Gigi Kuning

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gigi kuning?

Gigi kuning adalah salah satu masalah gigi dan mulut yang sering dikeluhkan orang.

Warna gigi akan cenderung menguning dan kusam seiring bertambahnya usia, tapi kemunculannya bisa dipercepat oleh banyak faktor. Mulai dari kebiasaan sehari-hari seperti minum kopi hingga riwayat penyakit tertentu.

Selain tampak kusam, gigi yang menguning juga mengganggu penampilan. Anda mungkin jadi enggan untuk tersenyum lebar atau menghidari berbincang dengan orang sekitar.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Gigi kuning adalah masalah yang umum dialami setiap orang, terlepas dari usia dan jenis kelamin.

Anda dapat mencegah kondisi ini dengan menghindari faktor risiko yang ada. Silakan berkonsultasi ke dokter untuk mencari tahu informasi yang lebih lengkap.

Tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala gigi kuning?

Tanda dan gejala gigi kuning sangat mudah diamati. Perubahan warna dapat terjadi pada satu saja, beberapa gigi sekaligus, atau keseluruhan deret gigi di atas dan bawah.

Rona warna kuningnya pun bisa berbeda antar tiap gigi dan setiap orang. Gigi Anda mungkin dapat berwarna putih kekuningan, kuning pekat, hingga coklat kehitaman.

Biasanya gigi yang menguning juga disertai dengan gangguan mulut lain, seperti bau mulut, karies, dan gigi berlubang.

Mungkin ada tanda dan gejala yang belum disebutkan. Bila Anda ragu dengan gejala tertentu, jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter.

Dokter dapat mencari tahu memastikan gejala yang Anda alami sekaligus menentukan pengobatan yang tepat.

Kapan harus ke dokter?

Gigi kuning bukan merupakan masalah medis yang serius. Meski begitu, perubahan warna pada gigi sering kali bisa jadi tanda utama Anda mengalami gangguan gigi dan mulut.

Maka itu, jangan sepelekan kondisi ini. Bila tidak ditangani dengan tepat kondisi ini bisa memicu kerusakan gigi yang parah.

Pada prinsipnya segera berkonsultasi ke dokter ketika Anda mengalami:

  • Sakit gigi yang parah dan tajam
  • Gigi sensitif
  • Gigi mudah berdarah
  • Bau mulut yang tidak sedap
  • Gigi tanggal tanpa sebab yang jelas

Penyebab

Apa penyebab gigi kuning?

Warna asli gigi manusia bukanlah putih cemerlang seperti susu atau porselain.

Warna gigi yang alami cenderung putih kebiruan dan agak tembus pandang. Warna putih kebiruan ini berasal dari lapisan enamel, yaitu lapisan terluar gigi yang keras dan kuat.

Sayangnya, lapisan enamel ini dapat terkikis dan rontok karena Anda menyikat gigi terlalu keras, sering makan makanan asam, dan lain sebagainya.

Ketika lapisan enamel terkikis, lapisan dentin yang akan terekspos dengan lingkungan luar. Dentin sendiri merupakan lapisan tengah setelah enamel yang berwarna kuning.

Dentin yang terekspos inilah yang membuat gigi Anda menjadi berwarna kekuningan.

Faktor Risiko

Apa saja faktor risiko dari gigi kuning?

Ada banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan gigi Anda berwarna kekuningan. Berikut di antaranya:

1. Jarang menyikat gigi

Penumpukan plak merupakan akar dari segala masalah yang menyerang gigi dan mulut.

Bila Anda jarang menyikat gigi dan flossing, gigi Anda akan semakin tampak kusam karena plak kunjung tidak dibersihkan.

2. Makanan dan minuman tertentu

Sering minum kopi, teh, dan minuman lain yang mengandung kafein dapat menyebabkan gigi Anda menguning.

Dosis tinggi kafein dapat memunculkan noda pada lapisan enamel. Di samping itu, minuman yang mengandung kafein juga cenderung memiliki sifat asam.

Paparan asam dalam waktu lama dapat merusak gigi dan menyebabkan gigi berubah warna.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pewarna buatan dan tinggi gula juga dapat menyebabkan hal yang serupa.

3. Menyikat gigi terlalu keras

Banyak orang sering menyikat gigi terlalu keras karena mengira cara ini akan lebih bersih.

Padahal, menyikat gigi terlalu keras justru merusak lapisan enamel sehingga mengekspos lapisan dentin yang berwarna kuning.

4. Merokok

Racun dalam rokok seperti tartar dan nikotin ternyata juga memengaruhi warna gigi Anda. Efek ini pun bisa langsung terlihat dalam waktu yang sangat singkat.

Bila Anda menjalani kebiasaan buruk ini selama bertahun-tahun, warna gigi Anda bisa kecoklatan bahkan kehitaman.

Prinsipnya, semakin lama dan banyak Anda mengisap rokok maka gigi Anda akan semakin pekat.

5. Terlalu sering menggunakan obat kumur

Obat kumur memang efektif untuk membersihkan mulut dari sisa makanan yang menyelip di sela gigi dan sekaligus menyegarkan napas.

Sayangnya, banyak obat kumur yang dijual di pasaran memiliki kadar asam yang tinggi.

Bila digunakan terlalu sering dalam jumlah yang banyak, mulut akan menjadi kering dan akhirnya merusak email gigi.

Padahal air liur berperan untuk menjaga kelembapan mulut, mengurangi tingkat keasaman, melumpuhkan bakteri jahat, dan mencegah noda menempel pada enamel.

6. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, lapisan enamel yang melindungi gigi perlahan terkikis dan memudar. Akibatnya, lapisan dentin yang berwarna kekuningan akan terlihat.

Warna kuning dapat semakin pekat bila Anda mengalami sejumlah masalah gigi lain, seperti karies, gigi berlubang, dan lain sebagainya.

7. Obat-obatan tertentu

Tanpa disadari, obat-obatan yang Anda minum sehari-sehari juga bisa menyebabkan gigi Anda berubah warna. Sejumlah obat yang paling sering menyebabkan perubahan warna pada gigi di antaranya:

  • Antibiotik tetrasiklin dan sejenisnya
  • Glibenclamide
  • Obat kumur chlorhexidine
  • Obat antihistamin tertentu
  • Obat antipsikotik
  • Obat untuk penyakit darah tinggi

8. Riwayat medis tertentu

Beberapa penyakit yang memengaruhi lapisan enamel dan dentin juga dapat menyebabkan noda pada gigi. Bahkan pengobatan untuk kondisi tertentu juga dapat menyebabkan hal serupa. Misalnya saja radiasi di leher dan kemoterapi.

Infeksi yang dialami ibu hamil juga dapat berimbas pada perkembangan enamel janin nantinya. Gangguan pada enamel ini memungkinkan anak punya gigi yang lebih kuning dibanding pada umumnya.

Diagnosis & Pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis gigi kuning?

Gigi kuning dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik oleh dokter gigi. Dokter gigi akan meminta Anda untuk membuka mulut untuk beberapa waktu. Kemudian dokter akan membandingkan warna gigi asli Anda dengan gigi peraga.

Selama pemeriksaan, dokter mungkin akan menanyakan seputar riwayat kesehatan dan cara Anda dalam merawat gigi. Dokter mungkin juga akan menyakan semua obat yang sedang Anda konsumsi belakang ini.

Beri tahu ke dokter tentang obat apa pun yang sedang Anda minum. Entah itu obat suplemen, vitamin, obat resep, hingga obat herbal. Sampaikan dengan mendetail dan jelas setiap pertanyaan yang diajukan dokter.

Bila diperlukan, dokter dapat melakukan rontgen gigi dan pemeriksaan lainnya untuk memantabkan diagnosis.

Apa saja pengobatan gigi kuning?

Noda di kuning dapat disamarkan dengan sejumlah perawatan medis. Berikut pilihan cara memutihkan gigi di dokter gigi yang bisa Anda coba.

Pengobatan Rumahan

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi gigi kuning?

Berikut cara rumahan yang dapat membantu mengatasi gigi kuning.

  • Rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride.
  • Menyikat gigi pelan-pelan pakai sikat gigi yang berbulu halus dan lembut.
  • Menyikat gigi dengan baking soda.
  • Menghindari makanan dan minuman yang asam dan berkafein tinggi.
  • Minum pakai sedotan.
  • Berhenti merokok.
  • Periksa ke dokter gigi secara rutin setidaknya 6 bulan sekali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi

Baking soda digunakan untuk menghilangkan noda dan memutihkan gigi. Namun, bagaimana cara kerjanya dan anjuran pemakaiannya agar tetap aman?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
baking soda untuk gigi
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 24 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Adakah Cara untuk Memperbaiki Lapisan Enamel Gigi yang Rusak?

Enamel merupakan lapisan gigi yang ketika rusak tidak bisa kembali normal dengan sendirinya. Lalu, adakah cara untuk memperbaiki kerusakan pada enamel gigi?

Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Eucalyptus untuk Usir Bau Mulut saat Puasa

Menurut beberapa penelitian, eucalyptus memiliki manfaat untuk mengusir bau mulut. Tanaman herbal ini juga berguna untuk melindungi gigi dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
daun eucalyptus dan ekstrak minyak eukaliptus yang berguna untuk usir bau mulut dan kesehatan gigi dan mulut
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 20 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tips menjaga kesehatan gigi dan mulut

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara mengobati sakit gigi

Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
anatomi gigi manusia

Gambar Anatomi Gigi, Jenis-Jenis Gigi, dan Fungsi Setiap Bagiannya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
perawatan gigi ke dokter

12 Jenis Perawatan Gigi Melalui Prosedur Medis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Agina Naomi
Dipublikasikan tanggal: 14 September 2020 . Waktu baca 8 menit