home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sang Pacar Sangat Posesif? 4 Masalah Mental Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Sang Pacar Sangat Posesif? 4 Masalah Mental Ini Mungkin Jadi Penyebabnya

Biasanya, posesif sering dikaitkan dengan seseorang yang terobsesi dengan pasangannya. Orang tersebut biasanya percaya bahwa pasangannya adalah hak milik mereka, sehingga terbiasa untuk mengontrol dan ingin selalu berada di dekat mereka. Akan tetapi, ternyata penyebab pasangan posesif bisa terjadi akibat masalah kesehatan mental tertentu. Ya, mungkin saja ia punya riwayat gangguan mental tertentu.

Masalah mental yang jadi penyebab pasangan posesif

Pasti Anda pernah merasakan atau minimal mendengar cerita teman Anda mengenai pasangannya yang posesif. Mulai dari kecemburuan yang berlebihan, ratusan telepon yang tak terjawab karena sedang bekerja, hingga kesulitan untuk bertemu dengan orang lain karena diatur oleh pasangan. Sebenarnya, penyebab pasangan bisa posesif lebih sering dihubungkan dengan masalah emosi dan mental orang tersebut.

1. Attachment disorder

Gangguan kelekatan atau attachment disorder adalah sebuah kelainan mental ketika seseorang sangat terikat dengan pasangan atau orang terdekatnya. Hal tersebut sering membuat dirinya sulit berinteraksi dengan orang asing lainnya.

Orang yang mengidap gangguan ini biasanya mengalami trauma di masa kecil. Pengalaman tersebut membuat mereka tidak mempercayai orang dewasa dan terbawa hingga mereka memiliki pasangan, sehingga menjadi penyebab pasangan posesif.

2. Borderline Personality Disorder (BPD)

BPD adalah gangguan yang sangat serius untuk emosi seseorang. Biasanya, mereka yang mengalami penyakit mental ini sering merasakan takut akan ditinggal, emosi tidak stabil, hingga paranoid terhadap diri sendiri.

Pada saat mereka cemas dan depresi ketika rasa memiliki akan pasangannya memudar, hal tersebut mengubah rasa cinta mereka menjadi rasa ingin mengatur kehidupan pasangan. Oleh karena itu, BPD juga sering disebut sebagai penyebab pasangan dapat posesif.

3. Cemburu buta

Orang yang posesif biasanya sangat mencurigai orang-orang yang ada di sekitar pasangannya. Kecurigaan tersebut berubah menjadi kecemburuan yang berlebihan. Sering kali rasa tersebut membuat mereka menghakimi pasangannya karena telah berselingkuh.

Walaupun pasangan mereka jelas-jelas tidak melakukan hal tersebut, kecemburuan tidak pernah hilang dari sifat posesif mereka. Sebuah riset mengungkapkan bahwa alkohol juga menjadi faktor pendukung gangguan ini.

4. OCD

OCD atau obsessive compulsive disorder adalah gangguan mental ketika seseorang memiliki rasa cemas berlebihan dan terobsesi pada sesuatu, sehingga melakukan tindakan tertentu secara berulang-ulang.

Misalnya, kekhawatiran terhadap kebersihan tubuh, sehingga cenderung membersihkan diri berkali-kali. OCD ternyata juga bisa berdampak pada sebuah hubungan. Orang dengan gangguan ini biasanya membutuhkan kepastian secara terus menerus kepada pasangannya, sehingga menjadi penyebab mengapa dirinya menjadi posesif.

Ternyata, setelah kita mengetahui apa saja yang dapat menjadi penyebab pasangan bisa posesif, tentunya kita harus tahu apa yang semestinya dilakukan. Apabila Anda merasa khawatir dengan pasangan Anda, cobalah untuk mengajaknya bicara dan ajak dia untuk ikut berkonsultasi dengan dokter spesialis. Selain baik untuk Anda, tentunya mengatasi rasa posesif tersebut muncul juga bisa menstabilkan emosi pasangan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Obsessive-Compulsive Disorder: When unwanted thoughts or irresistible actions take over https://www.nimh.nih.gov/health/publications/obsessive-compulsive-disorder-when-unwanted-thoughts-take-over/index.shtml accessed April 10, 2019

Relationship OCD https://iocdf.org/expert-opinions/relationship-ocd/ accessed April 10, 2019

Erotomania https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0010440X02207580?via%3Dihub accessed April 10, 2019.

Be Mine: Dealing with possessiveness in a relationship https://www.psychologytoday.com/us/blog/compassion-matters/201702/be-mine-dealing-possessiveness-in-relationship accessed April 10, 2019

Foto Penulis
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 22/02/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x