Limfadenitis Mesenterika

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu limfadenitis mesenterika?

Limfadenitis mesenterika adalah kondisi peradangan dan pembengkakan pada kelenjar getah bening dalam perut. Kelenjar getah bening adalah organ berbentuk bulat mirip kacang yang mengandung sel darah putih disebut limfosit. Kelenjar getah bening sangat penting untuk melawan penyakit dan menjaga daya tahan tubuh. Kelenjar ini menyaring bakteri dan parasit berbahaya lainnya dari cairan limpa agar tubuh Anda dapat membilasnya keluar.

Limfadenitis mesenterika menyerang kelenjar getah bening di jaringan yang disebut mesentrika. Jaringan ini menyambungkan usus ke dinding perut. Nama lain dari limfadenitis mesenterika adalah adenitis mesenterika.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala limfadenitis mesenterika?

Gejala umum dari limfadenitis mesenterika adalah:

  • Sakit di perut kanan bawah, atau di bagian lain dari perut
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Tidak enak badan
  • Penurunan berat badan

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Temui dokter jika gejala berikut muncul:

  • Sakit perut tiba-tiba dan terasa parah
  • Sakit perut yang disertai dengan demam, diare, muntah, atau penurunan berat badan
  • Gejala tidak membaik, atau malah memburuk

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab limfadenitis mesenterika?

Flu perut dan infeksi lainnya dapat menyebabkan kelenjar getah bening di perut membengkak dan meradang. Ketika Anda terinfeksi, bakteri, virus, atau parasit lainnya akan disaring melalui kelenjar getah bening sehingga menyebabkan kelenjar membengkak. Ini adalah respon sistem imun untuk mencegah Anda jatuh sakit.

Limfadenitis mesenterika sering muncul setelah flu perut yang diakibatkan oleh virus. Anak kecil dapat mengalami limfadenitis mesenterika dari infeksi pernapasan atau makan daging babi yang kurang matang yang terkontaminasi dengan bakteri Yersinia enterocolitica.

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk limfadenitis mesenterika?

Limfadenitis mesenterika dapat terjadi pada usia berapapun, tapi paling umum terjadi pada anak-anak.

Anak-anak lebih rentan mengalami limfadenitis mesenterika setelah:

  • Flu perut akibat virus
  • Infeksi pernapasan atau flu biasa
  • Makan daging babi yang kurang matang

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana didiagnosis?

Limfadenitis mesenterika didiagnosis dengan pemeriksaan fisik dasar. Dokter juga akan menanyakan apakah anak Anda baru mengalami flu, flu perut, atau infeksi lainnya. Dokter juga mungkin memeriksa perut anak Anda untuk cek pembengkakan dan pembesaran kelenjar getah bening.

Dokter juga mungkin melakukan tes darah untuk cari tahu tanda infeksi atau pemindaian dengan CT scan atau ultrasound untuk mencari lokasi pembengkakan kelenjar.

Bagaimana limfadenitis mesenterika diobati?

Limfadenitis mesenterika dapat membaik dalam beberapa hari dengan sendirinya. Namun jika disebabkan oleh infeksi bakteri, Anda akan diresepkan antibiotik.

Untuk meredakan rasa nyeri, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebeas seperti ibuprofen atau paracetamol. Jangan berikan aspirin pada anak kecil yang sakit flu. Aspirin terkait dengan perkembangan sindrom Reye pada anak dan remaja, yang dapat berakibat fatal.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

    Memiliki kulit sensitif memang perlu perawatan dan perhatian ekstra ya, termasuk untuk memilih kosmetik. Berikut tips memilih kosmetik yang aman untuk Anda.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Apakah Anda Berisiko Kanker Usus Besar?

    Kanker usus besar menempati urutan keempat penyakit yang banyak diderita di Indonesia. Untuk menguranginya, perlu deteksi dini kanker ini. Tes di sini!

    Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
    Health Quiz 04/06/2020

    Berbagai Vaksin yang Bisa Mencegah Pneumonia

    Langkah penting dalam mencegah penyakit pneumonia adalah dengan mendapatkan vaksin. Terdapat 6 jenis vaksin yang mampu mencegah penyakit ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin

    Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

    Menghirup udara kotor memberi dampak kesehatan untuk tubuh, terutama bagi sistem pernapasan. Ini dia tiga dampak buruk yang wajib Anda ketahui.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda

    Direkomendasikan untuk Anda

    Obat tradisional COVID-19

    Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    diet south beach

    Mengulik Serba-Serbi Diet South Beach untuk Menurunkan Berat Badan

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    mengatasi rasa cemas di kantor saat COVID-19

    Cara Atasi Rasa Cemas Saat Kembali ke Kantor di Tengah Pandemi

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
    iritasi karena masker

    Tips Cegah Iritasi Akibat Pemakaian Masker Sehari-hari

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020