3 Rahasia Supaya Tak Melulu Salah Paham dan Bertengkar Dengan Pasangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Komunikasi yang baik dengan pasangan sangat menentukan kualitas hubungan yang Anda miliki. Hal ini bisa mencegah dan mengurangi konflik yang bisa merusak hubungan. Bahkan, komunikasi yang baik adalah faktor kunci untuk memperkuat hubungan antara Anda dan juga pasangan. Untuk mencegah salah paham dengan pasangan, ada baiknya Anda melakukan berbagai tips yang akan diulas berikut ini.

Tips mencegah salah paham dengan pasangan

Salah paham atau yang lebih sering dikenal dengan istilah miskomunikasi menjadi hal yang sangat rentan terjadi pada pasangan. Kesalahpahaman kecil saja bahkan bisa menimbulkan masalah besar yang berujung pada pertengkaran. Namun, tentu saja selalu ada cara untuk mencegah hal ini. Berikut tiga cara mencegah miskomunikasi dengan pasangan yang bisa Anda praktikkan.

1. Selalu terbuka tentang perasaan Anda pada pasangan

membicarakan menstruasi

Banyak orang berpikiran menghindari konflik adalah cara paling ampuh untuk menjaga hubungan tetap baik-baik saja. Sayangnya, hal ini kemudian dilakukan misalnya dengan cara tidak pernah terbuka dalam mengungkapkan perasaan kepada pasangannya.

Sebagian orang merasa mengekspresikan perasaannya secara terbuka dan jujur justru sebuah kesalahan yang bisa memicu konflik. Biasanya, kondisi ini didasari karena pengalaman masa lalu yang pernah mencoba terbuka lalu kemudian gagal dan justru selalu memicu pertengkaran. Akibatnya, Anda kemudian menghindari melakukan ini dan berusaha menyimpannya sendiri.

Padahal, akan jauh lebih baik saat Anda berusaha untuk terbuka dengan membicarakan semua perasaan Anda pada pasangan. Bagaimana pun juga, Anda dan pasangan sedang berada dalam hubungan yang seharusnya membawa efek membahagiakan dan ketenangan untuk satu sama lain. Bukan terus ketakutan dan terus mengantisipasi konflik yang akan terjadi dengan menutup-nutupi perasaan yang Anda miliki.

2. Katakan dengan jelas apa yang Anda mau

cara kompromi dengan pasangan

Jangan pernah menganggap bahwa pasangan tahu segala-galanya tentang Anda termasuk apa yang Anda inginkan dan pikirkan. Pasalnya, pemikiran seperti inilah yang biasanya rentan memicu konflik. Anda bersikap seolah-olah pasangan tahu dan harus tahu apa yang Anda inginkan tanpa mengucapkannya.

Jika Anda marah, katakan Anda marah dan tawarkan solusinya. Misalnya, katakan pada pasangan bahwa Anda merasa sangat kesal jika tidak didengarkan saat bercerita. Kemudian, sampaikan bahwa Anda sangat ingin didengarkan dan diperhatikan saat sedang bercerita.

Dengan begitu, pasangan akan memahami betul apa yang perlu dilakukannya. Sehingga, salah paham dengan pasangan dapat terhindari.

3. Hindari menyalahkan dan memojokkan pasangan

kekerasan dalam pacaran yang tidak boleh dilakukan

Hanya karena Anda merasa benar bukan berarti Anda bisa secara gamblang mengatakan pada pasangan bahwa apa yang dilakukannya salah. Anda perlu memahami bahwa tidak semua orang bisa dikritik secara langsung. Akan jauh lebih baik jika Anda memberi tahu apa yang keliru tanpa langsung mengatakan padanya bahwa ia salah.

Apalagi jika ditambah dengan memojokkannya. Bukannya menemukan solusi, Anda dan pasangan malah bisa bertengkar hebat dan saling menyalahkan. Menyalahkan dan memojokkan pasangan tidak akan membuat ia paham akan kesalahannya.

Bahkan, mungkin ia akan bertindak defensif dan tidak akan mendengarkan apa yang Anda katakan karena terlanjur sakit hati karena disalah-salahkan. Untuk itu, cobalah mengekspresikannya dengan lebih baik tanpa menyinggung perasaan pasangan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sulit Mempertahankan Hubungan Asmara karena Memiliki Trauma Masa Kecil?

Pacar terlalu posesif dan cemburuan? Bisa jadi kelakuannya itu merupakan cerminan dari efek trauma masa lalu. Lho, apa hubungannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Hubungan asmara yang berjalan terlalu cepat malah bisa berubah menjadi tidak sehat. Ini tanda-tandanya yang perlu Anda kenali.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 27 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Biasakan Tidur Bersama Pasangan Anda agar Lebih Nyenyak

Beberapa orang yang sudah menikah mungkin merasa rindu masa-masa menguasai ranjang sendirian. Namun, ada manfaat tersembunyi dibalik tidur bersama pasangan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 6 April 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan tidak langgeng

4 Tanda Hubungan Asmara Tidak Langgeng dan Mungkin Segera Berakhir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
break pacaran

Break Pacaran Ternyata Bermanfaat, Asal Anda Mengikuti 3 Syarat Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pasangan perfeksionis

4 Cara Menghadapi Pasangan Perfeksionis Agar Hubungan Tetap Hangat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
merasa ragu dengan pasangan

3 Hal yang Harus Anda Tanyakan Pada Diri Sendiri Ketika Mulai Ragu Dengan Si Dia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit