backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Love-Hate Relationship, Saat Anda Cinta tapi Juga Benci

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

Love-Hate Relationship, Saat Anda Cinta tapi Juga Benci

Dalam kehidupan sehari-hari, Anda mungkin pernah mengalami perasaan yang bertolak belakang terhadap seseorang atau sesuatu. Perasaan tersebut disebut sebagai love-hate relationship. Kenali ciri-ciri, penyebab, hingga cara mengatasinya di sini.

Apa itu love-hate relationship?

Love hate relationship adalah kondisi psikologis ketika seseorang merasakan perasaan cinta dan benci secara bersamaan terhadap orang lain.

Fenomena ini dapat terjadi dalam berbagai jenis hubungan, baik itu hubungan romantis, pertemanan, maupun dengan diri sendiri. 

Dalam hubungan ini, Anda mungkin merasa tertarik dan mencintai orang tersebut pada satu waktu. Walau begitu, Anda bisa merasa kesal dan membencinya pada waktu yang lainnya. 

Penyebab love-hate relationship

bertengkar dengan pasangan

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab munculnya love-hate relationship. Berikut beberapa di antaranya. 

1. Nilai dan tujuan yang tidak cocok

Saat dua individu memiliki perbedaan nilai-nilai dan tujuan dalam hidup, hal ini dapat menyebabkan ketegangan dan konflik dalam hubungan.

Sebagai contoh, Anda ingin mengutamakan karier, sementara pasangan fokus pada kehidupan pribadi. 

Kondisi ini bisa memicu rasa frustrasi dan ketidakpuasan. Akibatnya, Anda mungkin merasakan cinta dan benci pada saat yang bersamaan. 

2. Masalah komunikasi

Komunikasi yang buruk atau kurang efektif seringkali menjadi pemicu love-hate relationship.

Ketidakmampuan untuk menyampaikan perasaan dan kebutuhan dengan jelas dapat menyebabkan kesalahpahaman dan ketegangan dalam hubungan. 

Sebagai contoh, jika salah satu pasangan tidak merasa didengarkan atau dipahami, hal ini dapat memicu perasaan benci dan kecewa.

Ini juga bisa menjadi salah satu tanda red flag dalam hubungan yang perlu dibicarakan lebih lanjut. 

3. Emosi yang tidak stabil

Tahukah Anda bahwa masalah emosional, seperti trauma masa lalu, ternyata adalah salah satu pemicu love-hate relationship?

Jika Anda atau pasangan memiliki emosi yang tidak stabil dan cenderung merespon dengan reaksi yang impulsif, ini bisa meningkatkan konflik dalam hubungan.

4. Ada konflik yang tidak selesai

Bila Anda dan pasangan punya masalah yang belum selesai, ini tentu bisa menyebabkan konflik berkepanjangan dalam hubungan.

Hal tersebut bisa terjadi ketika salah satu atau kedua pihak terus-menerus menghindar atau menunda untuk menyelesaikan masalah. 

Akibatnya, ada perasaan tidak puas dan kekesalan bisa berkembang menjadi perasaan benci yang mendalam.

Ciri-ciri love-hate relationship

Berikut adalah beberapa ciri dari love-hate relationship yang mungkin tidak Anda sadari.

1. Perubahan emosi yang ekstrem

Ada saat-saat ketika bersama pasangan terasa menyenangkan, tapi ada juga saat-saat ketika Anda tidak tahan dengannya. Ini adalah salah satu ciri love-hate relationship.

Ketika semuanya baik-baik saja, mungkin Anda merasa memiliki pasangan terbaik di dunia. Namun, ketika ada masalah, Anda mungkin bertanya-tanya apakah ia pantas untuk Anda. 

Semua hubungan tentu mengalami naik-turun. Akan tetapi, masalah kecil yang menumpuk biasanya tidak cukup untuk membuat seseorang mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan.

2. Kesulitan membayangkan masa depan bersama

Dalam love-hate relationship, orang-orang yang terlibat di dalamnya sering kali kesulitan untuk membayangkan masa depan bersama. Pasalnya, hubungan ini terasa begitu labil. 

Sebagai contoh, Anda mungkin tengah memikirkan masa depan hubungan dan bingung apakah pasangan ingin menjalani hubungan ini dalam jangka panjang.

Itu sebabnya, Anda dan pasangan perlu berbicara soal komitmen jangka panjang untuk mengetahui jawabannya.

3. Sering merasa frustrasi

Mengingat ada begitu banyak masalah yang tidak selesai, love-hate relationship cenderung memicu sakit hati. Hal ini tentu terlepas dari seberapa Anda mencintai pasangan atau seberapa bergairahnya hubungan ini. 

Cobalah pikirkan tentang bagaimana perasaan Anda di sekitar pasangan. Apakah terasa lebih banyak sakit hati ketimbang kasih sayang? Jika iya, ini menjadi pertanda Anda menjalani hubungan cinta dan benci. 

4. Tidak percaya dengan pasangan

Apakah Anda merasa sulit percaya kepada pasangan dan mudah merasa cemburu? Sebagai contoh, Anda atau pasangan tidak suka melihat satu sama lain berbicara atau berinteraksi dengan orang lain.

Kemarahan bisa menjadi pemicu pertengkaran dalam hubungan ini. Anda pun jadi sering bertengkar dan membenci satu sama lain tanpa menyadarinya. 

Cara memperbaiki love-hate relationship

bertengkar dengan pasangan

Ada beragam cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi love-hate relationship agar hubungan menjadi lebih lebih sehat. Berikut beberapa contohnya.

1. Komunikasi yang lebih terbuka

Salah satu langkah pertama dalam memperbaiki hubungan seperti ini adalah memiliki komunikasi yang terbuka. Cobalah mengungkapkan perasaan dan pikiran Anda dengan jujur.

Jangan lupa dengarkan apa yang ingin disampaikan oleh pasangan. Komunikasi yang baik membantu mengurangi kesalahpahaman di dalam hubungan. 

2. Menerima keterbatasan

Setiap hubungan pasti memiliki masalah dan ketidaksempurnaan. Penting untuk menerima bahwa pasangan Anda juga memiliki kelebihan dan kelemahan.

Menghargai perbedaan dan keterbatasan satu sama lain dapat membantu memperkuat ikatan emosional dan mengurangi konflik.

3. Menetapkan batasan

Usahakan untuk saling menghormati dan diskusikan bersama pasangan mengenai apa yang bisa diterima dan apa yang tidak dalam hubungan.

Ini semata-mata bertujuan untuk mencegah kesalahpahaman dan konflik yang tidak perlu dari love-hate relationship.

4. Berusaha untuk memahami

Cobalah untuk melihat situasi dari sudut pandang pasangan. Berempati dan mencoba memahami perasaan serta pikiran mereka dapat membantu meningkatkan rasa saling pengertian dalam hubungan ini. 

5. Berkompromi

Tidak selalu ada pemenang atau pecundang dalam sebuah argumen. Pada akhirnya, fondasi dari hubungan yang langgeng dan kuat adalah tercapainya tujuan bersama.

Berusaha untuk mencapai titik tengah atau berkompromi dalam situasi konflik dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan kedekatan dalam hubungan.

6. Pergi ke terapis atau konselor

Jika Anda berdua kesulitan untuk menyelesaikan masalah dalam hubungan, tidak ada salahnya untuk mencari bantuan dari pihak luar seperti terapis atau konselor.

Mereka dapat memberikan pandangan objektif dan strategi yang berguna untuk mengatasi konflik dalam hubungan. 

7. Sabar dan telaten

Memperbaiki hubungan tidak akan terjadi dalam semalam. Butuh waktu, kesabaran, dan kerja keras dari kedua belah pihak.

Bersikap sabar dan telaten dalam mengatasi masalah akan membantu memperkuat hubungan Anda dan pasangan secara keseluruhan.

Love-hate relationship merupakan suatu fenomena kompleks di dalam dunia hubungan manusia.

Dengan komunikasi yang baik, kesadaran diri yang kuat, dan komitmen untuk saling mendukung, fenomena ini justru bisa membangun keintiman antara Anda dan pasangan.

Kesimpulan

  • Love-hate relationship adalah kondisi psikologis ketika seseorang merasakan perasaan cinta dan benci secara bersamaan terhadap orang lain.
  • Penyebabnya bisa berasal dari masalah komunikasi, emosi yang tidak stabil, hingga masalah yang belum usai.
  • Anda dan pasangan bisa memperbaiki hubungan ini dengan komunikasi yang lebih terbuka, berkompromi, menetapkan batasan terhadap satu sama lain, hingga pergi ke konselor bila perlu.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Aprinda Puji · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan