Rasa Cemas dan Khawatir Dapat Membuat Tubuh Jatuh Sakit

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kecemasan dan rasa khawatir wajar dimiliki oleh setiap orang. Namun tanpa disadari, kecemasan ternyata dapat mempengaruhi tubuh dan menyebabkan Anda menjadi sakit secara fisik. Tapi, bagaimana caranya?

Ternyata, pengalaman yang buruk dapat menyebabkan tubuh mengaktifkan respon stres yang akan menyebabkan perubahan emosional dalam tubuh. Akibatnya, perubahan emosional tersebut dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangani ancaman (salah satunya dalam bentuk stres). Dan biasanya, saat stres terjadi, tubuh akan mencoba untuk memulihkan keadaan tersebut.

Namun, jika stres terlalu sering terjadi, maka tubuh akan memerlukan waktu lebih lama untuk pulih. Akibatnya, tubuh akan berada dalam keadaan “siaga”. Ketika tubuh sudah dalam keadaan “siaga” terlalu lama, maka kinerja tubuh akan terganggu yang dapat menyebabkan berbagai macam masalah fisik, psikologis, dan emosional. Permasalahan tersebut tentunya dapat melibatkan banyak sistem, organ, dan kelenjar yang dipengaruhi oleh respon stres.

BACA JUGA: Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Stres

Bagaimana rasa cemas dan khawatir dapat menyebabkan tubuh sakit?

Berikut adalah beberapa cara kecemasan dapat membuat Anda sakit:

Respon stres

Berdasarkan sebuah studi, kecemasan dapat membuat terganggunya produksi hormon serotonin dan adrenalin. Akibatnya, ketika Anda merasa khawatir, Anda akan mengalami mual. Hal tersebut terjadi karena ketika Anda merasa cemas, usus Anda akan mengirimkan pesan ke otak bahwa Anda harus merasa takut dan menyebabkan mual.

Usus dan tekanan perut

Tanpa disadari, rasa khawatir dapat menyebabkan banyak tekanan pada perut, termasuk asam lambung. Hal ini dapat berpengaruh terhadap proses pencernaan makanan dan air dalam tubuh. Sehingga sering kali, ketika Anda merasa cemas, Anda akan merasa ada sesuatu yang salah terjadi pada perut Anda.

Penyakit ringan

Setiap harinya, tubuh Anda bertempur melawan kuman, virus, atau bahkan bakteri yang akan dan telah masuk pada tubuh. Dan ternyata, tanpa disadari, kecemasan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya dapat menyebabkan perasaan sakit, seperti mual, batuk, flu, kelenjar getah bening bengkak, lidah terasa kering, pusing, atau perut terasa sakit.

BACA JUGA: Awas, Stres Berdampak Fatal Pada Penderita Diabetes

Sebenarnya, gejala yang muncul akibat kecemasan tersebut tidak berbahaya. Gejala sakit tersebut terjadi muncul sebagai respon tubuh melawan stres atau rasa khawatir yang sedang dialami. Meskipun begitu, tetap saja gejala sakit yang dialami akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Penderita kecemasan kronis dapat merasa khawatir dan cemas terus menerus

Setiap orang merasakan cemas dengan alasan yang berbeda-beda. Biasanya rasa khawatir ini dipicu oleh situasi seperti menjelang ujian, sebelum kencan pertama, sebelum berbicara di depan banyak orang, dan sebagainya. Namun bagi penderita gangguan kecemasan alias anxiety disorder, kecemasan sering kali datang tanpa penyebab yang jelas, dan serangannya muncul dan hilang terus menerus dalam kurun waktu bertahun-tahun.

Orang yang mengalami kecemasan kronis akan mengalami periode kesedihan dan pesimisme yang berkepanjangan, ketegangan yang tidak pernah usai, dan sinisme atau kecurigaan yang tidak putus-putus. Ternyata, hal tersebut dapat membuat Anda berisiko dua kali lipat terserang penyakit termasuk asma, artritis, sakit kepala, tukak lambung, dan penyakit jantung.

Jadi, sudah jelas bahwa terlalu banyak stres dapat membuat seseorang merasa sakit. Hal tersebut terjadi karena hormon stres dapat mempengaruhi sistem saraf tubuh dan sistem lainnya seperti organ dan kelenjar dalam tubuh. Selain itu, stres yang berkepanjangan akan diikuti oleh penyakit atau flu karena hormon stres dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih rentan terhadap kuman, bakteri, ataupun virus.

Sehingga, jika ada pertanyaan apakah kecemasan dapat menyebabkan sakit? Jawabannya sangat jelas, yaitu: ya.

BACA JUGA: Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Ampuh Kembalikan Konsentrasi Akibat Kewalahan Kerja

Susah konsentrasi akibat kewalahan kerja? Jangan sampai produktivitasmu terganggu, segera atasi dengan 4 cara berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Punya orangtua yang sulit diajak kompromi memang bikin pusing. Jangan emosi! Begini cara bijaknya menghadapi orangtua yang suka memojokkan anak sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala Thalassophobia atau Fobia terhadap Laut, Serta Cara Mengatasinya

Thalassophobia adalah kondisi saat seseorang mengalami rasa takut yang luar biasa terhadap lautan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Gangguan Kecemasan 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Xenophobia, Rasa Takut yang Dapat Berubah Menjadi Tindak Diskriminasi

Xenophobia adalah bentuk ketakutan pada orang asing atau orang yang dianggap berbeda. Simak informasi mengenai xenofobia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Kecemasan 21 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

patah hati menyebabkan kematian

Benarkah Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
apatis

Mengenali Ciri-ciri Sikap Apatis dan Cara Mengatasi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit