Berapa Perbedaan Jarak Usia Pasangan Agar Pernikahan Langgeng?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Percayakah Anda kalau rumah tangga seseorang bisa jadi langgeng dan harmonis bila suami dan istri punya jarak usia yang ideal? Biasanya jarak usia yang dimaksud adalah laki-laki lebih tua beberapa tahun dari istrinya. Teorinya, dengan jarak usia tersebut kedua pasangan sudah berada dalam tingkat kedewasaan dan kesiapan yang matang untuk membina sebuah keluarga. Namun, apa benar ada jarak usia pasangan untuk menikah yang ideal? Apa akibatnya kalau menikah dengan jarak usia yang kurang ideal? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Berapa idealnya jarak usia pasangan untuk menikah?

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Emory University di Atlanta, semakin besar jarak usia pasangan, semakin besar kemungkinan pasangan tersebut tidak langgeng. Penelitian tersebut menganalisis 3.000 orang. Kemudian ditemukan bahwa pasangan yang menikah dengan perbedaan usia lima tahun, punya risiko 18 persen lebih besar akan berpisah daripada pasangan yang menikah dengan usia yang sama.

Lalu, angka tersebut naik menjadi 39 persen untuk pasangan suami istri dengan jarak untuk usia menikah 10 tahun. Menarik dan mengejutkannya lagi, kemungkinan bercerai akan meningkat 95 persen bagi mereka yang menikah dengan jarak usia 20 tahun.

Terakhir, pasangan dengan beda usia satu tahun, potensi bercerainya hanya tiga persen. Jadi penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin sedikit jarak usia untuk menikah, akan semakin bertahan lama hubungan tersebut.

Usia ideal seseorang untuk menikah

Banyak lembaga bantuan hukum nasional yang merasa keberatan dengan standar usia menikah yang terlalu rendah. Atas sejumlah alasan di atas, YKP dan Yayasan Pemantauan Hak Anak (YPHA) sempat meminta Mahkamah Konstitusi untuk menaikkan batas minimal usia menikah bagi perempuan menjadi 18 tahun. BKKBN sendiri menilai usia ideal menikah minimal untuk perempuan Indonesia adalah 21 tahun.

Pendapat ini seperti diamini oleh sejumlah penelitian mancanegara. Data statistik dari berbagai studi menyarankan Anda untuk sabar menunggu dalam beberapa tahun. Sebuah studi terbitan Journal of Social and Personal Relationship tahun 2012 mengatakan bahwa 25 tahun adalah usia untuk menikah yang paling ideal. Sementara itu, Biro Sensus AS pada tahun 2013, misalnya, melaporkan bahwa usia ideal menikah untuk pertama kalinya adalah sekitar usia 27 tahun untuk perempuan dan 29 untuk si pria.

Pada Juli 2015 lalu, profesor sosiologi asal University of Utah, Nicholas Wolfinger, melaporkan bahwa usia ideal menikah terbaik adalah sekitar 28-32 tahun, setelah menganalisis data dari data sensus di Amerika sepanjang tahun 2006-2010 dan 2011-2013.

Pada akhirnya, usia bukan penentu langgeng atau tidaknya pernikahan

Tidak semua perbedaan jarak usia untuk menikah itu menjadi faktor pasti dari kelanggengan hubungan Anda. Pada nyatanya, beda usia seseorang belum tentu langsung berkaitan dengan caranya menyikapi masalah pernikahan dan kelanggengan hubungan tersebut.

Maka, diharapkan bagi Anda yang ingin melangsungkan pernikahan dan hidup bahagia, untuk mantap dan yakin melakukannya. Hal ini bisa diantisipasi dari awal untuk membahas hal apa saja yang wajib dan penting untuk didiskusikan bersama. Pada dasarnya, pernikahan bisa berjalan langgeng karena didasarkan oleh cinta, pengertian, toleransi, kenyamanan, dan rasa syukur yang dibangun oleh pasangan suami istri itu sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit