Pacar Mengancam Ingin Bunuh Diri? Ini Tips Menghadapinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kejadian pacar mengancam bunuh diri apabila pasangan meninggalkannya sebenarnya umum terjadi. Biasanya, mereka takut menghadapi kenyataan sehingga berani mengatakan hal itu. Apabila pasangan Anda berlaku demikian, jangan menganggapnya remeh.  

Mengabaikannya tidak akan menyelesaikan masalah, justru membuat pasangan Anda semakin berani menarik pelatuk untuk membuat dirinya tewas. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan beberapa hal bila ini terjadi. 

Alasan di balik ancaman bunuh diri dalam hubungan asmara

mencoba bunuh diri

Salah satu hal yang patut diperhatikan saat pacar mengancam akan bunuh diri adalah alasannya di baliknya. 

Kasus yang paling sering adalah ketika Anda ingin memutuskan hubungan, tetapi pacar tidak terima. Saat sudah kepepet, ancaman bunuh diri biasanya akan ia keluarkan agar Anda tidak berpaling darinya. 

Orang yang menanggapinya dengan serius tentu tidak ingin melihat pasangannya tersebut mati di hadapannya atau takut dipersalahkan. Tidak jarang, ancaman tersebut berhasil dan menciptakan hubungan tidak sehat yang didasari rasa takut serta kasihan. 

Sebenarnya, ada beberapa faktor yang mendukung ancaman bunuh diri terjadi, yaitu:

  • Depresi
  • Menderita gangguan kejiwaan, seperti bipolar dan skizofrenia
  • Gangguan kecemasan dan kepribadian
  • Anggota keluarga pernah ada yang bunuh diri
  • Trauma atau pengalaman masa kecil yang buruk
  • Penggunaan narkoba
  • Tidak mendapatkan dukungan dan motivasi untuk hidup

Ada berjuta alasan mengapa orang berani untuk menghabisi nyawanya sendiri, termasuk menyangkut kisah asmaranya. 

Alangkah baiknya bila Anda menanggapi ancaman tersebut dengan serius. Hal ini bertujuan agar mereka tahu bahwa Anda benar-benar peduli. 

Tips menghadapi pacar yang mengancam ingin bunuh diri

Setelah mengetahui alasan sebenarnya mengapa pacar Anda sampai berani mengancam bunuh diri, mungkin hal-hal di bawah ini dapat membantu Anda menghadapinya. 

1. Katakan bahwa Anda peduli

cara mengendalikan emosi saat bertengkar dengan pasangan

Selain mencoba untuk menghentikan pacar Anda yang terus mengancam bunuh diri, katakan padanya bahwa Anda peduli kepadanya meskipun sudah putus hubungan.

Akan tetapi, Anda pun mesti ingat untuk memberikan batasan kepada pasangan. Misalnya, mengatakan bahwa Anda memang akan terus peduli kepada mereka, tetapi sebatas teman saja.

Bila sulit dilakukan, mungkin Anda dapat menenangkannya terlebih dahulu baru mengatakan hal yang sejujurnya. 

2. Memberikan pilihan hidup dan mati di tangannya

selalu merasa benar

Apabila pacar Anda masih tetap ingin bunuh diri dan tidak berhasil ditenangkan, Anda bisa mengatakan bahwa keputusan itu sepenuhnya di tangannya. Kehidupannya bergantung pada dirinya sendiri, bukan Anda. 

Menurut National Domestic Violence, walaupun Anda adalah pasangannya, bukan berarti Anda harus bertanggung jawab atas tindakan pasangan Anda. 

Sampaikan kepadanya bahwa hubungan Anda dibangun atas dasar cinta dan saling menghormati. Sampaikan bahwa Anda tak bisa menjalani hubungan yang didasarkan atas ancaman.

Tetap sampaikan bahwa Anda peduli pada dirinya, namun tak bisa jika harus terus menjalani hubungan yang memang sudah tak sehat lagi. Kemukakan pula pertimbangan Anda atas keputusan Anda memutuskannya.

3. Tidak perlu membuktikan apa pun

Salah satu hal yang harus diingat ketika pacar Anda mengancam akan bunuh diri adalah situasi ini dapat diartikan sebagai tanda bahwa hubungan Anda tidak sehat. 

Jika pasangan Anda memaksa untuk menjalin kembali hubungan dengan Anda dan nyawa adalah taruhannya, mungkin sebaiknya Anda tidak perlu kembali. 

Fondasi dari hubungan yang sehat sangat jauh dari ancaman. Walaupun tidak melakukan kekerasan fisik terhadap diri Anda, pacar Anda berniat mencelakakan dirinya sendiri karena Anda. Itu juga termasuk kekerasan fisik. 

Menghadapi pacar yang mengancam ingin bunuh diri ketika Anda memutuskan hubungan bisa jadi tak bisa ditangani sendiri. Anda mungkin perlu mencari bantuan dari orang lain.

Keluarganya, teman dekatnya, atau mungkin para ahli seperti dokter bisa menjadi solusi yang dapat membantu Anda mengatasi permasalahan ini. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Borderline Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Ambang)

Borderline personality disorder (BPD) adalah penyakit mental serius yang bisa menyerang siapa saja. Cari tahu selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

5 Dampak Buruk Gaslighting dalam Hubungan Asmara

Gaslighting adalah istilah baru untuk mengungkapkan manipulasi dalam sebuah hubungan. Dampaknya tentu saja cukup memengaruhi kehidupan korbannya, apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kasus Pasien COVID-19 Bunuh Diri dan Kesehatan Mental Selama Pandemi

Beberapa kasus pasien COVID-19 yang bunuh diri menandakan penanganan COVID-19 juga membutuhkan penanganan perhatian khusus pada kesehatan mental pasien.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Para ‘Pria Tangguh’ Lebih Berisiko Bunuh Diri, Mengapa Begitu?

Laki-laki sering dikaitkan dengan image tangguh. Padahal, tuntutan untuk menjadi pria tangguh berdampak negatif dan bisa meningkatkan risiko bunuh diri.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Kesehatan Mental, Cegah Bunuh Diri 4 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

langkah yang perlu dilakukan ketika ingin bunuh diri

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tanda toxic relationship

5 Tanda Anda Terjebak di Dalam Toxic Relationship, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
penyebab pasangan posesif

Sang Pacar Sangat Posesif? 4 Masalah Mental Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit