home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Sikap yang Perlu Dihindari Saat Bertengkar Dengan Pasangan

5 Sikap yang Perlu Dihindari Saat Bertengkar Dengan Pasangan

Komunikasi yang buruk bisa membuat hubungan renggang dan stres. Sayangnya, banyak orang kesulitan untuk menerapkan pola komunikasi yang baik saat sedang beradu argumen dengan pasangannya. Sebagian besar orang cenderung bersikap dan bertutur kata yang tak terkendali yang tentu saja bisa memicu konflik baru. Untuk itu, ada berbagai sikap yang sebaiknya dihindari saat bertengkar dengan pasangan, agar masalah tidak berlarut-larut.

Sikap yang perlu dihindari saat bertengkar dengan pasangan

Agar hubungan Anda dan pasangan tetap terjaga meski sedang bertengkar, ada baiknya untuk menghindari berbagai sikap berikut seperti:

1. Membela diri

pasangan mengancam putus

Ego akan sangat sulit dikendalikan saat sedang bertengkar dengan pasangan. Banyak orang yang justru membela diri daripada mengakui kesalahannya. Biasanya hal ini dilakukan karena gengsi, tidak mau disalahkan, dan menolak kenyataan bahwa memang ia yang menyebabkan masalah.

Anda bisa saja kekeh dan mempertahankan argumen. Namun, jangan heran jika pasangan lama-lama mundur secara perlahan dari hubungan yang sedang dijalani. Membela diri ketika Anda memang salah tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik, akuilah secara terbuka dan belajar untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah diperbuat.

2. Selalu merasa paling benar

selalu merasa benar

Hanya karena pasangan tidak memiliki pandangan yang sama bukan berarti Andalah yang paling benar. Pasalnya, Anda tidak memaksa pasangan untuk dapat melihat dan menganggap sesuatu dengan cara yang sama. Jangan justru merasa pasangan Andalah yang salah saat Anda berdua memiliki pendapat yang berbeda.

Daripada merasa paling benar, sebaiknya cari jalan tengah untuk menengahi perbedaan di antara Anda dan pasangan. Jangan hanya selalu ingin dianggap benar tanpa mau mendengarkan dan menghiraukan pandangan dari pasangan.

Jangan hanya memikirkan kepuasan Anda karena hubungan adalah sesuatu yang dijalani berdua atas kesepakatan bersama. Sehingga apapun yang terjadi, kepentingan, kebahagiaan, dan kepuasan kedua belah pihak haruslah diutamakan.

3. Mengungkit kesalahannya

Tanda pasangan obsesif kompulsif (OCD)

Ketika Anda dan pasangan mengalami konflik, biasanya ucapan yang sering kali terlontar adalah “Kamu selalu…”, “Kamu tidak pernah…”. Kalimat-kalimat yang diawali dengan kata tersebut bermaksud untuk menggeneralisasi keadaan. Padahal mungkin faktanya sebaliknya.

Jika Anda mengeluarkan kalimat ini pada pasangan, bukan tidak mungkin ia merasa tidak dihargai. Pasalnya, usaha yang selama ini telah dilakukannya sama sekali tidak dianggap hanya karena satu kesalahan kecilnya. Jika pasangan sudah merasa tidak dihargai, konflik yang terjadi bisa semakin memanas.

4. Menolak untuk berdiskusi

pasangan marah

Saat pasangan menawarkan untuk mendiskusikan sebuah masalah, tak jarang salah satu pihak menolaknya. Entah karena tidak ingin disalahkan, malah membahasnya, dan berbagai alasan lainnya. Nah, sikap ini sangat perlu Anda jauhi saat bertengkar dengan pasangan.

Masalah hanya bisa diselesaikan dengan cara dibicarakan. Namun, ketika Anda bersikeras untuk tidak membahasnya maka hubungan Anda tidak akan pernah membaik. Jika Anda berpikir bahwa masalah akan selesai tanpa perlu dibicarakan maka Anda keliru.

Saat bertengkar, yang memiliki perasaan marah bukan hanya Anda tetapi juga pasangan. Akan tetapi coba pikir, meski marah pasangan tetap berusaha menyelesaikannya dengan cara mengajak Anda mendiskusikannya. Oleh sebab itu, turunkan ego Anda dengan membuka diri untuk menyelesaikan masalah Anda berdua.

5. Selalu menginterupsi dan tidak mau mendengarkan

kekerasan dalam pacaran yang tidak boleh dilakukan

Semua orang bisa berbicara tetapi tidak semua orang bisa mendengarkan, terlebih saat bertengkar dengan pasangan. Banyak orang berusaha menyela dan menyiapkan omongan yang akan dikatakannya untuk menanggapi pasangannya. Sayangnya, sangat egois jika Anda melakukan hal ini pada siapapun termasuk pasangan.

Pasalnya, jika Anda selalu menginterupsi dan tidak menjadi pendengar yang baik maka Anda tidak akan tahu apa yang sebenarnya dikeluhkan pasangan. Oleh karena itu, belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik saat pasangan sedang berbicara. Dengan menyimaknya, Anda bisa memahami sudut pandang pasangan dan berempati terhadap perasaannya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tips For Managing Conflict Resolution At Home

https://www.everydayhealth.com/healthy-living/healthy-home/tips-managing-conflict-resolution-home/ accessed on October 24th 2018

Conflict Resolution Mistakes To Avoid

https://www.verywellmind.com/conflict-resolution-mistakes-to-avoid-3144982 accessed on October 24th 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 28/10/2018
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x