Post Traumatic Stress Disorder (Ptsd)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu PTSD (gangguan stres pascatrauma)?

Post-traumatic stress disorder atau PTSD (gangguan stres pascatrauma) adalah kondisi mental di mana Anda mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Mengalami kejadian traumatis adalah hal yang berat bagi siapapun.

Namun, sejumlah orang lanjut mengidap PTSD setelah mengalami peristiwa yang menyakitkan atau mengejutkan, seperti kecelakaan, insiden yang mengancam nyawa, atau perang.

Ia mungkin memikirkan kejadian traumatis ini sepanjang waktu dan hal ini dapat mempengaruhi kehidupannya. Memang sulit untuk menyesuaikan diri dan menerima perubahan setelah kejadian traumatis, tapi selalu ada cara untuk membuat Anda merasa lebih baik.

Seberapa umumkah kondisi ini?

PTSD adalah kondisi yang tergolong umum. Gangguan stres pascatrauma umumnya lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria karena kebanyakan wanita lebih sensitif terhadap perubahan daripada pria, sehingga mereka mengalami emosi yang lebih intens.

PTSD adalah kondisi yang dapat mempengaruhi pasien dalam semua golongan usia, bahkan anak-anak. PTSD bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala PTSD (gangguan stres pascatrauma)?

Dikutip dari Web MD, tanda dan gejala PTSD adalah:

  • Anda tidak sanggup berhenti memikirkan kejadian spesifik yang menyebabkan trauma. Ketika Anda mengalami PTSD, Anda bisa berulang kali mengingat kembali pengalaman traumatis tersebut melalui kilas balik, halusinasi, dan mimpi buruk.
  • Anda menjauh dari kehidupan sosial
  • Dalam ketakutan yang Anda alami saat serangan panik datang, Anda tidak ingin menemui orang lain, atau menghindari orang, tempat, pikiran, atau situasi yang mungkin mengingatkan Anda akan trauma.
  • Hasil penghindaran ini adalah perasaan menjauh dan isolasi dari keluarga dan teman-teman, serta kehilangan minat dalam aktivitas yang dulunya Anda senangi.
  • Anda akan mengalami emosi lebih intens lagi dari sebelumnya. Artinya, Anda mungkin lebih mudah marah atau depresi, atau suasana hati Anda lebih cepat berubah.
  • Anda mungkin memiliki masalah yang terkait dengan hal lainnya, termasuk perasaan atau menunjukkan kasih sayang, atau merasa sangat cemas atau mudah terkejut.
  • Anda mungkin sulit tidur dan berkonsentrasi.
  • Secara fisik, Anda mungkin mengalami gejala macam peningkatan tekanan darah dan detak jantung, napas cepat, otot tegang, mual, dan diare.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Banyak orang dengan kondisi mental merasa malu dan ingin menunda kunjungan ke dokter. Namun, Anda harus ingat bahwa PTSD mampu disembuhkan. Semakin dini Anda mencari pengobatan, semakin cepat PTSD akan disembuhkan.

Menghubungi dokter adalah hal yang perlu Anda lakukan jika mengalami gejala PTSD berikut ini:

  • Anda memiliki pikiran dan perasaan mengerikan tentang kejadian traumatis selama lebih dari sebulan
  • Pikiran dan perasaan negatif Anda parah
  • Anda bermasalah dalam berusaha menjaga hidup tetap terkontrol
  • Anda mungkin ingin melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup.

Penyebab

Apa penyebab PTSD (gangguan stres pascatrauma)?

Penyebab PTSD masih belum jelas. Namun, dipercaya bahwa fakta yang Anda alami, lihat, atau pelajari tentang suatu kejadian yang melibatkan kematian, ancaman kematian, luka parah, atau pelecehan seksual, adalah hal yang dapat menyebabkan PTSD.

Di sisi lain, gabungan faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami PTSD adalah:

  • Anda memiliki risiko kesehatan mental seperti meningkatnya risiko kecemasan dan depresi
  • Anda mengalami sejumlah kejadian traumatis sejak masa kanak-kanak awal
  • Anda mewarisi aspek kepribadian atau temperamen tertentu
  • Cara otak mengontrol zat kimia dan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respon terhadap stres.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk PTSD (gangguan stres pascatrauma)?

Ada banyak faktor risiko PTSD, terlebih jika orang telah mengalami pengalaman yang sulit. Namun, beberapa faktor yang mungkin membuat Anda lebih mudah mengembangkan PTSD setelah kejadian traumatis adalah:

  • Mengalami trauma intens atau berkepanjangan
  • Telah mengalami trauma lain di masa kecil, termasuk penganiayaan atau ditelantarkan
  • Memiliki pekerjaan yang meningkatkan risiko terpapar kejadian traumatis, misalnya personel militer, tim SAR, dan petugas pertolongan darurat
  • Mengidap gangguan kesehatan mental lainnya, misalnya kecemasan atau depresi
  • Kurangnya sistem dukungan yang baik dari keluarga dan teman
  • Memiliki kerabat kandung yang mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk PTSD atau depresi.

Semua orang menghadapi masa yang menyulitkan dalam hidup, tapi beberapa lebih rentan menderita gangguan stres pascatrauma. Kejadian paling umum yang memicu perkembangan PTSD adalah:

  • Terlibat di medan perang
  • Keterlantaran dan kekerasan fisik di masa kecil
  • Pelecehan seksual
  • Serangan fisik
  • Diancam dengan senjata

Banyak kejadian traumatis lainnya juga dapat menyebabkan gangguan stres pascatrauma, misalnya dalam kebakaran, bencana alam, penjambretan, perampokan, kecelakaan mobil, kecelakaan pesawat, penyiksaan, penculikan, diagnosis medis yang mengancam nyawa, serangan teroris, dan kejadian ekstrem atau berbahaya lainnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk PTSD (gangguan stres pascatrauma)?

Mengobati PTSD berarti Anda harus kembali mengambil alih kehidupan Anda sendiri. Perawatan paling pertama adalah psikoterapi, yang sering digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan.

Saat Anda menggabungkan perawatan ini, gejala Anda bisa membaik. Selain itu, Anda perlu mempelajari keahlian untuk mengenali gejala dan membantu Anda merasa lebih baik tentang diri Anda sendiri.

Dokter akan mengajarkan cara untuk mengatasinya jika gejala kembali muncul. Ditambah lagi, perawatan ini akan membantu mengobati gangguan yang berhubungan dengan pengalaman traumatis, misalnya depresi, kecemasan, atau penyalahgunaan alkohol atau narkoba yang muncul.

Ada sejumlah metode psikologi yang dirancang untuk membantu Anda menemukan masalah dan mengenalinya dengan tepat, seperti terapi kognitif, terapi paparan, dan desensitisasi pergerakan mata.

Terapi kognitif membantu Anda mengenali apa yang terus tertanam di dalam ingatan. Terapi paparan membantu Anda menghadapi hal menakutkan dengan aman sehingga Anda mampu belajar mengatasinya secara efektif.

Desensitisasi pergerakan mata dan proses ulang dengan serangkaian pergerakan mata yang terpandu membantu Anda memproses ingatan traumatis dan mengubah cara Anda bereaksi terhadap ingatan traumatis.

Anda mungkin memerlukan beberapa obat-obatan untuk mengobati gejala gangguan stres pascatrauma. Obat bisa berupa antidepresan untuk membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan; obat anticemas untuk menghilangkan perasaan cemas dan stres; dan prazosin jika gejala melibatkan insomnia atau mimpi buruk kambuhan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

PTSD adalah kondisi yang tidak terdiagnosis sampai setidaknya sebulan telah berlalu sejak adanya kejadian traumatis. Jika selama sebulan setelah kejadian Anda mengalami gejala-gejala di atas, Anda harus menemui dokter.

Bila gejala PTSD muncul, dokter akan memulai penilaian dengan melakukan pemeriksaan riwayat medis dan fisik lengkap. Walaupun tidak ada tes laboratorium untuk mendiagnosis PTSD secara spesifik, dokter mungkin menggunakan beragam tes untuk mengesampingkan penyakit fisik sebagai penyebab gejala.

Jika tidak ditemukan penyakit fisik apapun, Anda mungkin dirujuk ke psikiatris, psikolog, atau ahli kesehatan mental profesional yang terlatih khusus untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit kejiwaan. Psikiatris dan psikolog akan menggunakan interview dan alat penilaian untuk menilai seseorang terhadap kelainan kecemasan.

Cara dokter mendasari diagnosis PTSD adalah berdasarkan gejala yang dilaporkan, termasuk masalah fungsi sehari-hari. Dokter kemudian menentukan apakah gejala dan tingkat disfungsi mengindikasikan PTSD.

PTSD terdiagnosis apabila orang mengalami gejala PTSD yang berlangsung lebih dari sebulan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi post traumatic stress disorder (ptsd)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin membantu mengatasi post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah:

  • Mengikuti rencana pengobatan dan bersabar
  • Mempelajari PTSD, yang membantu Anda memahami perasaan Anda, dan lalu Anda bisa mempersiapkan strategi untuk membantu Anda merespon secara efektif
  • Cukup beristirahat, makan makanan sehat, berolahraga, dan meluangkan waktu untuk rileks
  • Jangan menyalahgunakan alkohol atau narkoba untuk mematikan perasaan, yang memberikan lebih banyak lagi masalah dan mencegah kesembuhan yang sebenarnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

    Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Orangtua Perlu Waspada, Ini 5 Kenakalan Remaja yang Kerap Dilakukan

    Masa remaja adalah masa ketika anak sedang ingin coba-coba. Di masa ini pula anak bisa terjerumus dalam kenakalan remaja. Apa saja jenisnya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

    Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    bahaya cyber bullying

    Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit