Infeksi Telinga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu infeksi telinga?

Infeksi telinga adalah semua infeksi yang menyerang bagian telinga yang terdiri dari:

  • Telinga luar yang terdiri dari daun telinga dan saluran yang mengarah ke gendang telinga
  • Telinga tengah yang dipisahkan dari telinga luar oleh gendang telinga dan berisi tulang-tulang kecil 
  • Telinga bagian dalam yang merupakan tempat suara diterjemahkan menjadi impuls listrik dan dikirim ke otak

Salah satu dari ketiga bagian tersebut dapat terinfeksi oleh bakteri, virus, atau jamur. Biasanya, kondisi ini seringkali tidak membutuhkan obat karena bisa sembuh dengan sendirinya. Perawatan mungkin dimulai dengan mengatasi rasa sakit dan memantau masalahnya. 

Terkadang, antibiotik digunakan sebagai obat pembersih infeksi. Beberapa orang cenderung mengalami beberapa jenis kondisi ini. 

Kondisi ini sering kali menyebabkan rasa sakit akibat peradangan dan penumpukan cairan. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa umum kondisi ini?

Siapapun dapat mengalami kondisi ini, tetapi anak-anak lebih sering terkena kondisi ini. Dikutip dari US National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), lima dari enam anak akan mengalami setidaknya satu infeksi ini pada ulang tahun ketiga mereka. 

Meskipun jarang, orang dewasa juga bisa mengalami infeksi telinga. Kurang dari 20 persen kasus terjadi pada orang dewasa. Orang dewasa yang memiliki risiko tinggi mengalami kondisi ini, yaitu perokok, orang yang selalu berada di sekitar perokok aktif, dan orang yang memiliki alergi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi telinga?

Pada orang dewasa, gejala umumnya adalah:

  • Sakit pada telinga (nyeri yang terasa tajam, tiba-tiba atau ringan dan berkelanjutan)
  • Nyeri tajam disertai keluarnya cairan hangat dari saluran telinga
  • Merasa penuh pada telinga
  • Mual
  • Pendengaran yang meredam
  • Keluarnya cairan dari telinga.

Gejala infeksi telinga pada anak di antaranya adalah:

  • Menarik-narik telinga
  • Kualitas tidur yang buruk
  • Demam
  • Mudah marah, lelah
  • Keluarnya cairan dari telinga
  • Hilangnya napsu makan
  • Menangis pada malam hari saat berbaring.

Kebanyakan infeksi ini tidak menyebabkan komplikasi jangka panjang. Namun, infeksi yang sering dan tidak kunjung hilang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan bicara dan pendengaran atau keterlambatan perkembangan, penyebaran infeksi, robeknya gendang telinga.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab infeksi telinga?

Penyebab infeksi ini bermacam-macam, tergantung jenisnya. Berikut ini adalah berbagai jenis infeksi telinga berdasarkan lokasi terjadinya infeksi dan penyebabnya:

1. Otitis eksterna

Otitis eksterna merupakan infeksi yang terjadi pada saluran telinga dan telinga luar. Kondisi yang disebut juga dengan swimmer’s ear ini dapat disebabkan oleh jamur atau bakteri. 

2. Otitis media

Otitis media merupakan infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah, yang bisa dibedakan menjadi akut dan kronis. Penyakit telinga yang biasanya terjadi pada anak-anak ini dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. 

 3. Otitis media serius

Otitis media serius disebut juga dengan telinga lem. Infeksi satu ini biasanya berkembang setelah infeksi telinga tengah dan ditandai dengan penumpukan cairan dan nanah di dalam telinga tengah. 

4. Myringitis

Myringitis merupakan peradangan pada gendang telinga yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Jika gejala disertai dengan demam, kemungkinan terbesar kondisi ini disebabkan oleh bakteri. 

5. Mastoiditis

Mastoiditis merupakan infeksi pada tulang mastoid yang terletak di belakang telinga. Infeksi ini disebabkan oleh otitis media akut yang tak diobati secara tuntas. 

6. Neuronitis vestibular

Neuronitis vestibular adalah peradangan pada saraf vestibular, yaitu organ keseimbangan yang terletak di telinga bagian dalam. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh virus. 

7. Herpes zoster di telinga

Herpes zoster di telinga adalah infeksi pada saraf koklea. Penyebab infeksi ini adalah virus herpes zoster. Akibat kondisi ini, saraf utama yang bertugas mengatur otot wajah juga dapat terinfeksi hingga menyebabkan pembengkakan hingga kelumpuhan. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk infeksi telinga?

Ada banyak faktor risiko untuk kondisi ini, yaitu:

  • Anak-anak berusia di antara 6 bulan hingga 2 tahun
  • Anak yang dititipkan di daycare
  • Menyusui dengan botol
  • Faktor musiman, terutama pada musim gugur dan musim dingin
  • Kualitas udara yang buruk.

Komplikasi

Apa saja efek infeksi telinga pada kesehatan jika tidak diobati hingga sembuh?

Anda harus menangani infeksi hingga benar-benar sembuh. Jika pengobatannya tidak tuntas, ada masalah baru yang bisa muncul dalam telinga Anda, seperti:

1. Infeksi semakin parah

Pastikan infeksi sudah benar-benar sembuh. Pasalnya, ketika Anda mengabaikan infeksi telinga Anda yang belum sepenuhnya sembuh justru bisa terjadi infeksi lagi yang semakin parah dan menyakitkan.

2. Pecahnya gendang telinga

Jika infeksi telinga Anda tidak diatasi dengan baik, ini bisa memperbesar risiko gendang telinga pecah. Cairan dari infeksi telinga yang terbentuk bisa mendorong gendang telinga yang membatasi telinga bagian tengah ke luar.

