home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tak Hanya Kacamata Plus, Rabun Dekat Bisa Diatasi dengan Pengobatan Lain

Tak Hanya Kacamata Plus, Rabun Dekat Bisa Diatasi dengan Pengobatan Lain

Mata plus atau rabun dekat (hipermetropi) menyebabkan seseorang kesulitan melihat benda dari jarak dekat dengan jelas. Meskipun gejalanya mirip dengan penurunan penglihatan pada mata tua (presbiopi), rabun dekat bisa dialami oleh setiap usia. Cara mengatasi rabun dekat yang utama adalah dengan penggunaan kacamata plus. Namun, ada pula cara lain untuk mengobati mata plus. Apa saja pilihannya?

Cara mengatasi rabun dekat tanpa operasi

Rabun dekat terjadi ketika cahaya yang dibiaskan dari bagian depan mata melalui kornea dan lensa malah jatuh di bagian belakang retina. Padahal untuk dapat mengirimkan sinyal yang jelas ke otak, cahaya harusnya jatuh tepat di retina.

Maka dari itu, orang dengan rabun dekat dapat melihat benda dari jarak jauh dengan jelas, tapi tidak bisa melihat benda dari jarak dekat dengan jelas.

Gangguan refraksi mata ini disebabkan oleh bentuk bola mata yang lebih pendek sehingga jarak antara lensa mata dengan retina menjadi terlalu dekat. Selain itu, penyakit yang memengaruhi fungsi saraf optik juga berisiko menyebabkan rabun dekat.

Secara umum, terdapat 2 cara untuk mengobati mata plus tanpa operasi, yaitu:

1. Kacamata plus

Cara utama mengatasi rabun dekat adalah menggunakan kacamata plus. Kacamata plus adalah kacamata dengan lensa konveks (cembung), jenis yang sama dengan lensa kacamata baca.

Menurut American Academy of Ophthalmology, kacamata plus mengobati rabun dekat dengan cara menyesuaikan bentuk bola mata yang memendek atau memperbaiki masalah kelengkungan kornea. Ini dilakukan agar cahaya bisa fokus dibiaskan tepat pada retina. Dengan begitu, Anda bisa kembali melihat objek dekat dengan jelas.

Untuk rabun dekat yang tergolong ringan, biasanya mata penderita masih bisa menyesuaikan dalam mefokuskan cahaya pada retina sehingga tidak membutuhkan kacamata atau lensa kontak plus.

2. Lensa kontak

Lensa kontak mata plus

Selain kacamata plus, penggunaan lensa kontak juga bisa membantu memfokuskan cahaya untuk jatuh tepat di retina. Lensa kontak tersedia dalam bahan lunak, keras, hingga bahan yang menyerap gas. Dalam mengobati mata plus, pilihlah lensa kontak dengan bahan yang paling nyaman.

Penggunaan lensa kontak ini dipasangkan langsung pada bagian depan mata. Maka dari itu, lensa kontak tidak direkomendasikan untuk anak-anak yang masih kesulitan menggunakannya.

Jika diketahui Anda juga kesulitan melihat benda jarak jauh (miopi) dan kondisinya sudah cukup mengganggu, Anda perlu menggunakan jenis lensa bifokal, trifokal, atau lensa progresif. Lensa ini terdiri dari lensa plus dan minus sekaligus sehingga bisa mengatasi gangguan fokus mata jarak dekat dan jauh.

Supaya penggunaan lensa kontak dan kacamata plus bisa optimal, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan refraksi mata sehingga Anda bisa mendapatkan resep kacamata dengan ukuran yang tepat.

Cara mengatasi rabun dekat dengan operasi

Selain menggunakan lensa kontak dan kacamata plus, Anda juga bisa mengobati mata plus dengan metode operasi refraksi mata. Hal ini memungkinkan Anda untuk terbebas dari kacamata.

Namun, yang perlu diperhatikan, mengatasi rabun jauh dengan cara operasi biasanya hanya direkomendasikan untuk mereka yang kondisinya parah atau terus mengalami perburukan seiring berjalannya waktu.

