuhan? Ternyata saat mereka menyadari bahwa mereka telah diselingkuhi, mereka merasa kemungkinan pasangannya selingkuh lagi jadi 2 kali lebih besar daripada yang mereka memiliki pasangan yang setia.

Studi lain yang dilakukan pada tahun 2016 pun turut mendukung temuan ini. Pasalnya, sebanyak 30 persen orang yang pernah selingkuh cenderung selingkuh lagi. Sementara hanya ada 13 persen orang menyelingkuhi pasangannya ketika mereka belum pernah selingkuh sebelumnya.

Menurut Matt Garrett dari Huffington Post, untuk menebak perilaku seseorang di masa depan, tengoklah pola perilakunya di masa lalu. Artinya orang yang pernah selingkuh di masa lalu akan memiliki kemungkinan untuk selingkuh lagi di masa depan.

Namun, ini bukan harga mati. Tentu saja ada begitu banyak faktor yang menentukan perilaku seseorang. Walau begitu, tidak ada salahnya untuk menjadikan teori ini sebagai peringatan bagi Anda atau pasangan yang pernah selingkuh. Baik itu sekadar tergoda sesaat atau sampai benar-benar selingkuh.

tukang selingkuh bisa berubah

Apakah orang yang pernah selingkuh bisa dipercaya?

Antara setia dan trauma dikhianati, Anda mungkin bimbang untuk menentukan apakah harus tetap setia dengan pasangan yang selingkuh atau tidak. Menurut Frank Dattilio, Ph.D., seorang psikolog klinis asal Pennsylvania, Amerika Serikat jawabannya hanya bisa Anda temukan melalui komunikasi yang sehat dengan pasangan.

Bila pasangan Anda mengelak setelah terdapat bukti-bukti yang kuat, maka sejatinya pasangan Anda tidak menghargai kesetiaan dan kepercayaan yang sudah Anda berikan. Sedangkan bila pasangan mengakui kesalahannya dan benar-benar menunjukkan perubahan sikap, Anda bisa mempertimbangkan untuk belajar memercayainya lagi.

Ingat, selalu ada kemungkinan bahwa pasangan Anda betul-betul berhenti dari kebiasaan selingkuhnya sehingga Anda patut memberikan kesempatan untuk memulai lembar yang baru. Nah, ajak pasangan Anda untuk mengikuti terapi atau konseling tertentu guna mengatasi masalahnya dalam mengendalikan diri serta menghargai kesetiaan.

Pasalnya, terapi atau konseling pernikahan misalnya, dapat membuat seseorang mengakui apa saja yang menjadi penyebab mereka berselingkuh dan membantu menyelesaikan permasalahan utamanya. Namun, ini harus didasari kemauan dan niat yang kuat untuk membenahi diri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit