home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Muncul Bintik Hitam Pada Testis, Apakah Berbahaya?

Muncul Bintik Hitam Pada Testis, Apakah Berbahaya?

Testis merupakan salah satu aset paling penting bagi pria, jadi wajar saja jika pria khawatir saat testisnya bermasalah. Pasalnya, testis berperan penting untuk menghasilkan sperma dan hormon seks pria. Salah satu gangguan testis yang sering membuat cemas adalah munculnya bintik hitam pada testis yang sering dikira tumor atau kanker. Lantas, benarkah ini berbahaya? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.

Bintik hitam pada testis?

Bintik hitam pada kantung testis (skrotum) umumnya disebabkan oleh angiokeratoma tipe Forcyde. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah yang ada di testis melebar dan menonjol ke permukaan kulit, sehingga membuat kulit tampak berwarna kehitaman.

Bintik hitam ini umumnya berukuran kecil, yaitu sekitar 1-8 milimeter. Jumlahnya pun bermacam-macam. Ada pria yang hanya mengalami satu bintik hitam, ada pula yang memiliki lebih dari 100 bintik hitam pada skrotumnya dalam satu waktu.

Sebetulnya, bintik pada testis tidak benar-benar berwarna hitam pekat, tapi cenderung keunguan atau merah gelap. Ketika diraba, bintik hitam ini akan terasa kasar dan menonjol. Selain pada testis, bintik hitam ini juga bisa muncul pada penis hingga di sekitar paha dalam.

Apa saja penyebabnya?

keluar cairan dari penis

Selain karena angiokeratoma jenis Forcyde, bintik hitam pada testis juga dapat disebabkan oleh berbagai hal lainnya, di antaranya:

1. Jerawat pada testis

Jerawat ternyata tidak hanya dapat tumbuh di wajah, tapi juga bisa tumbuh di testis. Masalah kulit ringan ini umumnya disebabkan oleh infeksi atau pori-pori skrotum yang tersumbat.

Kabar baiknya, jerawat pada testis cenderung tidak berbahaya. Bahkan, kondisi ini dapat diatasi dengan perawatan sederhana seperti kompres air hangat dan menjaga kebersihan organ intim dengan benar.

2. Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi terjadi ketika area kulit tertentu menghasilkan lebih banyak pigmen sehingga warna kulit jadi lebih gelap daripada kulit di sekitarnya. Lesi ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, baik berupa bintik-bintik, tahi lalat, tampak seperti bekas sengatan matahari, hingga stretch mark.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 melaporkan bahwa sebanyak 85,6 persen laki-laki usia 3 sampai 91 tahun mengalami hiperpigmentasi pada alat kelaminnya. Namun, kondisi ini tidak berbahaya dan hanya sebatas perubahan warna kulit saja.

3. Kutil kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh virus HPV yang menginfeksi alat kelamin. Selain pada organ vital pria, kutil kelamin juga dapat tumbuh di paha bagian dalam atau area sekitar selangkangan.

Gejala kutil kelamin umumnya ditandai dengan munculnya benjolan putih pada testis atau penis. Akan tetapi, ada juga yang berupa bintik-bintik atau kutil berwarna gelap.

4. Dermatitis skrotum

Bintik hitam pada testis juga dapat disebabkan oleh dermatitis skrotum. Dermatitis skrotum itu sendiri adalah peradangan kronis yang terjadi pada kulit skrotum yang disebabkan oleh paparan bahan kimia maupun alergen.

Kondisi ini sering menyebabkan gatal di daerah testis. Jika Anda menggaruknya, hal ini dapat mengiritasi pembuluh darah di dekat permukaan kulit dan menyebabkan timbulnya bintik gelap pada alat kelamin.

Apakah bintik hitam pada testis berbahaya?

satu testis, monorchism

Kabar baiknya, kondisi ini tidak selalu berbahaya, selama ini tidak disertai dengan gejala lainnya. Adanya bintik juga bukan pertanda infeksi menular seksual pada pria maupun tumor atau kanker, seperti yang selama ini dikhawatirkan.

Akan tetapi, jika bintik hitam muncul disertai gejala berupa:

  • Nyeri tajam pada kaki dan tangan, terutama setelah melakukan aktivitas berat atau olahraga
  • Jarang atau bahkan tidak pernah berkeringat (hipohidrosis)
  • Suara berdenging pada telinga (tinnitus)
  • Mata berkabut
  • Diare atau sembelit

Maka segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab bintik hitam pada skrotum Anda, mulai dari tes pencitraan (CT scan dan rontgen), tes urine, pemeriksaan darah, hingga biopsi.

Bagaimana cara mengatasi bintik hitam pada testis?

faktor risiko kanker prostat

Karena gejalanya ringan dan tidak berbahaya, kondisi ini sebetulnya tidak memerlukan perawatan khusus. Jenis perawatannya pun tergantung pada penyebab bintik hitam itu sendiri.

Secara umum, bintik hitam pada testis dapat diatasi dengan kompres air hangat secara berkala. Suhu hangat dapat membantu mengerutkan pembuluh darah yang melebar dan membantu mengecilkan bintik hitam yang ada.

Selain itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan organ intim supaya tetap kering dan tidak lembap. Jika bintik hitam pada testis disebabkan oleh hiperpigmentasi atau angiokeratoma, maka dokter mungkin akan melakukan biopsi dan terapi laser untuk menghilangkan lesi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What are These Black Spots on My Scrotum? https://www.medicalnewstoday.com/articles/321328.php. Accessed 4/9/2018.

What Causes Black Spots on Scrotum and How is It Treated? https://www.healthline.com/health/mens-health/black-spots-on-scrotum. Accessed 4/9/2018.

Pimple on Scrotum: What You Should Know. https://www.healthline.com/health/pimple-on-scrotum. Accessed 4/9/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 05/05/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x