Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Adakah Efek Samping Bila Pakai Kacamata dengan Minus yang Tidak Sesuai?

    Adakah Efek Samping Bila Pakai Kacamata dengan Minus yang Tidak Sesuai?

    Kacamata memiliki berbagai fungsi, mulai dari bergaya sampai memperbaiki penglihatan Anda. Sebagian besar orang biasanya menggunakan kacamata untuk meningkatkan kemampuan melihatnya, misalnya orang-orang dengan mata minus. Namun, tak jarang pengguna kacamata memilih minus yang kurang tepat sehingga penglihatannya tidak membaik. Selain penglihatan yang memburuk, apa akibat dari memakai kacamata minus yang tidak sesuai?

    Penyebab kacamata minus tidak sesuai

    Ketika pertama kali memakai kacamata minus, Anda mungkin merasakan perbedaan yang begitu jelas dari sebelum dan sesudah mengenakan kacamata.

    Namun, ada kalanya ternyata kacamata tidak berhasil memperbaiki penglihatan Anda, atau justru Anda merasa tidak nyaman mengenakan kacamata seiring berjalannya waktu.

    Hati-hati, ini bisa jadi ternyata kacamata yang Anda gunakan yang tidak sesuai dengan minus mata sebenarnya.

    jerawat gara-gara kacamata

    Berikut adalah beberapa faktor di balik penglihatan yang tidak kunjung membaik meski sudah memakai kacamata.

    1. Resep lensa kacamata yang salah

    Memakai kacamata minus yang tidak sesuai biasanya akibat dari resep kacamata yang kurang tepat.

    Tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan selama pemeriksaan mata.

    Alhasil, hasil resep kacamata ternyata tak sesuai dengan kondisi mata Anda yang sebenarnya.

    2. Minus mata Anda bertambah

    Kemungkinan lain yang membuat penglihatan Anda memburuk setelah pakai kacamata adalah minus mata yang bertambah.

    Dilansir dari laman Cleveland Clinic, seiring dengan bertambahnya usia, ada kemungkinan minus mata seseorang dapat bertambah.

    Oleh karena itu, penting bagi setiap orang dengan gangguan mata minus untuk rutin melakukan pemeriksaan mata setiap tahun.

    Hal ini bertujuan agar Anda dapat mengetahui apakah Anda perlu mengganti lensa kacamata atau tidak.

    Akibat memakai kacamata minus yang tidak sesuai

    Tanda harus ganti kacamata

    Ada beberapa orang yang mungkin merasa biasa saja saat mengenakan kacamata minus yang kurang tepat.

    Namun, sebagian orang juga mengeluhkan bahwa kacamata minus yang dikenakan justru menyebabkan rasa tidak nyaman, seperti sakit mata.

    Hal ini benar adanya karena memakai kacamata minus yang tidak sesuai dapat membawa akibat buruk pada penglihatan Anda.

    Beberapa tanda dan gejala yang muncul ketika Anda tidak mengenakan kacamata dengan lensa yang sesuai adalah:

    Tanda-tanda di atas biasanya muncul saat Anda sedang memakai kacamata. Padahal, penggunaan kacamata seharusnya membuat Anda bisa melihat dengan normal dan nyaman.

    Pengaruh minus pada kacamata yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya membuat mata Anda harus bekerja lebih keras saat melihat suatu objek.

    Tak mengherankan jika akibat dari memakai kacamata minus yang tidak sesuai adalah mata yang terasa lelah, sakit, hingga menimbulkan sakit kepala.

    kacamata anti radiasi komputer

    Tidak hanya itu, penggunaan kacamata yang kurang tepat berisiko membuat minus mata Anda semakin bertambah.

    Efek jangka panjang dari membiarkan mata memakai kacamata yang kurang tepat adalah aktivitas sehari-hari terganggu serta kualitas hidup dapat menurun.

    Ditambah lagi, akibat dari memakai kacamata minus yang tidak sesuai membuat Anda rentan terhadap risiko gangguan mata lainnya, seperti:

    • glaukoma,
    • katarak, dan
    • makulopati miopia (kerusakan di retina bagian tengah).

    Itulah mengapa memakai kacamata dengan lensa minus yang cocok dengan mata Anda sangat penting.

    Agar hal ini dapat dicegah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter jika Anda sudah mulai merasakan ketidaknyamanan selama memakai kacamata minus.

    Anda juga perlu memeriksakan mata ke dokter secara berkala setidaknya satu tahun sekali. Dengan demikian, dokter dapat menentukan apakah Anda perlu resep kacamata baru atau tidak.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Mukamal, R. (2019). 20 Eye and Vision Myths – American Academy of Ophthalmology. Retrieved April 29, 2021, from https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/common-eye-vision-myths-facts 

    Turbert, D. (2021). Eye Exam and Vision Testing Basics – American Academy of Ophthalmology. Retrieved April 29, 2021, from https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/eye-exams-101 

    Can Outdated Contact Lenses Harm Your Eyes? – American Academy of Ophthalmology. (2012). Retrieved April 29, 2021, from https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/wearing-outdated-contacts 

    Eyeglass Prescriptions – Kaiser Permanente. (2020). Retrieved April 29, 2021, from https://healthy.kaiserpermanente.org/health-wellness/health-encyclopedia/he.eyeglass-prescriptions.hw122380 

    Eye Care: Reasons for Wearing Glasses – Nationwide Children. (2010). Retrieved April 29, 2021, from https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/health-wellness-and-safety-resources/helping-hands/eye-care-reasons-for-wearing-glasses 

    Eye Health: Corrective Lenses, Glasses, and Contacts – Center for Young Women’s Health. (2020). Retrieved April 29, 2021, from https://youngwomenshealth.org/2013/07/29/glasses-and-contacts/ 

    Myopia (Nearsightedness) – Cleveland Clinic. (2020). Retrieved April 29, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8579-myopia-nearsightedness#symptoms-and-causes 

    Safeguarding your sight – Harvard Health Publishing. (2011). Retrieved April 29, 2021, from https://www.health.harvard.edu/healthbeat/safeguarding-your-sight 

    Nearsightedness – Mayo Clinic. (2020). Retrieved April 29, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nearsightedness/symptoms-causes/syc-20375556

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui Jul 08, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: