Lewy Body Dementia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu Lewy body dementia (LBD)?

Lewy body dementia atau LBD adalah jenis demensia yang paling sering terjadi, selain penyakit Alzheimer. Ini terjadi saat penumpukan protein yang dinamakan Lewy body terbentuk di sel saraf di bagian otak yang mengatur cara berpikir, daya ingat, dan gerakan tubuh (motorik).

LBD menyebabkan penurunan drastis pada kemampuan mental penderitanya. Orang yang memiliki Lewy body dementia terkadang mengalami halusinasi visual, dan tidak lagi bisa fokus. Efek lainnya termasuk berbagai gejala fisik yang mirip dengan penyakit Parkinson, seperti otot kaku, gerak tubuh lambat, dan tremor.

Seberapa umumkah kondisi ini?

LBD adalah kondisi yang umum terjadi. Jenis dementia degeneratif yang lebih umum dari Lewy body adalah penyakit Alzheimer. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala Lewy body dementia (LBD)?

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala demensia jenis ini antara lain:

  • Halusinasi visual. Halusinasi biasanya adalah gejala pertama yang muncul, dan akan sering muncul lagi. Halusinasi ini bisa berupa melihat seseorang, hewan, atau bentuk-bentuk tertentu yang sebenarnya tidak ada di sana. Terkadang juga muncul halusinasi suara, penciuman, atau indera sentuh.
  • Gangguan gerakan tubuh. Gangguan ini mirip dengan gejala penyakit Parkinson, seperti gerakan tubuh yang melambat, otot yang kaku, tremor, atau cara berjalan yang diseret.
  • Gangguan fungsi tubuh yang diatur oleh sistem saraf otonom. Sistem saraf yang sering terpengaruh oleh Lewy body dementia biasanya adalah sistem yang mengatur tekanan darah, denyut nadi, produksi keringat, dan sistem pencernaan. Akibatnya, penderita jadi sering pusing, terjatuh, dan mengalami masalah pencernaan seperti misalnya sembelit.
  • Gangguan kognitif. Penderita akan mengalami gangguan berpikir (kognitif) mirip dengan penderita Alzheimer, misalnya linglung, tak bisa memusatkan perhatian, masalah visual-spasial, dan hilangnya memori.
  • Gangguan tidur. Penderita mungkin mengalami gangguan tidur REM (rapid eye movement) yang bisa membuat tubuhnya bergerak mengikuti mimpi saat sedang tidur.
  • Tak bisa memusatkan perhatian. Penderita terkadang mendadak mengantuk, terdiam dan melihat ke suatu titik dalam waktu lama, tidur siang dalam waktu lama, dan berbicara ngawur.
  • Depresi. Beberapa penderita LBD juga mengalami depresi.
  • Hilangnya motivasi.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab Lewy body dementia (LBD)?

Lewy body dementia disebabkan oleh gumpalan protein (dinamakan Lewy body) yang terbentuk di dalam sel otak yang bertugas mengontrol fungsi berpikir, persepsi visual, dan gerakan otot.

Situs layanan kesehatan masyarakat Britania Raya, NHS, belum diketahui kenapa gumpalan protein ini terbentuk, dan bagaimana bisa merusak otak. Diperkirakan, masalahnya adalah protein mengganggu sinyal yang dikirimkan otak.

LBD juga sering terjadi pada orang-orang yang bahkan tidak punya anggota keluarga yang mengalami dementia.

Faktor risiko

Apa saja faktor yang meningkatkan risiko terkena Lewy body dementia (LBD)?

Beberapa hal yang membuat Anda lebih berisiko terkena demensia jenis ini adalah:

  • Usia lebih tua dari 60
  • Jenis kelamin laki-laki
  • Memiliki anggota keluarga yang memiliki LBD, atau yang menderita penyakit Parkinson
  • Depresi juga ditemukan memiliki hubungan dengan penyakit ini.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Tidak ada satu tes khusus yang bisa dengan jelas mendiagnosis Lewy body dementia. Dokter biasanya perlu melakukan beberapa hal berikut:

  • Pengecekan gejala, misalnya apakah ada gejala-gejala yang muncul yang merupakan ciri khas Lewy body dementia
  • Penilaian kemampuan mental lewat sejumlah pertanyaan
  • Tes darah untuk mengecek bahwa gejala yang dialami tidak disebabkan oleh kondisi medis lain
  • Scan otak, misalnya dengan MRI, CT scan, atau SPECT, yang bisa mendeteksi sinyal dementia dan masalah lain di otak.

Bagaimana cara mengobati Lewy body dementia (LBD)?

Saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan LBD, maupun untuk memperlambat progresnya. Namun ada beberapa pengobatan yang bisa membantu mengontrol kemunculan gejalanya hingga beberapa tahun, antara lain:

  • Obat-obatan untuk mengurangi halusinasi, linglung, rasa kantuk, masalah gerakan, dan gangguan tidur.
  • Terapi seperti fisioterapi, terapi okupsional, dan terapi wicara untuk penderita yang punya masalah dengan gerakan tubuh, aktivitas sehari-hari, dan kesulitan berkomunikasi. ¬†
  • Terapi psikologi, misalnya dengan stimulasi kognitif, yaitu aktivitas dan latihan yang didesain untuk meningkatkan memori, kemampuan menyelesaikan masalah, dan kemampuan bahasa.

LBD merupakan kondisi yang bertingkat. Jika tidak diobati, gejalanya akan semakin memburuk dan dapat menyebabkan:

  • Demensia parah
  • Perilaku agresif
  • Depresi
  • Peningkatan risiko jatuh dan cedera
  • Tanda dan gejala penyakit Parkinson yang memburuk
  • Kematian

Perawatan

Apa yang harus diketahui oleh orang yang merawat penderita Lewy body dementia (LBD)?

Jika anggota keluarga atau orang tercinta Anda mengidap Lewy body dementia, perhatikan terus untuk mencegahnya jatuh, hilang kesadaran, atau mengalami efek samping negatif dari obat-obatan yang diberikan dokter. Tenangkan dan dampingi saat ia mengalami linglung, delusi, atau halusinasi.

Beberapa tips untuk membantu jika Anda tinggal dengan penderita LBD:

  • Bicara dengan jelas dan simpel. Pertahankan kontak mata selama berbicara, dan berbicaralah pelan-pelan, dalam kalimat yang sederhana, dan jangan memburu-buru penderita untuk menjawab. Sampaikan ide atau instruksi satu persatu, jangan sekaligus. Gunakan juga gerak tubuh misalnya dengan menunjuk ke benda tertentu.
  • Ajak berolahraga. Berolahraga rutin bisa membantu meningkatkan fungsi tubuh, memperbaiki masalah perilaku, dan mencegah gejala depresi. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga bisa memperlambat penurunan fungsi otak pada penderita dementia.
  • Lakukan stimulasi otak. Bermain game, teka-teki silang, puzzle, dan aktivitas lain yang melibatkan kemampuan berpikir bisa membantu memperlambat penurunan mental pada pasien dementia.
  • Buat rutinitas malam hari. Masalah perilaku pada penderita dementia biasanya lebih parah di malam hari. Tetapkan rutinitas sebelum tidur untuk mengeset suasana tenang dan nyaman bagi penderita, tanpa gangguan dari suara televisi atau anak-anak yang berisik. Gunakan lampu tidur remang-remang yang menenangkan namun tetap bisa memberi penerangan untuk mencegah penderita terjatuh saat terbangun di malam hari.

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Semua yang Perlu Anda Ketahui Seputar Atrofi Otak, Ketika Ukuran Otak Menciut

Neuron berperan penting dalam mengatur fungsi organ tubuh lainnya. Jika mengalami kerusakan, maka otak akan mengalami penyusutan yang disebut atrofi otak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 September 2017 . Waktu baca 4 menit

“Loh, Tadi Saya Mau Ngapain, Ya?” Ini Penyebab Anda Mendadak Lupa

Anda keluar dari kamar dan masuk ke dapur. Lalu, Anda tiba-tiba lupa, "Saya mau ngapain ya, di dapur?" Ini dia alasannya otak bisa tiba-tiba blank.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Februari 2017 . Waktu baca 4 menit

4 Latihan Asah Otak Agar Tak Pikun Saat Tua Nanti

 Keluar masuk ruangan, tapi lupa untuk apa? Apa ini tandanya pikun? Bukan. Otak Anda hanya perlu latihan mengingat! Lakukan latihan asah otak berikut ini.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Tips Sehat 10 Februari 2017 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Progressive supranuclear palsy

Progressive Supranuclear Palsy

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2017 . Waktu baca 5 menit
perbedaan Alzheimer dan demensia pikun

Perbedaan Demensia dan Alzheimer, Dua Penyakit Penyebab Pikun

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2017 . Waktu baca 5 menit
penurunan fungsi otak

5 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Penurunan Fungsi Otak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andina Dewanty
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit