Infeksi Telinga

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu infeksi telinga?

Infeksi telinga adalah infeksi pada telinga tengah, yaitu ruang berisi udara di belakang gendang telinga yang berisi tulang kecil. Ini adalah kondisi yang biasanya terjadi saat Anda menderita demam, radang tenggorokan, atau serangan alergi, dan kemudian menyebabkan cairan terjebak pada telinga tengah. 

Infeksi telinga seringkali tidak membutuhkan obat karena bisa sembuh dengan sendirinya. Perawatan mungkin dimulai dengan mengatasi rasa sakit dan memantau masalahnya. 

Terkadang, antibiotik digunakan sebagai obat pembersih infeksi telinga. Beberapa orang cenderung mengalami beberapa jenis kondisi ini. 

Kondisi ini sering kali menyebabkan rasa sakit akibat peradangan dan penumpukan cairan. Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa umum kondisi ini?

Siapapun dapat mengalami kondisi ini, tetapi anak-anak lebih sering terkena kondisi ini. Meskipun jarang, orang dewasa juga bisa mengalami infeksi telinga. Dikutip dari US National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), lima dari enam anak akan mengalami setidaknya satu infeksi ini pada ulang tahun ketiga mereka. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi telinga?

Pada orang dewasa, gejala infeksi telinga umumnya adalah:

  • Sakit pada telinga (nyeri yang terasa tajam, tiba-tiba atau ringan dan berkelanjutan)
  • Nyeri tajam disertai keluarnya cairan hangat dari saluran telinga
  • Merasa penuh pada telinga
  • Mual
  • Pendengaran yang meredam
  • Keluarnya cairan dari telinga.

Gejala infeksi telinga pada anak di antaranya adalah:

  • Menarik-narik telinga
  • Kualitas tidur yang buruk
  • Demam
  • Mudah marah, lelah
  • Keluarnya cairan dari telinga
  • Hilangnya napsu makan
  • Menangis pada malam hari saat berbaring.

Kebanyakan infeksi ini tidak menyebabkan komplikasi jangka panjang. Namun, infeksi yang sering dan tidak kunjung hilang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan bicara dan pendengaran atau keterlambatan perkembangan, penyebaran infeksi, robeknya gendang telinga.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab infeksi telinga?

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab infeksi telinga tengah biasanya adalah bakteri atau virus. Infeksi ini sering diakibatkan oleh penyakit lain, seperti pilek, flu, atau alergi, yang menyebabkan sumbatan dan pembengkakan di hidung, tenggorokan, hingga saluran eustachius. 

Saluran eustachius adalah sepasang tabung sempit yang membentang dari telinga tengah ke belakang tenggorokan yang terletak di belakang saluran hidung. Ini berfungsi untuk beberapa hal berikut ini:

  • Mengatur tekanan udara di telinga tengah
  • Menyegarkan udara di telinga
  • Menguras pengeluaran dari telinga telinga

Saluran atau pipa eustachius yang bengkak bisa tersumbat dan menyebabkan penumpukan cairan di telinga tengah. Cairan ini dapat terinfeksi dan menyebabkan gejala infeksi telinga. 

Pada anak-anak, pipa eustachius lebih sempit yang membuatnya lebih sulit dikeringkan dan lebih mudah tersumbat. 

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk infeksi telinga?

Ada banyak faktor risiko untuk kondisi ini, yaitu:

  • Anak-anak berusia di antara 6 bulan hingga 2 tahun
  • Anak yang dititipkan di daycare
  • Menyusui dengan botol
  • Faktor musiman, terutama pada musim gugur dan musim dingin
  • Kualitas udara yang buruk.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter mendiagnosis infeksi atau kondisi lain berdasarkan gejala yang Anda sebutkan serta pemeriksaan. Selain itu, dokter juga dapat menggunakan alat dengan cahaya (otoskop) untuk melihat saluran telinga, tenggorokan dan hidung.

Otoskop pneumatik 

Alat ini biasanya merupakan satu-satunya alat khusus yang diperlukan dokter untuk mendiagnosis infeksi. Alat ini digunakan untuk melihat bagian dalam telinga dan menentukan apakah terdapat cairan di belakang gendang telinga.

Tes tambahan

Apabila diagnosis tidak memberikan cukup informasi, dokter dapat melakukan tes diagnosis lainnya, seperti:

Timpanometri

Tes ini mengukur pergerakan gendang telinga. Alat ini menunjukkan sebaik apa pergerakan gendang telinga dan memberikan pengukuran tak langsung dari tekanan pada telinga tengah.

Reflektometri akustik 

Tes ini mengukur seberapa banyak suara yang dikeluarkan oleh alat yang dipantulkan oleh gendang telinga dan tes ini merupakan pengukuran tak langsung dari cairan pada telinga tengah.

Tympanocentesis

Tes ini digunakan untuk memeriksa sumber menginfeksi pada cairan telinga. Tes ini dapat bermanfaat apabila infeksi tidak merespon dengan baik pada perawatan sebelumnya.

Apabila anak Anda mengalami infeksi yang tidak kunjung hilang atau penumpukkan cairan pada telinga tengah, dokter dapat merujuk pada spesialis telinga (audiolog), terapis bicara atau terapis perkembangan untuk tes pendengaran, kemampuan bicara, pengertian bahasa dan kemampuan perkembangan.

Bagaimana infeksi telinga diobati?

Beberapa infeksi ini sembuh tanpa obat antibiotik. Obat untuk mengatasi infeksi telinga tergantung pada banyak faktor, termasuk usia dan keparahan gejala.

Tujuan dari perawatan adalah untuk mengatasi kondisi ini sebelum terjadi komplikasi. Perawatan infeksi telinga biasanya meliputi mengatasi penyebabnya dan membunuh bakteri pada tabung eustachius.

Pendekatan tunggu-dan-lihat

Gejala dari kondisi ini biasanya membaik setelah beberapa hari hingga dua minggu tanpa perawatan apapun. American Academy of Pediatrics dan American Academy of Family Physicians merekomendasikan pendekatan tunggu-dan-lihat dengan keadaan di bawah ini:

  • Anak berusia 6-23 dengan sakit telinga tengah ringan selama kurang dari 48 jam dan memiliki suhu tubuh kurang dari 39℃
  • Anak berusia 24 bulan atau lebih tua dengan sakit telinga di salah satu atau kedua telinga selama kurang dari 48 jam dan memiliki suhu tubuh kurang dari  39℃

Obat untuk infeksi telinga

Dokter akan menyarankan Anda mengonsumsi obat untuk mengurangi rasa sakit dari infeksi telinga, seperti acetaminophen (Tylenol, lainnya) atau ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya)

Setelah melakukan pengawasan dalam jangka waktu tertentu, dokter mungkin akan melakukan perawatan dengan antiobiotik. Amoxicillin adalah pilihan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri pada telinga karena obat ini sangat efektif. Amoxicillin biasanya dapat mengatasi infeksi dalam 7 hingga 10 hari. 

Selain itu, Anda direkomendasikan untuk tidak menggunakan aspirin dan tonsilektomi untuk perawatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi telinga?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Cuci tangan dengan sering
  • Hindari area yang terlalu ramai
  • Menghentikan pemberian dot pada bayi dan anak-anak kecil
  • Menyusui bayi
  • Menghindari asap rokok
  • Mengikuti imunisasi dengan tepat waktu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Infeksi telinga akibat memakai headset sebenarnya dapat dicegah, asalkan Anda memahami bagaimana cara merawat telinga yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 01/09/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Telinga Kemasukan Air

Saat telinga kemasukan air, jangan panik. Panik justru membuat Anda tanpa sadar melakukan cara-cara salah saat mengatasi telinga yang kemasukan air.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 28/08/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Kiat untuk Mengatasi Telinga yang Sakit Saat Flu dan Pilek

Saat flu dan pilek menyerang, sering timbul rasa sakit pada telinga terutama ketika sedang menelan sesuatu. Apa yang bisa dilakukan untuk memulihkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 25/07/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Macam Pengobatan untuk Memulihkan Otitis Eksterna Secara Medis

Demi menghentikan perkembangan bakteri penyebab infeksi, dokter biasanya menyarankan berbagai pengobatan medis untuk mengatasi otitis eksterna. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 06/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengatasi infeksi telinga

Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi Akibat Tindik di Telinga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 5 menit
pilek flu bersin Pemeriksaan dokter THT

Kapan Anda Perlu Periksa ke Dokter Spesialis THT?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 3 menit
gangguan pendengaran karena cacar air

Benarkah Cacar Air Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/10/2019 . Waktu baca 4 menit