Memar Muncul di Sekitar Mata, Bagaimana Cara Menghilangkannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Ketika bagian mata Anda terkena pukulan atau hantaman benda tumpul yang keras, Anda mungkin langsung menyadari timbulnya memar di bagian mata. Kondisi mata yang memar atau lebam tak hanya dapat mengganggu penampilan, namun ternyata juga berisiko mengganggu kesehatan jika tidak ditangani dengan tepat. Untuk mengetahui apa sebenarnya memar di mata dan bagaimana cara menghilangkan kondisi tersebut, simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu memar di sekitar mata?

Memar mata, atau yang disebut dengan periorbital hematoma, adalah memar pada jaringan di bawah kulit sekitar mata. Pada kebanyakan kasus, memar atau lebam lebih berdampak pada wajah daripada daya penglihatan mata itu sendiri.

Hematoma sendiri adalah kondisi ketika darah merembes di bawah kulit akibat kerusakan atau cedera pada pembuluh darah kapiler, sehingga timbullah lebam atau memar. Kondisi ini bisa terjadi di hampir seluruh bagian tubuh, salah satunya di area sekitar mata.

Gejala yang paling umum mengikuti memar di sekitar mata adalah rasa nyeri, pembengkakan, dan lebam. Pada awalnya, lebam memar mungkin berwarna merah terang dan belum membengkak sepenuhnya. Lambat laun, warna kulit yang memar dapat menggelap menjadi ungu tua, kuning, hijau, hingga hitam. Pembengkakan juga mulai tampak jelas dan membesar seiring waktu.

Memar di sekitar mata dapat menyebabkan penglihatan kabur sementara atau membuat Anda sulit membuka mata. Namun, jarang sekali kasus memar yang berdampak serius atau permanen pada kesehatan.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk mengetahui cara menghilangkan gejala-gejala memar di mata yang sesuai dengan kondisi Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan kasus memar di mata termasuk cedera ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Anda bisa melakukan berbagai cara menghilangkan memar dengan langkah-langkah sederhana di rumah.

Namun, apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut setelah cedera di bagian mata terjadi, segera cari pertolongan medis:

  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Kehilangan penglihatan
  • Hilang kesadaran
  • Tidak mampu menggerakkan mata
  • Keluar darah atau cairan dari hidung atau telinga
  • Perdarahan pada mata
  • Sakit kepala yang bertahan lama

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Apa penyebab memar di sekitar mata?

Penyebab paling umum dari memar di sekitar mata adalah cedera akibat pukulan tepat ke mata, area dahi, atau hidung. Salah satu atau kedua mata mungkin dapat lebam, tergantung dari seperti apa traumanya.

Karena cedera tersebut, perdarahan terjadi di bawah kulit. Ketika pembuluh darah kapiler atau pembuluh kecil yang ada di bawah kulit mengalami kerusakan, darah akan merembes ke jaringan sekitarnya. Perubahan pada warna kulit inilah yang disebut dengan memar atau lebam.

Kebanyakan kasus lebam di mata tidak serius dan Anda bisa mengikut cara-cara rumahan untuk menghilangkan memar. Namun, terkadang memar juga dikaitkan dengan adanya kerusakan pada tulang tengkorak, atau skull fracture. Kondisi ini disebut dengan raccoon eyes, yang ditandai dengan kedua mata mengalami memar.

Prosedur operasi pada wajah, seperti face lift, operasi rahang, atau operasi hidung juga berisiko menyebabkan mata lebam.

Dalam beberapa kasus, memar di mata juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia dan penyakit Von Willebrand. Gangguan pembekuan darah disebabkan oleh rendahnya jumlah protein pembeku darah dalam tubuh, sehingga tubuh lebih mudah mengalami memar meski tidak mengalami cedera yang serius.

Penyebab mata lebam lainnya termasuk reaksi alergi, gigitan serangga, selulitis (infeksi kulit sekitar mata), angioedema, dan penyakit gigi. Meski begitu, kondisi-kondisi ini tidak selalu menyebabkan warna kulit yang memar jadi menggelap.

Bagaimana cara menghilangkan memar di mata?

Ketika Anda mengalami cedera dan timbul lebam di area mata, segera lakukan pertolongan pertama terlebih dahulu. Menurut Mayo Clinic, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan:

  • Kompres area yang memar setelah cedera. Gunakan kain yang dibasahi dengan air dingin ke bagian mata Anda. Jangan tekan kompres ke bola mata Anda. Dengan mengompres air dingin, pembengkakan pada mata dapat berkurang.
  • Cek bagian bola mata Anda. Jika Anda melihat ada darah di bagian putih mata, segera cari pertolongan medis.
  • Periksakan diri ke dokter jika ada gejala lain. Apabila Anda mengalami penglihatan kabur, rasa nyeri yang parah, memar di kedua mata, serta perdarahan di mata atau hidung, jangan tunda waktu untuk periksa ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.
  • Kompres dengan air hangat. Berbeda dengan kompres dingin, kompres hangat dilakukan beberapa hari setelah pembengkakan di mata mereda. Ulangi langkah ini 1-2 kali sehari.

Selain dengan cara-cara di atas, Anda juga bisa menggunakan obat-obatan memar yang tersedia di apotek, seperti salep untuk menghilangkan memar di mata. Untuk meredakan rasa sakit, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol.

Pengobatan di dokter

Jika dokter mencurigai adanya cedera yang lebih serius, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan penglihatan dengan mengarahkan sinar senter ke pupil mata untuk melihat adanya cedera, menguji gerak mata dengan meminta Anda melihat mengikuti gerak jari dokter, dan memeriksa tulang wajah di sekitar mata yang lebam.

Tergantung apa yang ditemukan dokter, mungkin akan ada pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Meneteskan tinta khusus ke mata untuk dicek dalam sinar UV guna mencari kemungkinan luka atau benda asing yang masuk ke mata.
  • Jika dokter mencurigai adanya retak atau patah tulang wajah dan di sekitar mata, dokter dapat meminta Anda untuk menjalani rontgen atau CT scan. Ini juga dapat dilakukan untuk mencari tahu adanya objek asing di dalam mata.
  • Jika ada kecurigaan tertentu, dokter dapat merujuk Anda pada dokter spesialis bedah mata untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Untuk cedera yang lebih serius, Anda mungkin akan mendapatkan penanganan khusus dengan dokter spesialis yang berbeda, tergantung dari bagian tubuh mana yang ikut terdampak. Penanganan berikut adalah cara terbaik mengatasi kondisi-kondisi lainnya yang berkaitan dengan memar mata Anda.

  • Dokter bedah saraf untuk menangani cedera pada tengkorak atau otak.
  • Spesialis mata untuk menangani cedera pada mata.
  • Spesialis bedah THT untuk menangani tulang wajah yang patah atau retak.
  • Dokter bedah plastik untuk memperbaiki cedera sobekan/luka yang serius pada wajah.

Cara mencegah cedera agar tidak mengalami memar mata

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Selain berfokus pada cara menghilangkan, Anda juga perlu menjaga diri Anda baik-baik agar tidak mengalami cedera dan memar mata di lain waktu. Berikut adalah upaya-upaya yang bisa Anda lakukan:

  • Periksa rumah Anda untuk barang-barang yang mungkin dapat jatuh menimpa Anda, atau membuat Anda tersandung dan jatuh. Tips ini khususnya berguna untuk anak-anak dan manula yang rentan cedera.
  • Gunakan pakaian atau aksesoris pelindung saat berolahraga atau bekerja, seperti helm, masker pelindung wajah, atau kacamata khusus.
  • Gunakan sabuk pengaman saat mengemudikan mobil dan helm saat naik motor.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Pengobatan Hemofilia untuk Mengatasi Gejalanya

Hemofilia memang tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, ada pengobatan tertentu yang bisa membantu Anda mengatasi gejala hemofilia. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Ciri dan Gejala Hemofilia yang Perlu Diwaspadai

Penyakit hemofilia adalah kelainan darah dengan ciri-ciri darah sulit membeku. Selain mimisan, ada pula gejala lain hemofilia yang wajib Anda tahu.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Hemofilia, Gangguan yang Menyebabkan Darah Sukar Membeku

Umumnya, penyebab utama penyakit hemofilia adalah keturunan, meski ada pula penyebab lainnya. Bagaimana hemofilia bisa diturunkan dari orangtua ke anak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Hemofilia 26 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Seperti Apa Kebiasaan Mencuci Tangan di Masa Pandemi COVID-19?

Menurut survei tersebut, perempuan lebih disiplin menjalankan kebiasaan mencuci tangan ketimbang laki-laki dan anak muda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan hemofilia cara mencegah penyakit hemofilia

Bisakah Mencegah Penyakit Hemofilia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Penyakit Von Willebrand

Penyakit Von Willebrand

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
hemofilia B

Hemofilia B

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
hemofilia a

Hemofilia A

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit