backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

5 Cara Cepat Hilangkan Mata Bintitan yang Mengganggu

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 12/10/2022

5 Cara Cepat Hilangkan Mata Bintitan yang Mengganggu

Hampir semua orang pernah mengalami mata bintitan. Walau tampaknya tidak begitu serius dan benjolan yang muncul berukuran kecil, mata bintitan bisa sangat mengganggu hari-hari Anda. Ini karena mata bintitan dapat menimbulkan rasa nyeri maupun mengganggu penampilan. Itu sebabnya, Anda perlu tahu cara yang cepat dan ampuh untuk mengobati mata bintitan. Simak tipsnya, yuk!

Mengenali tanda-tanda mata bintitan

Cara mengobati mata bintitan

Mata bintitan, dikenal dengan istilah medis hordeolum, adalah kondisi yang biasanya muncul secara bertahap dalam hitungan hari.

Awalnya mata Anda akan terasa tidak nyaman, seperti ada yang mengganjal atau seolah mata Anda kelilipan sesuatu.

Selanjutnya, pada kelopak mata Anda akan muncul benjolan kecil kemerahan yang mirip seperti jerawat.

Jika kondisi cukup parah, benjolan ini bisa berisi nanah dan membengkak dalam waktu sekitar tiga hari.

Ketika muncul bintitan pada kelopak mata, biasanya mata Anda akan terasa berair dan sedikit sakit. Hal ini tentu sangat mengganggu karena Anda akan merasa tidak nyaman, terutama saat berkedip.

Pada beberapa kasus, bintitan pada mata juga bisa membuat Anda lebih sensitif terhadap cahaya.

Cara mandiri mengobati mata bintitan di rumah

Mata bintitan biasanya bukanlah suatu penyakit yang serius. Pada umumnya, gejala mata bintitan ini akan reda dengan sendirinya dalam kurun waktu satu atau dua minggu.

Namun, gejala tersebut juga dapat diredakan lebih cepat dengan beberapa cara pengobatan yang aman dan bisa dilakukan secara mandiri  di rumah.

Berbagai cara mandiri untuk mengobati mata bintitan yakni sebagai berikut.

1. Pakai obat antibiotik

Jika memang perlu, obat antibiotik dapat digunakan untuk membantu meredakan bintitan dengan cepat.

Dokter mungkin akan memberikan jenis obat antibiotik yang berbeda, tergantung tingkat keparahan kondisi yang dialami.

Obat antibiotik tetes atau krim dapat digunakan sebagai obat luar untuk infeksi pada kelopak mata.

Sementara itu, untuk infeksi yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, Anda dapat menggunakan obat antibiotik oral, seperti tablet dan pil.

2. Kompres mata

Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk mengompres mata saat bintitan.

Bahan-bahan tersebut bisa memberikan manfaat tersendiri dalam membantu meredakan benjolan. Berikut ini beberapa bahannya.

Air hangat

cara mengobati mata bintitan

Air hangat dapat digunakan sebagai kompres untuk benjolan. Cara ini sudah dikenal sejak lama untuk menghilangkan mata bintitan.

Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

  1. Siapkan kain lembut yang sudah direndam di air hangat.
  2. Pastikan air tidak terlalu panas, tapi sebaiknya jauh lebih hangat dari suhu ruangan.
  3. Kompres pada mata bintitan Anda selama 15—20 menit.
  4. Anda bisa mengulangi kompres ini tiga hingga empat kali sehari sampai bintitan hilang.

Kompres hangat bisa membantu mengeluarkan nanah pada bintitan secara alamiah sehingga infeksinya tidak menyebar.

Air garam

Garam memiliki kandungan magnesium yang ampuh membunuh bakteri dan mengurangi rasa sakit akibat infeksi pada mata bintitan.

Untuk memanfaatkan garam sebagai antiseptik alami, ikuti cara berikut ini. 

  1. Larutkan garam dalam air hangat dan aduk hingga rata.
  2. Celupkan kain lembut atau kapas pada larutan air garam tersebut dan letakkan pada mata yang bintitan seperti kompres.
  3. Diamkan selama 15—20 menit dan ulangi sampai bintitan mereda.

3. Bersihkan mata dengan sabun bayi

Sabun bayi atau sabun alami yang ringan dan tidak menyebabkan rasa perih atau iritasi di mata bisa digunakan untuk membersihkan mata.

Tujuannya untuk menjaga mata tetap bersih dan terhindar dari bakteri penyebab infeksi yang bisa memperparah bintitan.

Ikuti langkah berikut untuk menggunakan sabun pada mata bintitan.

  1. Pastikan tangan telah bersih.
  2. Basuh mata dengan air.
  3. Tuang sabun bayi ke dalam telapak tangan.
  4. Usap sabun ke bagian mata secara perlahan hingga mata telah terasa bersih.
  5. Bilas mata dengan air dan pastikan sudah tidak ada sabun yang tersisa pada mata.

4. Hindari penggunaan makeup

Menutupi bintitan dengan makeup mungkin dirasa bisa menjadi solusi yang cepat untuk mengatasi penampilan yang terganggu akibat adanya benjolan pada mata.

Namun, sebaiknya hindari menggunakan makeup pada mata selama masih menderita bintitan.

Hal ini karena makeup bisa memperparah penyumbatan pada benjolan dan menyebabkan bintitan menjadi lebih sulit sembuh atau memperparah infeksi.

Sebaliknya, pastikan area mata tetap bersih selama benjolan masih terlihat pada mata.

5. Hindari pemakaian kontak lensa

Meski tidak secara langsung menyebabkan bintitan, kontak lensa bisa terkontaminasi dengan bakteri sehingga berisiko memperparah peradangan.

Oleh karena itu, hentikan pemakaian kontak lensa untuk sementara waktu hingga bintitan telah sembuh.

Sebaiknya gunakan kacamata sebagai pengganti kontak lensa jika berfungsi untuk membantu mengatasi gangguan penglihatan.

Setelah bintitan sembuh, jangan gunakan kontak lensa yang lama tetapi ganti dengan yang baru.

Tujuannya untuk menghindari risiko adanya bakteri penyebab bintitan yang menempel pada kontak lensa yang lama.

Itu adalah beberapa cara yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk membantu meredakan bintitan.

Hal yang perlu diingat saat mengobati bintitan di rumah adalah untuk tidak menggosok dan menyentuh benjol akibat bintitan secara berlebihan.

Ini bertujuan untuk menghindari pecahnya benjolan yang bisa menyebabkan bakteri penyebab bintitan menyebar ke bagian mata lainnya atau bahkan menular ke orang lain.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Agar lebih mudah, Anda bisa booking dokter spesialis mata terlebih dahulu melalui platform Hello Sehat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 12/10/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan