Anda Sering Disebut Pacar Posesif? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda dianggap pasangan atau pacar yang posesif? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, posesif adalah sifat yang merasa menjadi pemilik. Wajar saja jika dalam suatu hubungan, Anda dan pasangan sama-sama merasa memiliki. Namun jika rasa memiliki ini berlebihan hingga Anda merasa punya hak mengatur hidupnya, inilah yang dinamakan posesif.

Posesif yang berlebihan justru akan mengurangi keintiman dalam hubungan itu sendiri, dan malah membangun suatu hubungan yang tidak sehat. Bagaimana mengatasi sifat terlalu posesif dalam berhubungan ini?

Posesif berbeda dengan sayang

Biasanya, dalam berhubungan, perasaan memiliki ini Anda tunjukkan dengan memberikan perhatian dan kasih sayang secara total kepada pasangan Anda. Pemberian perhatian dan kasih sayang ini biasanya Anda tunjukkan dengan menjaga dan melindungi pasangan Anda.

Upaya ini sebenarnya baik, namun saat Anda memiliki sifat posesif yang berlebihan, penjagaan dan perlindungan yang Anda berikan malah akan mengekang pasangan Anda, menghalangi pasangan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain, bahkan menyulitkan pasangan Anda untuk melakukan sesuatu tanpa seizin Anda. Anda pun cenderung mengendalikan pasangan Anda.

Apa yang membuat seseorang jadi posesif?

Beberapa kondisi yang mungkin dapat menjadi penyebab timbulnya karakter sebagai pacar posesif dalam diri Anda, bisa jadi seperti:

1. Kenyamanan saat pegang kendali

Kemampuan mengendalikan orang lain memberikan perasaan aman kepada diri Anda, karena Anda jadi memiliki kekuatan untuk menjaga segalanya untuk tetap stabil. Namun kenyamanan ini dapat menimbulkan ketagihan, sehingga Anda terus ingin menjadi si pengendali. Padahal sebenarnya, karakter ini justru dapat berarti kurangnya rasa percaya diri dalam diri Anda.

2. Bergantung secara berlebihan

Bergantung terlalu banyak kepada pasangan hingga menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengkhawatirkan dan memikirkan dirinya, akan membentuk Anda menjadi pacar posesif. Anda dapat coba mengalihkan pikiran Anda dengan menghabiskan waktu dengan seorang teman untuk mengatasi pemicu ini.

3. Ketakutan tersembunyi

Ketakutan yang tersembunyi dalam pikiran Anda dapat memicu karakter posesif Anda. Kehilangan seseorang di masa lalu yang membuat Anda tak lagi ingin kehilangan orang yang Anda sayangi di masa kini, misalnya.

4. Kurangnya rasa percaya

Rasa percaya yang kurang dalam suatu hubungan, akan memicu sifat posesif. Anda bahkan mungkin jadi mudah cemburu tanpa alasan yang jelas terhadap pasangan Anda. Padahal rasa percaya dan kasih sayang seharusnya adalah dua hal yang saling berhubungan.

Bagaimana cara menghilangkan sifat posesif?

Sifat posesif tidak akan membuat hubungan Anda langgeng, malah mungkin akan membuat pasangan ingin “melarikan diri” dari kekangan Anda. Terlalu mengatur hidup pasangan dan membuat banyak larangan pun bisa membuatnya merasa bahwa Anda tidak mempercayainya.

Akhirnya, sebagai pacar posesif yang didapat bukan hubungan yang awet dan bahagia, melainkan hubungan penuh teror (dari sisi pasangan) dan kekhawatiran serta kecemburuan (dari sisi Anda), yang tentunya bukan jenis hubungan yang Anda inginkan.

Bagaimana cara menghilangkan sifat posesif ini?

1. Jangan menuruti emosi

Saat pemicu sifat posesif Anda sedang memegang kendali dan berhasil mempengaruhi emosi Anda, rasa cemburu misalnya, sebaiknya ambil jeda dan pahami apa yang sedang terjadi dalam diri Anda. Bertindak gegabah dengan menuruti sisi posesif dalam diri Anda, justru akan dapat melukai perasaan orang yang Anda sayangi.

Dengan mengambil jeda ini, Anda dapat memperdalam karakter yang Anda miliki. Melakukan meditasi juga dapat Anda lakukan untuk menenangkan pikiran-pikiran negatif Anda.

2. Telusuri masa lalu Anda

Beberapa orang mengatakan bahwa masa lalu adalah pembelajaran. Menelusuri masa lalu Anda dapat membantu Anda menemukan pemicu sifat posesif Anda. Mungkin pada masa lalu seorang mantan pernah meninggalkan Anda karena mendapatkan pacar baru dari suatu aplikasi pencarian jodoh, sehingga Anda sangat membatasi pasangan Anda saat ini dalam menggunakan media sosial.

Saat Anda menemukan pemicu tersebut, mengkomunikasikannya dengan pasangan Anda mungkin akan membantunya untuk lebih memahami Anda.

3. Catat pemicu sifat posesif Anda

Dengan mengetahui dan memahami pemicu posesif Anda sebagai pacar, Anda akan lebih cepat mendeteksi kemunculannya. Sehingga, saat sifat posesif dalam diri Anda ini muncul, Anda akan lebih mudah menyadarinya dan mampu melawannya. Dengan begitu, perlahan Anda akan mampu mengurangi kemunculannya.

Menuliskannya dalam suatu buku catatan tiap kali Anda menyadari apa yang memicu sifat posesif Anda, dapat dilakukan untuk membantu Anda dalam mendokumentasikannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Jangan membiarkan kesepian terlalu lama menggerogoti Anda. Cari tahu cara mengatasi kesepian agar hidup Anda jauh lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Jika Anda sering panik mendadak tanpa sebab, mungkin Anda mengalami panic attack. Apa itu panic attack dan apa bedanya dengan anxiety?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Depresi bisa menyerang kapan saja. Tapi pada sebagian orang, depresi hanya muncul di pagi hari. Inilah yang dinamakan depresi pagi hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

putus kenapa cinta memudar

4 Alasan Psikologis Cinta Bisa Memudar

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan rasa cemas

8 Cara Jitu untuk Menghilangkan Rasa Cemas Berlebihan

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
cara mengendalikan ego adalah

Bagaimana Cara Mengendalikan Ego yang Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit