Sleepwalking (Tidur Berjalan)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sleepwalking (tidur berjalan)?

Sleepwalking atau tidur berjalan adalah gangguan yang menyebabkan seseorang untuk berdiri dan berjalan saat tidur. Sleepwalking biasanya terjadi saat seseorang berada di tahap tidur dalam, ke tahap yang lebih ringan atau tahap sadar. Orang yang mengalami sleepwalking tidak dapat merespon saat kejadian, dan biasanya tidak mengingatnya. Kadang, ia dapat berbicara yang tidak masuk akal.

Seberapa umumkah sleepwalking (tidur berjalan)?

Terjadinya sleepwalking diestimasikan di antara 1% dan 15% dari populasi umum. Tidur berjalan biasanya terjadi pada masa kecil, di antara usia 4-8 tahun. Namun, orang dewasa juga dapat melakukannya. Terjadinya sleepwalking pada orang dewasa umum terjadi, dan biasanya tidak terkait dengan gangguan psikiatrik maupun psikologis yang signifikan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sleepwalking (tidur berjalan)?

Sleepwalking biasanya terjadi pada awal tidur malam, sering kali 1-2 jam setelah tidur dan jarang terjadi saat tidur siang. Episode tidur berjalan dapat terjadi jarang ataupun sering, dan satu episode biasanya berlangsung beberapa menit atau lebih.

Seseorang yang sleepwalking dapat:

  • Turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan
  • Bangun di tempat tidur dan membuka mata
  • Memiliki ekspresi sayu
  • Melakukan aktivitas rutinitas, seperti berganti pakaian, berbicara, atau membuat camilan
  • Tidak merespon atau berkomunikasi dengan orang lain
  • Sulit bangun saat mengalami episode sleepwalking
  • Disorientasi atau bingung sesaat setelah bangun
  • Kembali tidur dengan cepat
  • Tidak mengingat bahwa ia tidur berjalan pada pagi harinya
  • Kadang kesulitan berfungsi pada siang hari karena tidur yang terganggu
  • Mengalami teror tidur/mimpi buruk yang menyertai sleepwalking.

Meski jarang terjadi, seseorang yang sleepwalking mungkin juga akan:

  • Meninggalkan rumah
  • Mengendarai mobil
  • Melakukan hal-hal yang tidak biasa, seperti buang air kecil di dalam lemari
  • Melakukan aktivitas seksual tanpa kesadaran
  • Cedera, seperti jatuh dari tangga atau lompat dari jendela
  • Menjadi kasar saat kebingungan setelah bangun atau pada kejadian.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Episode sleepwalking yang hanya terjadi sekali-sekali biasanya tidak mengkhawatirkan. Anda dapat memberi tahu pada saat pemeriksaan fisik. Namun, konsultasikan pada dokter jika episode sleepwalking:

  • Sering terjadi, sebagai contoh, lebih dari 1-2 kali seminggu
  • Menyebabkan perilaku berbahaya atau cedera pada orang yang sleepwalking (seperti meninggalkan rumah) atau orang lain
  • Menyebabkan gangguan tidur pada anggota keluarga atau mempermalukan diri sendiri
  • Baru terjadi pertama kali sebagai orang dewasa
  • Berlanjut dari kecil hingga masa remaja

Penyebab

Apa penyebab sleepwalking (tidur berjalan)?

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:

  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Stress
  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Demam
  • Gangguan pada jadwal tidur
  • Pengobatan, seperti hipnotik jangka pendek, sedatif, atau kombinasi obat untuk penyakit psikiatris, serta alkohol.

Kadang, sleepwalking dapat dipicu dengan kondisi yang mengganggu tidur, seperti:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk sleepwalking (tidur berjalan)?

Ada banyak faktor risiko untuk sleepwalking, yaitu:

  • Genetik: sleepwalking menurun pada keluarga. Kemungkinan dapat meningkat 2-3 kali lipat jika salah satu orangtua mengalami sleepwalking saat masa kecil atau dewasa.
  • Usia: sleepwalking lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orangtua, dan terjadinya sleepwalking pada orang dewasa biasanya terkait dengan kondisi kesehatan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sleepwalking (tidur berjalan) didiagnosis?