3. Hilang pendengaran

Kehilangan pendengaran juga bisa jadi salah satu efek infeksi telinga yang tidak diobati hingga sembuh. Orang yang mengalami infeksi berulang, dan terus menerus akibat tidak diobati dengan benar ternyata juga bisa memperbesar risiko kehilangan pendengaran.

4. Kelumpuhan wajah

Ada banyak faktor yang menyebabkan kelumpuhan wajah, salah satunya adalah infeksi telinga tengah atau kerusakan pada telinga. Infeksi telinga bagian tengah bisa mengganggu salah satu saraf wajah yang ada di dekat telinga tengah. Akibatnya ini bisa memengaruhi pergerakan otot di wajah.

5. Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah gangguan yang terjadi pada telinga bagian dalam. Penyebab meniere secara pasti memang belum diketahui, tetapi para ilmuwan menduga ini disebabkan oleh perubahan jumlah cairan dalam tabung telinga bagian dalam.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter mendiagnosis infeksi atau kondisi lain berdasarkan gejala yang Anda sebutkan serta pemeriksaan. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan alat dengan cahaya (otoskop) untuk melihat saluran telinga, tenggorokan dan hidung.

1. Otoskop pneumatik

Alat ini biasanya merupakan satu-satunya alat khusus yang diperlukan dokter untuk mendiagnosis infeksi. Alat ini digunakan untuk melihat bagian dalam telinga dan menentukan apakah terdapat cairan di belakang gendang telinga.

2. Tes tambahan

Apabila diagnosis tidak memberikan cukup informasi, dokter dapat melakukan tes diagnosis lainnya, seperti:

Timpanometri

Tes ini mengukur pergerakan gendang telinga. Alat ini menunjukkan sebaik apa pergerakan gendang telinga dan memberikan pengukuran tak langsung dari tekanan pada telinga tengah.

Reflektometri akustik 

Tes ini mengukur seberapa banyak suara yang dikeluarkan oleh alat yang dipantulkan oleh gendang telinga dan tes ini merupakan pengukuran tak langsung dari cairan pada telinga tengah.

Tympanocentesis

Tes ini digunakan untuk memeriksa sumber menginfeksi pada cairan telinga. Tes ini dapat bermanfaat apabila infeksi tidak merespon dengan baik pada perawatan sebelumnya.

Apabila anak Anda mengalami infeksi yang tidak kunjung hilang atau penumpukkan cairan pada telinga tengah, dokter dapat merujuk pada spesialis telinga (audiolog), terapis bicara atau terapis perkembangan untuk tes pendengaran, kemampuan bicara, pengertian bahasa dan kemampuan perkembangan.

Bagaimana infeksi telinga diobati?

Beberapa infeksi ini sembuh tanpa obat antibiotik. Obat untuk mengatasi kondisi ini tergantung pada banyak faktor, termasuk usia dan keparahan gejala.

Tujuan dari perawatan adalah untuk mengatasi kondisi ini sebelum terjadi komplikasi. Perawatan infeksi telinga biasanya meliputi mengatasi penyebabnya dan membunuh bakteri pada tabung eustachius.

Pendekatan tunggu-dan-lihat

Gejala dari kondisi ini biasanya membaik setelah beberapa hari hingga dua minggu tanpa perawatan apapun. American Academy of Pediatrics dan American Academy of Family Physicians merekomendasikan pendekatan tunggu-dan-lihat dengan keadaan di bawah ini:

  • Anak berusia 6-23 dengan sakit telinga tengah ringan selama kurang dari 48 jam dan memiliki suhu tubuh kurang dari 39℃
  • Anak berusia 24 bulan atau lebih tua dengan sakit telinga di salah satu atau kedua telinga selama kurang dari 48 jam dan memiliki suhu tubuh kurang dari  39℃

Obat untuk infeksi telinga

Dokter akan menyarankan Anda mengonsumsi obat untuk mengurangi rasa sakit dari infeksi, seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya) atau ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya).

Setelah melakukan pengawasan dalam jangka waktu tertentu, dokter mungkin akan melakukan perawatan dengan antiobiotik. Amoxicillin adalah pilihan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada telinga karena obat ini sangat efektif. Amoxicillin biasanya dapat mengatasi infeksi dalam 7 hingga 10 hari.

Selain itu, Anda direkomendasikan untuk tidak menggunakan aspirin dan tonsilektomi untuk perawatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi telinga?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Cuci tangan dengan sering
  • Hindari area yang terlalu ramai
  • Menghentikan pemberian dot pada bayi dan anak-anak kecil
  • Menyusui bayi
  • Menghindari asap rokok
  • Mengikuti imunisasi dengan tepat waktu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan, Tanda Harus Periksa ke Dokter THT

Bagaimana kita bisa mengetahui kapan harus periksa ke dokter spesialis THT? Apakah ada tanda khususnya? Simak ulasan berikut.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Telinga, Hidung & Tenggorokan, Health Centers 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Cacar Air Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Komplikasi cacar air tidak hanya menyebabkan herpes zoster, tapi juga gangguan pendengaran. Namun, benarkah demikian? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Infeksi telinga akibat memakai headset sebenarnya dapat dicegah, asalkan Anda memahami bagaimana cara merawat telinga yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 September 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Telinga Kemasukan Air

Saat telinga kemasukan air, jangan panik. Panik justru membuat Anda tanpa sadar melakukan cara-cara salah saat mengatasi telinga yang kemasukan air.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit
telinga kemasukan serangga

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 6 menit
cara mengatasi infeksi telinga

Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi Akibat Tindik di Telinga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit