5 Fakta Penting Soal Kesuburan Pria yang Tidak Bisa Diabaikan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Masalah kesuburan dan kehamilan biasanya lebih sering menghantui perempuan daripada laki-laki. Padahal, kesuburan dan kehamilan merupakan isu kesehatan yang menyangkut kedua belah pihak. Baik perempuan dan laki-laki harusnya sama-sama tahu mengenai sistem reproduksi dan kesuburan. Supaya Anda para pria tidak ketinggalan informasi, simak dulu berbagai fakta penting soal kesuburan pria berikut ini.

1. Gaya hidup sangat memengaruhi kesuburan pria

Bukan cuma faktor genetik saja yang memengaruhi kesuburan pria, faktor gaya hidup juga bisa menentukan kehamilan istri Anda. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa merokok, terlalu sering minum alkohol, kurang berolahraga, atau terlalu sering berolahraga keras akan meningkatkan risiko Anda tidak subur.

Pekerjaan Anda juga berperan cukup penting bagi kesehatan sperma. Pasalnya, pria yang sering terpapar bahan kimia berbahaya di tempat kerja cenderung lebih sulit memiliki keturunan.

Jadi kalau Anda bekerja di pabrik, sering menghirup atau terpapar bahan kimia dari cat dan sejenisnya, tak ada salahnya untuk periksa ke dokter kandungan saat mengusahakan program kehamilan.   

2. Laki-laki juga bisa punya “batas waktu”

Anda mungkin sudah sering dengar kalau wanita punya “batas waktu” kesuburan. Wanita berusia 35 tahun ke atas memang punya peluang kehamilan lebih rendah dari wanita usia 20-an. Namun, pria juga ternyata punya batas waktu kesuburan.

Meskipun batas waktunya tidak seketat wanita, berbagai penelitian telah menguak bahwa kualitas sperma dan kesuburan pria akan terus menurun seiring bertambahnya usia Anda.

3. Pria yang tak subur biasanya tidak menunjukkan gejala apa pun

Pada wanita, Anda bisa melihat beberapa gejala tidak subur sebelum mencoba hamil, misalnya menstruasi tidak teratur. Namun, dalam kebanyakan kasus, masalah kesuburan pria tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun. Istri sulit hamil biasanya merupakan gejala pertama yang muncul.

Meski begitu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang pria menjadi kurang subur. Di antaranya adalah:

  • disfungsi ereksi (impotensi)
  • nyeri, bengkak, atau ada benjolan di area testis
  • riwayat terkena penyakit menular seksual

4. Masalah kesuburan pria ternyata cukup umum

Kalau Anda dan pasangan sulit memiliki keturunan, biasanya yang lebih sering dikhawatirkan adalah wanita yang tidak subur atau mandul. Padahal, tak seperti dugaan pada umumnya, masalah kesuburan pada pria peluangnya sama besar dengan masalah kesuburan wanita.

Dirangkum dari berbagai survei, sejumlah sepertiga pasangan yang tidak subur disebabkan oleh masalah reproduksi pria. Sepertiga lainnya disebabkan oleh masalah reproduksi wanita dan sepertiga sisanya disebabkan oleh masalah reproduksi keduanya, baik pria dan wanita.

Ini berarti kalau ada pasangan yang sulit memiliki keturunan, sebaiknya jangan langsung membebankan masalah pada wanitanya saja. Lebih baik kalau keduanya sama-sama langsung memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat Anda memeriksa dan mendeteksi masalah, semakin besar pula peluang Anda punya keturunan.

5. Suhu panas adalah musuh sperma

Suhu panas bisa merusak kualitas sperma Anda. Jadi, usahakan agar sehari-hari Anda tidak berada di ruangan panas terlalu lama. Agar sperma tidak rusak karena terpapar suhu panas, sebaiknya Anda juga tidak menggunakan celana yang terlalu ketat, berendam lama-lama di air panas, masuk ke sauna, duduk melipat kaki terlalu lama, serta duduk memangku laptop.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

7 Things Every Man Should Know About Fertility. https://www.verywell.com/what-every-man-should-know-about-fertility-1960273. Diakses 26 Juli 2017.

Infertility and Men. http://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/male-fertility-test#1. Diakses 26 Juli 2017.

How common is male infertility, and what are its causes? https://www.nichd.nih.gov/health/topics/menshealth/conditioninfo/Pages/infertility.aspx. Diakses 26 Juli 2017.

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Gangguan makan yang dialami oleh ibu hamil tentu akan memberikan dampak yang berbahaya bagi keselamatan dan perkembangan janin.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
dr. Ivander Utama, F.MAS, Sp.OG
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Apakah Anda khawatir puasa pengaruhi kesuburan Anda dan suami? Sebelum Anda menebak-nebak, baca dulu artikel ini jika Anda sedang mengusahakan kehamilan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 29/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Mengenal Fungsi Gonadotropin-Releasing Hormone (GnRH) bagi Kesuburan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020