home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Nyaman, Sih, tapi Ini Akibatnya Jika Membaca Sambil Tiduran

Nyaman, Sih, tapi Ini Akibatnya Jika Membaca Sambil Tiduran

Mayoritas orangtua pasti sering mengingatkan kita agar tidak membaca sambil tiduran, dibarengi dengan peringatan, “Itu bisa merusak mata kalian.” Usut punya usut, omongan orangtua kita ternyata ada benarnya, lho. Walaupun tidak secara langsung membahayakan, membaca sambil tidur-tiduran memang memiliki efek samping. Kira-kira, apa saja efek sampingnya? Lalu, seperti apa seharusnya posisi membaca yang benar?

Mengapa tidak boleh membaca sambil tiduran?

Kebiasaan membaca dengan posisi berbaring, entah di tempat tidur atau sofa, memang sering kali terasa lebih nyaman untuk dilakukan. Namun, tak jarang kita mendengar nasihat untuk tidak membaca sambil tiduran karena berpotensi mengganggu kesehatan mata, seperti risiko terkena rabun jauh. Sebenarnya, apa benar posisi membaca berpengaruh pada kesehatan mata?

Dikutip dari buku Kontroversi 101 Mitos Kesehatan, posisi membaca sambil berbaring memang dapat merusak mata, tapi tidak serta-merta menyebabkan rabun jauh. Apabila memiliki keluarga yang sebagian besar menderita rabun jauh, Anda tetap berisiko meski tidak membaca dengan posisi berbaring.

Akan tetapi, posisi membaca sambil tiduran sendiri memang tidak disarankan karena jarak baca menjadi tidak ideal.

Jadi, pada saat kita berbaring telentang sambil membaca buku, mata kita akan tertuju pada sudut yang tidak biasa. Selain itu, Anda juga cenderung membaca dalam jarak yang sangat dekat ketika berbaring.

Padahal, jarak ideal membaca seharusnya berkisar 15 inci atau 30 cm dari mata kita. Sudut terbaik untuk memegang buku atau bahan bacaan juga sebaiknya terletak 60 derajat dari mata kita. Nah, jarak dan sudut terbaik tersebut tidak akan bisa dicapai jika kita membaca sambil berbaring.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan jarak dan sudut yang ideal, Anda tidak bisa membaca sambil berbaring. Ketika melakukannya, Anda harus mengorbankan jarak atau sudut pandang yang ideal, entah itu membaca lebih dekat atau tidak peduli dengan sudut mata kita.

Akibat membaca dengan jarak dan sudut yang tidak ideal

Memangnya, apa risiko dari membaca dengan jarak dan posisi yang tidak benar? Pengaruhnya adalah pada otot di sekitar mata Anda. Jika kita memegang bahan bacaan dengan posisi yang kurang tepat, hal itu dapat mengakibatkan otot di sekitar mata menegang. Kondisi ini bisa menyebabkan mata lelah alias astenopia.

Kondisi ini biasanya merupakan pertanda mata Anda kelelahan akibat dipaksa membaca dengan posisi kurang nyaman. Anda bisa merasakannya ketika mata mulai kesulitan berpindah dari kalimat satu ke kalimat lainnya saat sedang membaca.

Anda tidak perlu khawatir karena kemungkinan besar kondisi mata lelah tidak akan berdampak permanen terhadap kesehatan mata Anda. Namun, perlu diingat bahwa membaca sambil tiduran juga akan menyebabkan gejala-gejala yang membuat tidak nyaman. Berikut adalah gejalanya:

Jika gejala-gejala ini muncul setelah kalian terlalu sering membaca sambil berbaring, sebaiknya Anda coba berkonsultasi mengenai kondisi tersebut dengan dokter.

Tips membaca yang baik untuk kesehatan mata

Idealnya, posisi membaca yang baik adalah duduk dan jarak antara mata dengan bacaan hingga 30 cm. Namun, tentu rasanya tidak senyaman dengan membaca sambil tiduran.

Jika sulit rasanya bagi Anda untuk tidak tiduran ketika membaca, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasatinya, seperti:

  • Ganti posisi ketika membaca sambil berbaring, berikan bantalan atau apa pun yang dapat menjadi penyokong untuk membaca dalam sudut yang lebih nyaman
  • Usahakan untuk tidak membaca dengan penerangan yang terlalu terang ataupun redup
  • Batasi waktu membaca. Membaca sambil tiduran berjam-jam mungkin tidak akan terasa, tapi jika diteruskan, gejala mata lelah bisa saja muncul.
  • Konsultasikan ke dokter apabila kondisi mata sudah tidak nyaman untuk membaca.

Bagaimana mengobati rasa tidak nyaman akibat membaca sambil tiduran?

Apabila memang posisi ternyaman Anda ketika membaca dan lebih mudah untuk mengerti adalah dengan berbaring, seharusnya Anda sudah siap untuk menghadapi gejala-gejala yang akan membuat Anda tidak nyaman.

Jadi, jika gejala-gejala tersebut terus menghantui Anda, berikut tips untuk mengatasi sakit mata akibat berbaring sambil membaca.

  • Usahakan untuk mendapatkan durasi tidur selama 8 jam. Hal tersebut dapat membantu memulihkan kelelahan pada mata Anda.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang baik untuk kesehatan mata, seperti ikan dengan omega-3 yang tinggi.
  • Setelah membaca selama berjam-jam, cobalah untuk menutup mata Anda sebentar karena akan mengistirahatkan ketegangan otot mata.
  • Hindari meneruskan membaca jika Anda sudah lelah atau mengantuk. Terlalu memaksakan diri untuk membaca saat mengantuk justru membuat Anda cenderung mendekatkan mata ke bacaan, sehingga jarak pandang semakin dekat.

Sekalipun nyaman, nyatanya membaca sambil tiduran lebih berisiko terhadap kesehatan mata Anda dibandingkan posisi ideal seharusnya. Sebaik-baiknya posisi membaca ternyata adalah duduk dengan postur yang benar. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan jarak pandang dan sudut membaca yang paling ideal, serta menghindari risiko mata lelah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Can Reading While Laying Down Be Harmful to Your Eyes? – Raleigh Eye Center. (2018). Retrieved October 14, 2020, from https://raleigheyecenter.com/blog/can-reading-while-laying-down-be-harmful-to-your-eyes 

Is reading whilst lying down bad for your eyes? – OpticalExpress. (2019). Retrieved October 14, 2020, from https://www.opticalexpress.co.uk/magazine/article/is-reading-whilst-lying-down-bad-for-your-eyes#:~:text=Your%20eyes%20have%20to%20focus,to%20a%20condition%20called%20asthenopia.&text=Reading%20whilst%20in%20a%20horizontal,the%20muscles%20around%20the%20eyes

Is Reading While Lying Down Bad For The Eyes? – Shinagawa Lasik & Aesthetics. (2019). Retrieved October 14, 2020, from https://shinagawa.ph/is-reading-while-lying-down-bad-for-the-eyes/ 

Shariff, A., Melender, RF. (2020). Asthenopia – EyeWiki. Retrieved October 14, 2020, from https://eyewiki.aao.org/Asthenopia 

Vimont, C. (2020). Eye Strain: How to Prevent Tired Eyes – American Academy of Ophthalmology. Retrieved October 14, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-eye-strain 

Eyestrain – Mayo Clinic. (2020). Retrieved October 14, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/eyestrain/symptoms-causes/syc-20372397 

Wahjuni, FR. (2012). Kontroversi 101 Mitos Kesehatan. Penebar Plus+.

Han, C. C., Liu, R., Liu, R. R., Zhu, Z. H., Yu, R. B., & Ma, L. (2013). Prevalence of asthenopia and its risk factors in Chinese college students. International journal of ophthalmology, 6(5), 718–722. https://doi.org/10.3980/j.issn.2222-3959.2013.05.31

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 05/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x