Kostokondritis, Nyeri Dinding Dada Akibat Radang Jaringan Tulang Rawan

    Kostokondritis, Nyeri Dinding Dada Akibat Radang Jaringan Tulang Rawan

    Tulang rusuk terhubung ke tulang dada oleh jaringan pelindung yang keras, dinamakan kartilago (cartilage). Ketika kartilago meradang, biasanya Anda mengalami nyeri dinding dada atau dalam istilah medis disebut kostokondritis. Rasa nyeri yang diakibatkan oleh kostokondritis menyerupai serangan jantung. Berikut berbagai penyebab dan berbagai pilihan pengobatannya.

    Penyebab kostokondritis

    Sumber: Mayo Clinic

    Penyebab pasti dari kostokondritis terkadang tidak diketahui secara pasti. Namun, berikut ini beberapa hal yang umumnya bisa menyebabkan rasa nyeri di dinding dada.

    • Cedera. Misalnya, kecelakaan dalam berkendara atau jatuh.
    • Tegangan pada dada. Misalnya mengangkat benda berat, olahraga berat, dan batuk yang terus menerus.
    • Radang sendi. Misalnya osteoarthritis, rheumatoid arthritis (rematik), atau ankylosing spondylitis.
    • Infeksi sendi. Virus, bakteri, dan jamur (misalnya tuberkulosis, sifilis, dan aspergillosis) bisa menyerang sendi tulang rusuk.
    • Pertumbuhan tumor. Termasuk yang bersifat kanker maupun non-kanker di bagian tubuh dekat dada seperti payudara, tiroid, dan paru-paru.

    Gejala kostokondritis

    Berikut ini berbagai gejala yang akan Anda alami jika memiliki kostokondritis, yaitu:

    • Nyeri yang menyerang sisi kiri tulang dada.
    • Rasa sakit yang tajam dan menusuk seperti ditekan-tekan.
    • Rasa sakit semakin terasa saat mengambil napas dalam-dalam atau batuk.
    • Nyeri terjadi pada lebih dari satu tulang rusuk

    Berbagai cara mengobati kostokondritis

    Meskipun kondisi ini tidak selalu membutuhkan pengobatan, kostokondritis bisa diobati dengan berbagai cara dari mulai pengobatan hingga terapi.

    1. Obat-obatan

    obat untuk osteoarthritis

    Obat antiradang nonsteroid (NSAID). Ibuprofen (Motrin IB) dan naproxen sodium (Aleve) termasuk jenis NSAID tanpa resep yang bisa Anda beli di apotek terdekat. Namun, dokter biasanya akan meresepkan NSAID yang lebih kuat untuk mengatasi rasa sakit yang parah.

    Obat antinyeri narkotika

    Rasa nyeri yang sangat menyakitkan biasanya akan diobati dengan obat-obatan yang mengandung kodein seperti hydocodone-acetaminophen (Vicodin, Norco) dan oxycodone-acetaminophen (Tylox, Roxicet, dan Percocet).

    Antidepresan

    Antidepresan trisiklik seperti amitriptyline, sering digunakan untuk mengendalikan rasa nyeri kronis, terutama jika rasa sakitnya menganggu waktu tidur Anda.

    Obat antikejang

    Obat epilepsi gabapentin (Neurontin) juga bisa digunakan untuk mengobati rasa sakit akibat kostokondritis karena telah terbukti berhasil mengendalikan nyeri kronis.

    2. Terapi

    terapi fisik dada
    Sumber: Advantage Health

    Latihan peregangan

    Latihan peregangan ringan untuk otot dada dapat membantu mengendalikan dan mencegah rasa sakit yang semakin parah. Anda bisa mempraktikannya setiap hari sambil mengatur pola napas saat melakukan peregangan.

    Stimulasi saraf

    Prosedur stimulasi saraf listrik transkutan (TENS) dilakukan dengan mengirimkan arus listrik lemah melalui tambalan perekat pada kulit di dekat area yang terasa nyeri. Hal ini dimaksudkan untuk mengacaukan dan menyembunyikan sinyal rasa sakit serta mencegahnya untuk sampai ke otak.

    3. Perawatan rumahan

    kompres es dingin
    Sumber: Health Ambition

    Kompres panas atau dingin pada bagian yang terasa nyeri selama beberapa kali sehari hingga Anda merasa lebih baik. Selain itu beristirahat yang cukup dapat membantu mengendalikan rasa sakit. Hindari kegiatan dan olahraga yang bisa membuat rasa sakit semakin terasa jelas.

    Jika berbagai cara ini tidak dapat mengurangi rasa sakit, maka dokter akan memberikan obat untuk mematikan rasa nyeri dan juga kortikosteroid langsung ke dalam sendi yang meradang. Bahkan, jika rasa sakit tak kunjung hilang maka prosedur operasi bisa saja dilakukan jika menjadi satu-satunya pilihan terbaik.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Widya Citra Andini · Tanggal diperbarui 18/05/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan