Perichondritis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu perichondritis?

Perichondritis adalah infeksi kulit dan jaringan di sekitar tulang rawan telinga. Perichondritis dapat menjadi kondisi yang serius, kambuhan, merusak, dan bertahan lama.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perichondritis?

Gejala perichondritis yang umum meliputi:

  • Daun telinga memerah, bengkak, dan terasa sakit.
  • Demam.
  • Benjolan berisi nanah di area tulang rawan telinga.
  • Perubahan bentuk telinga yang abnormal, akibat nanah yang menyumbat aliran darah di tulang rawan sehingga menghancurkannya.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami trauma atau cedera (cakaran, pukulan benda tumpul, luka tusuk, atau hantaman benda tajam) dan kemudian mengalami nyeri dan kemerahan di area terluar telinga yang keras, hubungi dokter.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab perichondritis?

Penyebab paling umum dari perichondritis adalah infeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk perichondritis?

Cedera, gigitan serangga, tindikan di tulang rawan telinga, operasi telinga, atau bisul di telinga dapat menyebabkan perichondritis. Operasi, luka bakar, dan akupunktur dapat meningkatkan risiko infeksi.

Infeksi telinga ini juga rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki gangguan peradangan, seperti granulomatosis dengan polyangiitis (sebelumnya dikenal dengan nama Wegener granulomatosis), yang daya tahan tubuhnya lemah, dan yang memiliki diabetes.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana perichondritis didiagnosis?

Diagnosis perichondritis dilakukan dokter berdasarkan pengecekan riwayat kesehatan dan gejala yang timbul. Jika Anda sebelumnya pernah mengalami cedera, telinga memerah bengkak dan sangat lunak, kemudian juga bentuk telinga Anda berubah, tinggi peluangnya ini adalah perichondritis.

Bagaimana perichondritis diobati?

Pilihan pengobatan perichondritis termasuk antibiotik, baik secara oral maupun lewat infus, dan obat pereda nyeri. Operasi mungkin dibutuhkan untuk menguras nanas dan mengangkat jaringan kulit dan tulang rawan yang rusak.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perichondritis?

Cara terbaik untuk menghindari infeksi telinga adalah mengusahakan tidak menindik tepat di tulang rawan.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Benar Tinggi Badan Bertambah Saat Anak Tidur?

Mungkin ada alasannya kenapa banyak orangtua sejak zaman dahulu selalu menyuruh anak tidur cukup. Apakah benar tinggi badan bertambah saat anak tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

Menelusuri Jumlah Kasus Positif COVID-19 Anak di Indonesia

Anak rentan mengalami gejala berat dan komplikasi. IDAI mencatat, angka kasus COVID-19 pada anak di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 04/06/2020

Orang yang Negatif Ternyata Beda dengan Orang Toxic, Ini Alasannya

Istilah ‘orang negatif’ dan ‘orang toxic’ sering dikaitkan antara satu sama lain. Walaupun mirip, ada beberapa faktor yang membedakan keduanya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Dinilai Belum Aman, Uji Klinis Hydroxychloroquine untuk Obat COVID-19 Ditunda

Hydroxychloroquine adalah obat malaria yang berpotensi menjadi obat COVID-19, tapi uji klinisnya dihentikan sementara karena dinilai tak aman bagi pasien.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 04/06/2020

Direkomendasikan untuk Anda

memilih kosmetik untuk kulit sensitif

Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
gejala kanker usus besar

Apakah Anda Berisiko Kanker Usus Besar?

Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
vaksin pneumonia

Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020
dampak menghirup udara kotor

Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020