Narcissistic Personality Disorder (Narsistik)

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa yang dimaksud dengan Narcissistic Personality Disorder ?

Narsistik atau biasa dikenal sebagai Narcissistic Personality Disorder adalah sebuah gangguan mental. Narcissistic Personality Disorder adalah  kondisi orang yang menganggap dirinya jauh lebih penting dari orang lain, memiliki kebutuhan yang tinggi untuk dipuji atau dibanggakan, namun memiliki empati yang rendah terhadap orang lain.

Akan tetapi dibalik rasa percaya diri yang begitu tinggi sebenarnya ia memiliki rasa percaya diri yang rapuh dan mudah runtuh hanya dengan sedikit kritikan. Gangguan ini dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan apabila tidak ditangani secara tepat.

Seberapa umum Narcissistic Personality Disorder ?

Narcissistic Personality Disorder adalah suatu gangguan kejiwaan yang langka. Laki-laki lebih rentan untuk mengalami gangguan ini dibandingkan wanita. Narcissistic Personality Disorder adalah kondisi yang sering kali muncul pada masa remaja atau dewasa muda.

Ciri kepribadian narsistik dapat muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Namun ini tidak berarti bahwa ciri kepribadian ini akan berlanjut menjadi sebuah gangguan kepribadian. Tolong konsultasikan ke dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala dari Narcissistic Personality Disorder ?

Ciri-ciri dan gejala dari Narcissistic Personality Disorder adalah:

  • Menilai diri sendiri terlalu tinggi dibandingkan orang lain secara berlebihan
  • Menganggap diri dianggap superior tanpa adanya pencapaian yang pantas
  • Melebih-lebihkan pencapaian dan bakat diri
  • Meyakini diri sendiri sebagai seseorang yang superior dan meyakini bahwa hanya orang-orang yang sama istimewanya yang akan memahami hal tersebut
  • Memiliki preokupasi atau pikiran dipenuhi dengan fantasi mengenai sukses, kekuasaan, kepandaian, kecantikan atau ketampanan, atau mengenai pasangan yang sempurna
  • Memiliki kebutuhan untuk selalu dipuji atau dikagumi
  • Merasa istimewa
  • Mengganggap bahwa dirinya pantas diberi perlakuan spesial dan bahwa hal itu sebagai suatu hal yang wajar di mata orang lain
  • Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan
  • Tidak mampu untuk meraba rasa atau menyadari perasaan atau kebutuhan orang lain
  • Merasa cemburu terhadap orang lain dan merasa orang lain cemburu terhadap diri sendiri
  • Memiliki perilaku yang arogan

Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter Anda.

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Hubungi dokter atau psikolog:

Jika Anda memiliki Narcissistic Personality Disorder, Anda mungkin tidak merasa ada yang salah dengan diri Anda karena itu tidak sesuai dengan gambaran diri Anda yang sempurna dan berkuasa. Narcissistic Personality Disorder adalah kondisi mental orang yang kemungkinan besar akan mencari pertolongan ketika merasa depresi yang seringkali diakibatkan oleh kritik dan penolakan dari orang-orang sekitar.

  • Jika Anda merasa memiliki beberapa ciri atau gejala dari Narcissistic Personality Disorder  atau Anda merasa kesedihan yang berlarut-larut, segera temui dokter. Penanganan yang tepat akan membuat hidup Anda terasa lebih ringan dan menyenangkan. Tidak perlu malu untuk meminta pertolongan dokter untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Penyebab

Apa penyebab narcissistic personality disorder (gangguan kepribadian narsistik)?

Sampai sekarang, penyebab gangguan ini belum diketahui. Meskipun begitu, berdasarkan para ahli, perilaku orangtua sangat berkaitan dengan gangguan kepribadian narsisistik ini, termasuk kekerasan, ditinggalkan, dimanjakan, dan apabila anak dipuji terlalu berlebihan. Meskipun belum diketahui pasti, namun para peneliti menduga bahwa anak yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu menekankan keistimewaan anak dan terlalu mengkritisi rasa takut dan kegagalan memiliki risiko untuk mengalami gangguan ini. Faktor gen atau masalah fisik dan psikologis juga menjadi salah satu penyebab gangguan kepribadian ini.

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko Anda terjangkit Narcissistic Personality Disorder?

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Narcissistic Personality Disorder adalah:

  • Orang tua terlalu mengkritik saat Anda merasa takut dan gagal.
  • Orang tua terlalu mengelukan keistimewaan Anak

Tidak adanya risiko tidak berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar gangguan. Ciri dan gejala yang dituliskan hanya untuk referensi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Apa saja contoh pengobatan yang dapat dilakukan pada Narcissistic Personality Disorder ?

Menjalani psikoterapi merupakan perawatan terbaik yang bisa dilakukan bersama psikiater maupun psikolog. Terapi ini dapat membantu pasien agar lebih peka terhadap orang lain dan membantu pasien untuk memahami perasaannya dan perilakunya sendiri. Terdapat juga metode lain bernama metode perilaku kognitif yang dapat membantu menemukan perilaku yang tidak sehat dan mengubahnya dengan yang sehat.  Selain itu, obat anti depresi juga kadang digunakan bagi pasien yang menderita depresi maupun kecemasan.

Apa saja jenis tes yang paling umum dilakukan pada penderita Narcissistic Personality Disorder ?

Narcissistic Personality Disorder adalah kondisi yang bisa didiagnosis dokter berdasarkan rekam jejak medis. Dokter juga akan menganalisis berdasarkan gejala dan keluhan yang diderita untuk membuat diagnosis. Selain itu, petugas kesehatan juga akan melakukan metode tes lain untuk menentukan apakah pasien memiliki permasalahan fisik lain yang disebabkan gangguan ini.

Pengobatan di rumah

Apa saja bentuk perubahan gaya hidup atau upaya pengobatan rumahan yang dapat membantu saya mengurangi ancaman terkena Narcissistic Personality Disorder ?

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda menghadapi Narcissistic Personality Disorder :

  • Selalu terbuka dan bersosialisasi dengan orang lain.
  • Belajar mengenai ilmu kesehatan ini agar dengan segera menyadari gejala dan ciri yang ada, supaya Anda bisa diberikan perawatan yang sesuai.
  • Kunjungi pusat kesehatan apabila Anda berpikir untuk menyakiti diri anda sendiri atau orang lain.
  • Coba untuk mengurangi stres dengan meditasi atau  yoga.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, mohon segara dikonsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau pengobatan atas suatu penyakit tertentu.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

    Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

    Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

    Manfaat Masak Sendiri bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Saat mengakhiri hari yang sibuk, makan di luar rasanya menjadi pilihan tercepat dan mudah, padahal masak makanan sendiri punya banyak manfaat lho.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    Teman Divonis Autoimun, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menyemangatinya

    Mendengar teman divonis sakit autoimun, ini saatnya Anda memberi dukungan yang tepat agar ia tetap semangat dan tidak merasa sendiri.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    Direkomendasikan untuk Anda

    delusi dan halusinasi

    Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    Pedofilia kekerasan seksual

    Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
    diagnosis hiv

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    stres anak saat pandemi

    Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020