Operasi untuk hipermetropi dilakukan dengan tujuan memperbaiki kelengkungan kornea mata. Terdapat 3 metode operasi yang biasanya dilakukan untuk rabun dekat, yaitu:

  • Laser-assisted in situ keratomileusis (LASIK)
    LASIK merupakan operasi refraksi yang efektif dalam memperbaiki gangguan fokus mata. Operasi ini dapat memperbaiki kondisi hipermetropi tinggi yang mencapai di atas +4 D (ditropi). Efektivitasnya bisa berlangsung selama 5 tahun.Dalam prosedur LASIK, ahli bedah mata akan membuat lipatan tipis pada kornea. Kemudian laser digunakan untuk menyesuaikan bentuk kelengkungan kornea sehingga bisa memfokuskan cahaya pada retina. Pemulihan LASIK berlangsung lebih cepat dibandingkan operasi refraksi lainnya.
  • Laser-assisted subepithelial keratectomy (LASEK)
    Berbeda dengan LASIK, dalam memperbaiki hipermetropi dengan LASEK dokter akan membuat lapisan tipis pada bagian luar kornea, yaitu lapisan epitelium. Laser selanjutnya digunakan untuk mengubah bentuk lapisan luar kornea, memperbaiki kelengkungan, dan mengganti lapisan epitelium.
  • Photorefractive keratectomy (PRK)
    Prosedur untuk mengobati mata plus mirip dengan LASEK. Laser tetap digunakan untuk mengubah bentuk kelengkungan kornea. Namun, dalam PRK, lapisan epitelium sepenuhnya akan diangkat.Lapisan epitelium tidak diganti karena dapat tumbuh kembali dan menyesuaikan dengan bentuk kornea yang telah diperbaiki. Hal ini yang menyebabkan proses pemulihan operasi rabun dekat ini lebih lama dibandingkan operasi refraksi lainnya.

Penting untuk diketahui, bahwa mengobati mata plus melalui operasi tidak selalu memberikan hasil yang diinginkan. Setiap prosedur operasi refraksi memiliki risiko efek samping. Setelah operasi, Anda bisa saja masih memiliki risiko mengalami rabun dekat. Konsultasikanlah dengan dokter Anda mengenai efek samping, risiko, dan manfaat terbaiknya.

Tips mengatasi mata plus sehari-hari

Membaca jarak dekat dengan kacamata plus

Rabun dekat sebenarnya bukanlah penyakit mata, melainkan gangguan fokus mata. Namun, Anda masih bisa mencegah kondisi rabun dekat yang Anda alami supaya tidak semakin parah.

Perawatan sehari-hari yang bisa dilakukan sebagai cara mengatasi rabun dekat adalah dengan menjaga kesehatan mata, seperti:

  • Menggunakan kacamata antiradiasi untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet saat beraktivitas di luar
  • Makan makanan yang bernutrisi untuk kesehatan mata, seperti makanan tinggi vitamin A atau sumber makanan tinggi asam lemak, seperti tuna dan salmon
  • Pastikan ruangan Anda memiliki penerangan yang cukup
  • Istirahatkan mata saat membaca, menonton, belajar atau bekerja, terutama saat menggunakan perangkat elektronik, seperti gadget atau komputer. Alihakan pandangan mata untuk fokus melihat objek lain setiap 20 menit sekali.
  • Melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama untuk anak-anak. Lakukan pemeriksaan setidaknya dua kali dalam setahun.

Jika Anda merasakan gangguan penglihatan yang menunjukan tanda-tanda mata plus seperti harus menjauhkan objek dari depan mata setiap melihat, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

Dokter akan menentukan cara mengobati mata plus yang terbaik untuk Anda, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan mata.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Castagno, V., Fassa, A., Carret, M., Vilela, M., & Meucci, R. (2014). Hyperopia: a meta-analysis of prevalence and a review of associated factors among school-aged children. BMC Ophthalmology, 14(1). https://doi.org/10.1186/1471-2415-14-163

Upadhyay, S. (2015). Myopia, hyperopia and astigmatism: a complete review with view of differentiation. Int. J. Sci. Res.(IJSR)4(8). Available at https://www.ijsr.net/archive/v4i8/SUB157086.pdf

American Optometric Association. (2020). Hyperopia (farsightedness). Retrieved 16 September 2020, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/hyperopia?sso=y

National Eye Institute. (2020). Farsightedness (Hyperopia). Retrieved 16 September 2020, from https://www.nei.nih.gov/learn-about-eye-health/eye-conditions-and-diseases/farsightedness-hyperopia

Mayo Clinic. (2020). Farsightedness – Symptoms and causes. Retrieved 16 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/farsightedness/symptoms-causes/syc-20372495

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 22/12/2020
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x