Tidur Berjalan (Sleepwalking)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu tidur berjalan?

Tidur berjalan, juga dikenal sebagai sleepwalking atau somnambulism, adalah gangguan perilaku yang terjadi saat tidur nyenyak dan menyebabkan seseorang berjalan atau melakukan perilaku kompleks saat sedang tertidur. 

Somnambulism cenderung muncul pada satu jam hingga dua jam setelah tidur dan mungkin terjadi sekitar 5 hingga 15 menit. 

Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa dan lebih sering terjadi saat seseorang kekurangan tidur. 

Karena orang yang melakukan sleepwalking umumnya tetap berada dalam tidur yang dalam selama episode, ia akan sulit untuk dibangunkan dan kemungkinan tidak mengingat kejadian sleepwalking.

Apakah tidur berjalan berbahaya?

Somnambulism tidak berbahaya. Namun, kondisi ini bisa berisiko karena anak-anak yang mengalaminya tidak terjaga dan mungkin tidak menyadari apa yang mereka lakukan, seperti turun tangga atau membuka jendela. 

Tidur berjalan biasanya merupakan tanda bahwa ada yang salah secara emosional atau psikologis pada orang tersebut. Namun, kondisi tersebut tidak menyebabkan membahayakan emosi. 

Seberapa umum tidur berjalan?

Sleepwalking sangat umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Sleepwalking dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tidur berjalan?

Sleepwalking paling sering dimulai saat tidur nyenyak, tapi juga dapat terjadi pada tahap tidur yang lebih ringan, biasanya dalam beberapa jam setelah tertidur, dan orang tersebut dapat setengah sadar selama episode. 

Biasanya, orang yang somnambulism tetap membuka mata saat tidur berjalan, tapi mereka tidak melihat dengan cara yang sama ketika mereka bangun. Seringkali, mereka mengira sedang berada di kamar atau tempat yang berbeda sama sekali.

Seseorang yang somnambulism dapat merasakan berikut ini:

  • Turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan
  • Bangun di tempat tidur dan membuka mata
  • Memiliki ekspresi sayu
  • Melakukan aktivitas rutinitas, seperti berganti pakaian, berbicara atau membuat cemilan
  • Tidak merespon atau berkomunikasi dengan orang lain
  • Sulit bangun saat mengalami episode
  • Disorientasi atau bingung sesaat setelah bangun
  • Kembali tidur dengan cepat
  • Tidak mengingat episode pada pagi harinya
  • Kadang kesulitan berfungsi pada siang hari karena tidur yang terganggu
  • Mengalami teror tidur yang menyertai sleepwalking.

Meski jarang terjadi, seseorang yang sedang tidur berjalan bisa juga:

  • Meninggalkan rumah
  • Mengendarai mobil
  • Melakukan hal-hal yang tidak biasa, seperti buang air di lemari
  • Melakukan aktivitas seksual tanpa kesadaran
  • Cedera, seperti jatuh dari tangga atau lompat dari jendela 
  • Menjadi kasar saat kebingungan setelah bangun atau pada kejadian.

Selain berjalan saat tidur, gejala lain dari somnambulism meliputi:

  • Mengigau
  • Sedikit atau tidak ada ingatan terhadap kejadian
  • Kesulitan membangunkan orang tersebut saat episode
  • Perilaku tidak pantas seperti buang air kecil di lemari (lebih sering terjadi pada anak-anak)
  • Berteriak (saat sleepwalking terjadi bersamaan dengan sleep terror)
  • Kekerasan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Gangguan tidur berjalan yang jarang terjadi biasanya tidak membutuhkan bantuan tim medis. Terkadang, kondisi ini merupakan pertanda serius dan mungkin akan menghilang dengan sendirinya, terutama pada anak-anak. 

Meskipun begitu, Anda perlu mempertimbangkan untuk menghubungi dokter jika sleepwalking terjadi sering atau Anda khawatir seseorang dengan gangguan somnabulisme melukai diri mereka sendiri. 

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Sering terjadi, sebagai contoh, lebih dari 1-2 kali seminggu.
  • Menyebabkan perilaku berbahaya atau cedera pada orang yang sleepwalking (seperti meninggalkan rumah) atau orang lain.
  • Menyebabkan gangguan tidur pada anggota keluarga atau mempermalukan orang yang sleepwalking.
  • Muncul pertama kali saat Anda sudah dewasa.
  • Berlanjut hingga masa remaja.

Penyebab

Apa penyebab tidur berjalan?

Penyebab pasti sleepwalking tidak diketahui, tapi kondisi ini bisa diturunkan dari garis keluarga. Anda cenderung mengalami somnabulisme jika anggota keluarga Anda juga punya kondisi serupa. 

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau menyebabkan tidur berjalan Anda:

  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Stress
  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Demam
  • Gangguan pada jadwal tidur
  • Pengobatan, seperti hipnotik jangka pendek, sedatif atau kombinasi obat untuk penyakit psikiatris, serta alkohol.

Kadang, sleepwalking dapat dipicu dengan kondisi yang mengganggu tidur, seperti:

  • Kelainan pernapasan saat tidur, yaitu kumpulan kelainan yang ditandai dengan pola pernapasan yang abnormal selama tidur, seperti sleep apnea obstruktif
  • Narkolepsi
  • Restless legs syndrome
  • Asam lambung 
  • Migrain
  • Kondisi medis seperti hipertiroidisme, cedera kepala atau stroke
  • Berpergian.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tidur berjalan?

Ada banyak faktor risiko untuk sleepwalking, yaitu:

Genetik

Tidur berjalan menurun pada keluarga. Kemungkinan dapat meningkat 2-3 kali lipat jika salah satu orang tua mengalami sleepwalking saat masa kecil atau dewasa.

Usia 

Tidur berjalan lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang tua, dan terjadinya sleepwalking pada orang dewasa biasanya terkait dengan kondisi kesehatan.

Diagnosis

Bagaimana tidur berjalan didiagnosis?

Kecuali Anda tinggal sendiri dan benar-benar tidak menyadari kondisi sleepwalking Anda, kemungkinan Anda akan mendapatkan diagnosis somnambulism dengan sendirinya. Apabila anak Anda sleepwalk, Anda akan mengetahuinya.

Berikut pemeriksaan yang mungkin akan Anda lakukan:

Pemeriksaan fisik

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik atau psikologis untuk mengidentifikasi kondisi yang menyerupai sleepwalking, seperti kejang malam hari, gangguan tidur lainnya atau serangan panik. 

Penelitian tidur

Pada beberapa kasus, penelitian tidur pada laboratorium dapat direkomendasi. Untuk berpartisipasi dalam penelitian tidur, yang juga disebut polysomnogram.

Anda akan menginap di laboratorium. Ahli teknologi akan meletakkan sensor pada kulit kepala, pelipis, dada dan kaki menggunakan perekat ringan, seperti lem atau selotip. 

Sensor dihubungkan dengan kabel ke komputer. Penjepit kecil diletakkan pada jari atau telinga untuk melihat kadar oksigen pada darah.

Polysomnography merekam gelombang otak, kadar oksigen pada darah, detak jantung dan pernapasan, serta pergerakan mata dan kaki selama penelitian. Ahli teknologi mengawasi Anda sepanjang malam saat Anda tidur.

EEG

Elektroensefalogram (EEG) dilakukan dalam kondisi langka. Jika dokter menduga ada kondisi serius yang menyebabkan Anda tidur berjalan, Anda mungkin membutuhkan EEG, pemeriksaan yang berguna untuk mengecek aktivitas otak. 

Dokter akan meninjau informasi untuk menentukan apakah Anda memiliki gangguan tidur.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana tidur berjalan ditangani?

Perawatan untuk sleepwalking yang jarang terjadi biasanya tidak diperlukan. Sleepwalking pada anak biasanya akan menghilang pada saat remaja.

Jika Anda menyadari anak Anda atau siapapun di rumah sleepwalking, perlahan tuntun kembali ke tempat tidur.

Perawatan mungkin diperlukan jika terdapat konsekuensi negatif dari sleepwalking, seperti risiko cedera atau malu, atau mengganggu orang lain.

Perawatan dapat meliputi:

  • Mengatasi kondisi penyebab, jika sleepwalking terkait dengan kurang tidur atau gangguan tidur, kondisi medis atau gangguan mental.
  • Perubahan pengobatan, jika sleepwalking diduga akibat pengobatan.
  • Bangun dengan antisipasi: membangunkan orang yang biasa sleepwalking 15 menit sebelum waktu sleepwalking, kemudian bangun selama 5 menit sebelum tidur kembali.
  • Pengobatan, seperti benzodiazepines atau antidepresan tertentu, jika sleepwalking menyebabkan potensi cedera, mengganggu anggota keluarga, atau menyebabkan rasa malu atau gangguan tidur.
  • Mempelajari hipnosis diri.

Dikutip dari Kids Health, untuk anak-anak yang sering tidur berjalan, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan bernama jadwal bangun. Ini berarti orangtua diminta membangunkan anak sebelum jadwal mereka biasanya sleepwalking. 

Cara tersebut dapat membantu mengatasi tidur berjalan. Dalam kasus langka, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk tidur. 

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tidur berjalan?

Mengubah beberapa kebiasaan gaya hidup mungkin akan menghentikan kondisi tidur berjalan. Tetap pada jadwal tidur dan lakukan rutinitas santai sebelum tidur. Jika Anda minum alkohol dan menggunakan narkoba, hentikan. 

Jika Anda minum obat, tanyakan kepada dokter apakah itu membantu. Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi tidur berjalan:

Buatlah lingkungan yang aman

Buatlah lingkungan yang aman untuk sleepwalking. Apabila sleepwalking menyebabkan cedera atau berpotensi menyebabkan cedera, pertimbangkan beberapa tindakan pencegahan untuk menghindari cedera.

Tutup dan kunci semua jendela dan pintu pada malam hari. Anda juga dapat mengunci pintu dalam rumah atau memasang alarm atau bel pada pintu. 

Halangi jalan menuju pintu atau tangga dengan pagar, pindahkan kabel listrik atau objek lainnya yang dapat menyebabkan terjatuh.

Jauhkan benda tajam atau rentan dan kunci segala senjata. Apabila anak Anda berjalan saat tidur, jangan biarkan ia tidur di tempat tidur bertingkat.

Tidur dengan cukup

Kelelahan dapat berkontribusi terhadap sleepwalking. Jika Anda kekurangan tidur, cobalah tidur lebih awal dan teratur serta tidur siang, terutama untuk balita.

Atur rutinitas reguler yang menenangkan sebelum tidur

Lakukan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku, bermain puzzle atau berendam air hangat. Meditasi atau latihan relaksasi juga dapat membantu.

Kendalikan stress

Identifikasi masalah yang menyebabkan stres, serta cari cara untuk mengatasi stres. Bicarakan tentang apa yang mengganggu Anda. Apabila anak Anda terlihat gelisah atau stres, bicarakan masalah dengan anak.

Lihatlah pola

Selama beberapa malam, catat – atau minta orang lain di rumah Anda mencatat – berapa menit setelah tidur sleepwalking terjadi. Apabila waktu konsisten, informasi ini berguna untuk merencanakan antisipasi dengan membangunkan.

Cobalah untuk tetap positif. Walau mengganggu, sleepwalking biasanya bukanlah kondisi yang serius dan akan hilang dengan sendirinya.

Bagaimana saya membantu orang yang mengalami tidur berjalan?

Dikutip dari Sleep, Anda bisa dengan lembut mengarahkan orang yang sleepwalking ke tempat tidurnya, daripada membangunkannya

Orang dengan kondisi tersebut cenderung dalam kondisi tidur yang begitu dalam, sehingga mereka sulit untuk dibangunkan. 

Arahkan orang tersebut ke kamar tidur dan berjalanlah di dekatnya, untuk menghindari bahaya di sekitar mereka. Anda juga perlu menghindari kontak fisik sebisa Anda. 

Jika Anda terpaksa harus membangunkan orang yang sleepwalking, Anda dapat membuat suara bising dalam jarak aman. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

    Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit

    Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

    Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Benarkah Udara Kotor Bisa Bikin Susah Tidur?

    Selain memberikan dampak buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, udara kotor ternyata juga dapat mempengaruhi tidur Anda.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Tanpa Penanganan, Sindrom Kaki Gelisah Bisa Sebabkan Gangguan Tidur

    Sindrom kaki gelisah dapat menyebabkan sejumlah dampak jangka panjang bagi kesehatan, termasuk kedua gangguan tidur berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur 18/01/2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengigau saat tidur

    Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    sleep texting adalah

    Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    somniphobia

    Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit