home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mungkinkah Kita Bertemu Tambatan Hati pada Waktu yang Salah?

Mungkinkah Kita Bertemu Tambatan Hati pada Waktu yang Salah?

Ada banyak alasan di balik gagalnya hubungan asmara. Anda mungkin merasa begitu cocok dengan seseorang, tetapi terhalang karier, tuntutan keluarga, atau tempat tinggal. Singkatnya, Anda kini bertemu dengan orang yang tepat pada waktu yang salah sehingga membangun hubungan asmara menjadi suatu hal yang mustahil.

Di sisi lain, ada orang-orang yang telah menikah selama bertahun-tahun, tetapi ternyata tidak bahagia dengan pasangannya. Mereka tampak mengalami situasi yang terbalik dengan Anda, yakni bertemu orang yang salah pada waktu yang tepat. Kedua ungkapan ini begitu umum terdengar, tapi apa yang menjadi penyebabnya?

Leon F. Seltzer, Ph.D., psikolog klinis yang pernah menjadi pengajar di Queens College dan Cleveland State University Amerika Serikat, membagikan hasil analisisnya sebagai berikut.

Bertemu orang yang salah pada waktu yang tepat

alasan takut menikah

Leon dan ratusan terapis di luar sana mungkin sudah sering menemui kasus pasangan yang lama menikah, tapi tidak pernah merasa bahagia. Tidak jarang, akar masalah pernikahan tersebut ternyata berawal jauh sebelum hubungan dimulai.

Kecocokan menjadi salah satu alasan utama untuk menjalin hubungan asmara, baik itu berpacaran atau menikah.

Prinsip, kepribadian, serta perilaku Anda dan pasangan berbaur dengan sangat baik sehingga menciptakan rasa percaya.

Perbedaan karakter tidak membuat Anda berdua merasa terancam. Sebaliknya, Anda dan pasangan tidak lagi terlalu kritis antara satu sama lain dan mampu menerima. Anda saling sepakat dan melengkapi sehingga hubungan asmara berjalan dengan baik.

Sayangnya, banyak hubungan dibangun bukan karena cocok melainkan keterpaksaan. Pada banyak kasus, seseorang terjebak dalam keluarga yang tidak harmonis dan penuh kekerasan sehingga ia siap melakukan apa pun untuk keluar dari rumahnya.

Saat ia sudah cukup dewasa dan ada seseorang yang peduli kepadanya, ia rela segera menikah agar pasangannya bisa ‘menyelamatkannya’ dari keluarganya sendiri.

Di sisi lain, mereka justru tidak cocok atau pasangannya malah melakukan kekerasan.

Menurut Leon, inilah yang terjadi bila Anda bertemu orang yang salah pada momen yang tepat. Anda mungkin telah siap menikah atau membangun keluarga. Akan tetapi, hal buruk yang pernah Anda alami akhirnya membuat Anda putus asa.

Rasa putus asa tersebut tanpa disadari membuat Anda rela berkomitmen dengan orang yang salah, sebab Anda merasa waktunya sudah tepat.

Pada akhirnya, Anda terjebak dalam siklus hubungan yang tidak sehat dan perlu berupaya keras untuk memperbaikinya.

Bertemu tambatan hati pada waktu yang salah

pertanyaan penting sebelum menikah

Pada hubungan yang lain, penyebab masalah bukanlah pasangan melainkan waktu.

Pernahkah Anda merasa sangat cocok dengan seseorang sehingga Anda tidak harus berpikir berulang kali bahwa dialah pasangan ideal Anda? Namun, kali ini Anda merasa bahwa hubungan ini belum tentu berjalan baik.

Anda mungkin merasa terlalu muda untuk menikah, masih ingin melanjutkan pendidikan di negara lain, baru saja putus atau bercerai, dan lain-lain. Tidak jarang, restu orangtua dan tempat tinggal yang jauh juga menjadi kendala dalam membangun jalinan asmara.

Situasi ini mungkin membuat Anda merasa bertemu orang yang tepat pada momen yang salah.

Meski tak ada yang namanya pasangan sempurna, kini timbul satu pertanyaan: apakah Anda rela kehilangan kesempatan berharga ini hanya karena waktu yang tidak tepat?

pacaran dengan mantan sahabat

Menurut Leon, tidak ada waktu yang salah begitu Anda sudah menemukan seseorang yang tepat. Jika Anda dan pasangan betul-betul saling mencintai serta menghargai satu sama lain, ada 1001 cara yang bisa Anda tempuh untuk mewujudkan hubungan ini.

Anda dan pasangan tahu bahwa hubungan seperti inilah yang Anda berdua inginkan.

Pada kasus seperti ini, pasangan biasanya akan akan mencari cara untuk mengubah rencana awal mereka. Mereka pun berkompromi untuk meraih tujuan yang lebih besar, yakni hubungan asmara yang harmonis.

Anda tidak akan bertemu seseorang yang tepat alias si tambatan hati pada waktu yang salah, sebab orang yang tepat tidak lekang oleh waktu.

Orang yang tepat akan membuat Anda merombak ulang rencana awal yang sudah Anda buat, dan ia akan berjalan beriringan bersama Anda.

Waktu berlalu begitu cepat saat Anda bersama dengan orang yang tepat. Anda tidak perlu pusing meluangkan jadwal bertemu karena ia sudah ada dalam jadwal tersebut.

Ia adalah bagian dari Anda dan ia juga yang membuat kebahagiaan Anda berlipat ganda. Ia adalah si tambatan hati.

Cara menghindari keputusan salah dalam menjalin asmara

denny sumargo dan dita soedarjo gagal menikah

Menjalin asmara tidaklah semudah kedengarannya. Luapan perasaan, kebimbangan, hingga pengalaman sebelumnya bisa memengaruhi Anda dalam mengambil keputusan.

Keputusan yang salah tentu akan berdampak panjang terhadap hubungan Anda.

Dilansir dari laman Psych Alive, berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar Anda tidak bertemu dengan orang yang salah pada waktu yang tepat sekalipun.

  • Memahami pola Anda saat menjalin asmara, termasuk apa yang Anda harapkan dari seorang pasangan dan apa alasan Anda putus sebelumnya.
  • Mencoba membuka kesempatan dengan orang yang berbeda.
  • Mendengarkan saran dari orang-orang terdekat.
  • Menghalau pikiran-pikiran negatif dari diri sendiri.
  • Tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
  • Mengikuti konseling pernikahan bila perlu.

Menemukan si tambatan hati tanpa terjebak waktu yang salah memang tidak mudah, tapi inilah yang mendebarkan. Anda mungkin saja sudah pernah bertemu dengannya, atau mungkin juga belum.

Namun, yang jelas ketika Anda bertemu dengan orang yang tepat, Anda berdua akan saling menemukan bahagia pada diri satu sama lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wrong Person, Right Time vs. Right Person, Wrong Time. (2020). Retrieved 19 March 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/evolution-the-self/201811/wrong-person-right-time-vs-right-person-wrong-time

How to Stop Making the Wrong Relationship Choices. (2011). Retrieved 19 March 2020, from https://www.psychalive.org/relationship_advice/

Dating Tips for Finding the Right Person. (2018). Retrieved 19 March 2020, from https://www.helpguide.org/articles/relationships-communication/tips-for-finding-lasting-love.htm

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 12/04/2020
x