Sleepwalking pada anak-anak normal terjadi dan biasanya tidak memerlukan perawatan medis. Orangtua perlu mengawasi anak-anak. Orang dewasa yang berlanjut atau mulai sleepwalking lebih berisiko terhadap cedera. Pada kasus ini, konsultasikan dengan ahli medis.

Ahli medis akan mencoba mencari tahu apakah ada penyebab lain sleepwalking atau yang menyebabkan gejala memburuk, seperti:

  • Gangguan tidur lainnya
  • Kondisi medis
  • Penggunaan obat
  • Kelainan mental
  • Penyalahgunaan zat.

Dokter dapat memeriksa tidur Anda menggunakan penelitian tidur di dalam lab. Juga dikenal dengan polysomnogram, penelitian tidur menunjukkan gelombang otak, detak jantung dan pernapasan saat Anda tidur. Penelitian ini juga melihat bagaimana tangan dan kaki bergerak dan merekam perilaku Anda saat tidur. Hal ini dapat membantu menunjukkan jika Anda bangun dari tempat tidur dan melakukan hal yang tidak wajar.

Apa saja pengobatan untuk sleepwalking (tidur berjalan)?

Pengobatan untuk sleepwalking yang jarang terjadi biasanya tidak diperlukan. Sleepwalking pada anak biasanya akan menghilang pada saat remaja.

Jika Anda menyadari anak Anda atau siapapun di rumah sleepwalking, perlahan tuntun kembali ke tempat tidur.

Pengobatan mungkin diperlukan jika terdapat konsekuensi negatif dari sleepwalking, seperti risiko cedera atau malu, atau mengganggu orang lain.

Pengobatan dapat meliputi:

  • Mengatasi kondisi penyebab, jika sleepwalking terkait dengan kurang tidur atau gangguan tidur, kondisi medis, atau gangguan mental.
  • Perubahan pengobatan, jika sleepwalking diduga akibat pengobatan.
  • Bangun dengan antisipasi: membangunkan orang yang biasa sleepwalking 15 menit sebelum waktu sleepwalking, kemudian biarkan bangun selama 5 menit sebelum tidur kembali.
  • Pengobatan, seperti benzodiazepines atau antidepresan tertentu, jika sleepwalking menyebabkan potensi cedera, mengganggu anggota keluarga, atau menyebabkan rasa malu atau gangguan tidur
  • Mempelajari hipnosis diri

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sleepwalking (tidur berjalan)?

Tidak diketahui cara untuk mencegah sleepwalking, namun beberapa tips berikut dapat meminimalisir risiko, seperti:

  • Tidur yang cukup
  • Membatasi stress dengan meditasi atau latihan relaksasi
  • Menghindari stimulasi (auditori atau visual) sebelum tidur

Tips untuk melindungi diri saat sleepwalking

Berikut adalah langkah-langkah untuk mencegah bahaya saat sleepwalking:

  • Buatlah lingkungan yang aman, bebas dari benda berbahaya atau benda tajam
  • Tidur di lantai kamar tidur, jika memungkinkan
  • Kunci pintu dan jendela
  • Tutup jendela kaca dengan gorden berat
  • Pasang alarm atau bel pada pintu kamar tidur
  • Cobalah untuk tetap positif, karena walaupun mengganggu, sleepwalking biasanya bukanlah kondisi yang serius dan akan hilang dengan sendirinya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

    Berkirim pesan ternyata bisa dilakukan saat Anda sedang tertidur, lho. Disebut dengan istilah sleep texting, simak penjelasannya di sini!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur 23 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

    Tidur seharusnya menjadi kegiatan yang nyaman dan menenangkan. Namun, hal ini berbanding terbalik bagi orang-orang yang punya somniphobia.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Gangguan Tidur 22 Juni 2020 . Waktu baca 7 menit

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

    Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

    Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 29 April 2020 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    makanan untuk yang kurang tidur

    Berbagai Makanan yang Perlu Dikonsumsi Jika Anda Kurang Tidur

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    tanda kurang tidur

    6 Tanda Bahwa Anda Kurang Tidur

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    cara cepat tidur

    Sering Susah Tidur? Ini Cara Cepat Tidur Dalam Satu Menit

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
    mengigau saat tidur

    Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20 Juli 2020 . Waktu baca 3 menit