Spondilosis Servikal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu spondilosis servikal?

Spondilosis servikal adalah kondisi di mana memburuknya fungsi sendi dan tulang belakang pada leher karena penuaan. Gejala spondilosis servikal adalah rasa sakit dan kaku pada leher. Daerah tulang belakang dan tulang rawan servikal melemah sepanjang waktu. Maka, penyakit ini paling umum pada orang lanjut usia. Namun, orang lain bisa mengalami penyakit ini jika memiliki risiko tertentu.

Spondilosis servikal menyebabkan rasa sakit kronis walaupun tidak memengaruhi aktivitas harian, sebagian besar kasus bisa sembuh tanpa perlu operasi.

Seberapa umumkah spondilosis servikal?

Spondilosis servikal bisa terjadi pada setiap 100 orang di atas 60 tahun, lebih dari 85 orang berisiko terkena spondilosis servikal. Tidak ditemukan lagi penderita penyakit ini yang berusia masih muda dan penyebabnya bukan karena penuaan alami. Anda bisa membatasi peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Konsultasikanlah kepada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala spondilosis servikal?

Spondilosis servikal adalah kondisi yang sebagian besar tidak memiliki gejala yang jelas. Jika memang ada, gejalanya termasuk:

  • Sakit pada leher, bahu, lengan, tangan, dan jari-jari
  • Lengan melemah
  • Mati rasa dan kesemutan pada lengan, tangan, dan jari-jari
  • Sakit leher

Gejala yang lebih jarang muncul meliputi:

  • Kehilangan keseimbangan
  • Pusing
  • Disfungsi kantong kemih yang menyebabkan tidak bisa berhenti buang air kecil.

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika ingin bertanya tentang tanda ini, konsultasikanlah kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pasien harus pergi ke dokter jika:

  • leher sakit atau kaku terus-menerus, bukan karena obat pereda rasa sakit
  • otot leher dan bahu melemah atau mati rasa secara mendadak
  • sulit berjalan
  • lemah, atau tidak mampu menggerakkan lengan dan kaki

Status dan kondisi dapat bervariasi pada banyak orang. Selalu diskusikan kepada dokter untuk mendapatkan metode diagnosis dan pengobatan terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa penyebab spondilosis servikal?

Spondilosis servikal adalah kondisi yang sering terjadi pada orang berumur di atas 50 tahun karena penuaan. Pada penyakit ini, tulang dan tulang rawan leher memburuk secara perlahan dengan:

  • Disk leher yang bertugas mengatur dan menjadi pelumas antar tulang belakang jadi  mengecil dan mengering karena dehidrasi
  • Cakram tulang mengalami pembesaran
  • Tulang punggung dan saraf mencondong karena perkembangan tulang
  • Ligamen kaku karena penuaan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk spondilosis servikal?

Spondilosis servikal adalah kondisi yang memiliki beberapa faktor risiko yang meningkatkan risiko, seperti:

  • Usia lanjut
  • Melakukan pekerjaan yang terlalu sering mengharuskan berdiri tegap, atau melakukan gerakan yang sama berulang kali pada leher yang membuat tekanan pada leher dan postur tubuh yang buruk (misalnya guru dan supir)
  • Cedera leher
  • Bawaan dari lahir.

Walaupun tidak ada faktor risiko, bukan berarti Anda tidak bisa sakit. Tanda ini hanya sebagai referensi. Anda perlu berkonsultasi kepada dokter spesialis untuk lebih banyak detail.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk spondilosis servikal?

Dokter sering memasangkan penyangga leher untuk membatasi pergerakan dan mengurangi sakit leher. Namun, menggunakan penyangga leher akan melemahkan otot leher. Pasien tidak boleh menggunakannya tanpa petunjuk dokter.

Jika Anda tiba-tiba merasa sakit, Anda perlu beristirahat dan menggunakan obat resep (obat penenang dan anti radang). Dokter mungkin meresepkan obat yang membuat otot rileks tapi dengan dosis lebih sedikit dalam jangka pendek. Setelah mengalami nyeri, pasien mulai latihan memutar leher menggunakan penyangga leher. Latihan leher berguna untuk meningkatkan pergerakan dan ketahanan. Perlu diketahui bahwa perbaikan tulang punggung tidak disarankan untuk kondisi seperti ini.

Operasi spondilosis servikal jarang diperlukan. Operasi hanya berguna jika pengobatan lainnya tidak mempan atau pasien harus mengurangi tekanan pada saraf dan tulang punggung.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk spondilosis servikal?

Dokter mendiagnosis  keadaan tulang punggung servikal yang memburuk melalui gejala klinis dan hasil X-ray tulang punggung cervical.

Dokter mungkin juga melakukan MRI leher dan menganalisis kecepatan konduksi saraf dengan EMG. Tes elektromekanikal ini dapat membantu mendiagnosis dan mengidentifikasi sejauh mana kerusakan pada saraf karena penyakit degeneratif.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi spondilosis servikal?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi spondilosis servikal:

  • kembali mengunjungi dokter untuk mengawasi perkembangan gejala dan status kesehatan
  • dengarkan panduan dokter, jangan sembarangan minum obat tanpa persetujuan dokter dan jangan berhenti minum obat yang diresepkan jika belum waktunya
  • cukup beristirahat
  • batasi pergerakan leher
  • latihan menggerakkan leher
  • pertahankan postur tubuh yang baik saat duduk maupun berjalan
  • kurangi risiko cedera tulang punggung servikal
  • hindari melakukan olahraga yang menyebabkan kondisi ini
  • berolahraga secara teratur dan pertahankan berat badan ideal

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Transplantasi Ginjal

Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri atau sakit punggung

Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pencegahan anemia

7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit