Torsi Testis (torsio testis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu torsi testis (torsio testis)?

Torsi testis adalah kondisi di mana testis terbelit tali-tali kristal. Testis adalah bagian dari kelenjar reproduksi pria yang terletak di dalam skrotum. Testis berfungsi untuk produksi dan penyimpanan sperma, juga terlibat dalam sistem endokrin untuk memproduksi hormon testosteron. Testis menggantung di tempatnya berkat tali-tali kristal. Di samping fungsi tersebut, kristal pengikat juga mengandung pembuluh darah dan saraf ke testis juga ke saluran endokrin lain seperti saluran sperma.

Belitan oleh tali-tali kristal memotong suplai darah ke dalam testis. Apabila terus terbelit, testis akan terluka dan mungkin dapat terjadi necrosis. Torsi testis dapat terjadi tiba-tiba tanpa alasan atau karena cedera.

Gejala torsi testis, penyebab torsi testis, dan obat torsi testis, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah torsi testis (torsio testis)?

Torsio testis jarang terjadi, hanya sekitar 1 dari 5000 orang mengidap kondisi ini. Torsi testis dapat terjadi pada usia berapapun namun paling sering pada pria muda berusia 12 hingga 20 tahun dan juga umum terjadi pada bayi-bayi yang baru lahir. Konsultasikanlah pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala torsi testis (torsio testis)?

Gejala-gejala dari torsi testis termasuk:

  • Perasaan sakit yang intens yang tiba-tiba pada skrotum
  • Pembengkakan skrotum
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah.
  • Posisi testis lebih tinggi dari biasanya atau sudut rotasinya tak seperti biasa
  • Rasa sakit
  • Demam

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Torsio testis dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada awalnya, dan apabila dibiarkan dapat mengakibatkan gangrene karena kurangnya peredaran darah ke testis. Saat dideteksi menderita torsi testis, mungkin Anda memerlukan operasi segera. Hubungi dokter Anda apabila:

  • Merasa sangat sakit atau ada pembengkakan pada testikel tiba-tiba, atau apabila gejala kembali setelah operasi, testis dapat diputar kembali
  • Merasa ada tumor testis
  • Demam, perdarahan, atau rasa sakit setelah operasi

Penyebab

Apa penyebab torsi testis (torsio testis)?

Pada fetus, testis mulai berkembang di dalam perut. Seiring dengan perkembangan fetus, testis mulai bergerak ke bawah hingga akhirnya berada di dalam scrotum.

Testis menempel pada abdomen dengan ikatan kristal dan terpasang pada jaringan yang mengelilinginya. Terkadang ikatan terlalu longgar dan testis malah menggantung pada saluran sperma.

Torsi lebih umum terjadi pada orang-orang yang memiliki masalah dengan jaringan pada area ini. Pada beberapa kasus, tumor yang berdaging dapat menyebabkan testis berubah dari posisi normal yang kemudian membuat ikatan terbelit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk torsi testis (torsio testis)?

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko torsi testis, di antaranya:

  • Usia: remaja usia 12 hingga 16 lebih berisiko terkena kondisi ini
  • Apabila Anda pernah mengalami torsio testis dan torsi hilang tanpa pengobatan, Anda memiliki risiko lebih tinggi.
  • Riwayat keluarga mengidap torsi testis

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk torsi testis (torsio testis)?

Anda harus melakukan operasi segera untuk menghindari kerusakan permanen atau hilangnya testis. Ahli bedah akan mengangkat ikatan yang membelit testis dan mengembalikan testis ke posisi normal.

Apabila operasi ditunda lebih dari 4-6 jam setelah rasa sakit dimulai, kemungkinan testis tidak dapat diselamatkan. Testis yang tersisa biasanya diperbaiki untuk menghindari belitan yang serupa. Apabila testis sudah tidak berfungsi, testis akan diangkat. Apabila testis masih normal dan tidak diangkat, seksualitas dan kemampuan untuk bereproduksi tidak akan terganggu. Setelah operasi, disarankan untuk berbaring di tempat tidur dan mungkin Anda akan memerlukan peralatan pendukung atau kain cawat untuk skrotum (untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan pembengkakan).

Hindari mengangkat benda berat atau olahraga kontak, dan seks untuk sementara.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk torsi testis (torsio testis)?

Dokter akan melihat riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. USG mungkin akan digunakan untuk mendiagnosis, mengidentifikasi, dan mengeliminasi kondisi lain. Bila Anda mengidap torsi testis, hasil gambar akan menunjukkan peredaran darah yang berkurang ke dalam testis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi torsi testis (torsio testis)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut ini dapat membantu Anda mengatasi torsi testis:

Apabila Anda didiagnosis dengan torsio testis dan menjalani operasi perbaikan, kondisi ini mungkin akan membatasi Anda dalam beraktivitas, terutama jika operasi dilakukan di kedua testis. Anda juga mungkin perlu menghindari berpartisipasi dalam olahraga yang berat, karena hantaman kuat ke testis saat berolahraga dapat membelit ikatan testis.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengenal Penyakit Urologi dan Cara Mencegahnya

    Urologi adalah bagian tubuh Anda yang meliputi ginjal, kandung kemih, saluran kemih, dan prostat. Apa saja penyakit yang berkenaan dengan sistem urologi?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Inkontinensia Urin

    Inkontinensia urin adalah gangguan kandung kemih yang menyebabkan kesulitan mengontrol keluarnya air kencing. Berikut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

    Prostatitis

    Prostatitis adalah penyakit pembengkakan dan peradangan yang terjadi pada daerah prostat. Apa gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    uretritis non gonore

    Uretritis Non-Gonore

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    uretritis gonore adalah

    Uretritis Gonore

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    gejala kanker tiroid

    Kanker Tiroid

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    gejala penyakit urologi

    Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit