Jangan Keburu Menyerah! Begini 4 Cara Bijak Menghadapi Pasangan yang Boros

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Di balik semua sifat baik dan kelebihan pasangan, tentu akan selalu ada kekurangan yang menyertainya. Salah satunya adalah kebiasaan menghambur-hamburkan uang untuk membeli barang apa saja, bahkan yang tidak penting sekali pun alias boros. Tak jarang, Anda akan gemas dibuatnya ketika melihat banyak kantong belanjaan yang dibawa sepulang dari mall, atau kiriman paket yang datang tanpa henti dari belanja online. Lalu, bagaimana, ya, solusi terbaik untuk menghadapi pasangan yang boros seperti ini?

Trik cerdas mengendalikan sifat pasangan yang boros

1. Ajak diskusi serius

salah paham dengan pasangan

Ketika hobi belanja pasangan seolah sudah mendarah daging dan sulit untuk “direm”, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengajaknya bicara serius. Sampaikan bahwa apa yang dilakukannya selama ini mungkin sudah melebihi batas wajar, sekaligus tekankan bahwa masih ada banyak keperluan penting yang seharusnya lebih diutamakan ketimbang memuaskan hasrat belanjanya.

Buat pasangan mengerti bahwa kebiasaan buruk yang satu ini dapat menjerumuskannya di masa mendatang bila tidak segera diubah sejak dini. Pertimbangkan cara yang akan Anda lakukan untuk mengoreksi kekurangan pasangan yang boros ini. Usahakan jangan sampai membuatnya tersinggung yang malah akan memperkeruh suasana.

2. Buat anggaran keuangan

manfaat menulis

Alasan terbesar mengapa seseorang bisa sangat boros biasanya karena tidak memiliki anggaran pengeluaran dan pemasukan yang rinci. Akibatnya, ia jadi kurang mempertimbangkan jumlah pengeluaran yang sesuai dengan pemasukannya.

Nah, mulai sekarang sebaiknya buat anggaran keuangan yang mencakup kebutuhan Anda dan pasangan setiap bulannya, tergantung apakah Anda dan pasangan sudah berumah tangga atau masih dalam tahap pacaran.

Bantu pasangan membuat perincian mulai dari hal yang kecil hingga besar, meliputi uang makan, uang bensin atau ongkos untuk ke kantor, uang belanja keperluan rumah tangga, sampai uang untuk kebutuhan penting lainnya.

Jangan lupa, sisihkan beberapa persen dari pendapatan untuk mengisi tabungan jangka panjang. Setelah itu, rutinlah mencatat berapa pengeluaran harian beserta keterangannya.

Dengan membuat anggaran keuangan yang jelas, Anda dan pasangan jadi punya gambaran berapa dana yang boleh dikeluarkan, berapa yang telah dikeluarkan, dan sejauh mana batasan pengeluaran setiap bulannya.

3. Buat kesepakatan bersama

uang

Sudah berhasil membuat pasangan yang boros mau lebih membatasi keinginan belanjanya, serta sudah menyusun anggaran keuangan bulanan sedemikian rupa, kini saatnya Anda berdua membuat kesepakatan bersama.

Misalnya dengan berusaha untuk menggunakan dana sesuai batas kebutuhan, tidak berlebihan, terlebih sampai menggunakan anggaran keperluan lainnya. Tanamkan dalam diri pasangan, tak terkecuali Anda, untuk lebih mendahulukan membeli kebutuhan yang penting.

Jika memang ingin memanjakan diri dengan berbelanja, atau menggunakan untuk hal lain yang sebenarnya tidak tercantum dalam anggaran, sebaiknya lakukan setelah semua kebutuhan primer terpenuhi. Atau dengan kata lain, jangan sampai karena kebablasan dalam berbelanja yang tidak terlalu penting, justru sampai mengesampingkan kebutuhan yang seharusnya didahulukan.

Membuat komitmen bersama seperti ini, secara tidak langsung dapat lebih mengatur hasrat berbelanja pasangan yang boros. Anda dan pasangan juga akan lebih disipilin dalam mengelola keuangan setiap bulannya.

4. Jangan segan untuk menegur pasangan

Perubahan memang bukanlah hal yang mudah, apalagi menyangkut keuangan. Itu sebabnya, sesekali Anda mungkin akan mendapati pasangan masih sulit menahan sifat borosnya. Entah itu kalap berbelanja ketika ada diskon, atau menggunakan uang sampai melebihi batas anggaran yang telah dibuat.

Hal ini wajar terjadi di awal proses perubahan. Sebagai pasangan yang baik, tetap dampingi dan jangan segan untuk mengingatkannya ketika sudah dirasa berlebihan dalam menggunakan dana bulanan. Alangkah lebih baiknya lagi, jika Anda berdua mau sama-sama menerapkan hukuman saat sengaja atau tanpa sengaja melanggar aturan.

Hukuman yang dibuat pun sebaiknya masih berhubungan seputar keuangan. Ambil contoh, seperti mengurangi jatah belanja di bulan berikutnya demi mengganti kelebihan pengeluaran di bulan ini. Jika terus diterapkan dengan disiplin, cara ini lama-lama dapat membantu membatasi keinginan belanja yang berlebihan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Serba-serbi Orgasme, dari Pengertian Hingga Cara Mencapainya

Orgasme wanita bisa dicapai lewat berbagai cara, bahkan berulang kali. Namun, untuk mencapainya tidaklah semudah pria. Simak selengkapnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Seksual, Tips Seks 4 November 2020 . Waktu baca 8 menit

5 Gangguan Kesehatan Akibat Patah Hati

Dari mulai rambut rontok hingga tekanan darah tinggi, semua bisa terjadi hanya gara-gara putus cinta. Mengapa patah hati menyebabkan gangguan kesehatan?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merasa ragu dengan pasangan

3 Hal yang Harus Anda Tanyakan Pada Diri Sendiri Ketika Mulai Ragu Dengan Si Dia

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
alasan suami selingkuh

Laki-laki yang Hobi Selingkuh Ternyata Punya IQ Rendah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
posisi seks menantang

12 Posisi Seks Menantang yang Bisa Anda Coba Malam Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
posisi seks agar cepat hamil

3 Posisi Seks yang Meningkatkan Peluang agar Cepat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit