Dermatitis Kontak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu dermatitis kontak?

Dermatitis kontak adalah suatu kondisi yang membuat kulit merah meradang setelah kontak langsung dengan alergen (zat pemicu alergi) atau iritan (zat pemicu iritasi) di lingkungan.

Zat penyebab peradangan kulit bisa berupa bahan kimia pada kosmetik dan produk perawatan tubuh, paparan dengan tanaman beracun, atau paparan kulit terhadap penyebab alergi. Penyebab iritasi dan peradangan dapat berbeda dari orang ke orang.

Seberapa umum kondisi ini?

Dermatitis kontak termasuk salah satu jenis dermatitis yang umum di dunia, termasuk Indonesia.

Dermatitis jenis ini dapat terjadi pada segala golongan usia dan jenis kelamin. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dermatitis kontak?

Dermatitis kontak adalah kondisi yang menimbulkan gejala. Gejala dermatitis kontak adalah kulit merah atau melepuh, kulit kering, gatal, dan terasa tidak nyaman.

Rasa gatal dan iritasi terjadi dalam jangka waktu 24-48 jam setelah paparan dengan iritan atau alergen pemicu. Iritasi dapat berupa kemerahan, bengkak, bentol, atau lenting.

Pada kasus di mana iritasi telah terjadi berulang-ulang dalam waktu lama (kronis), maka iritasi dapat berupa kulit yang kehitaman disertai adanya kulit yang mengeras dan mengelupas. Kadang lenting juga terbentuk, namun cairan dari lenting tidak menginfeksi orang lain.

Hindarilah menggaruk kulit karena dapat menyebabkan infeksi. Menghirup atau menelan penyebab iritasi dapat menyebabkan asma atau mual.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala dermatitis kontak yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Ini adalah jenis penyakit kulit yang tidak menular dan tidak berbahaya bagi kesehatan, tapi dapat mengganggu keseharian. 

Pada kebanyakan kasus, dermatitis ini akan hilang sendiri setelah beberapa saat. Namun, masih ada risiko dermatitis kontak semakin memburuk. Konsultasi dengan dokter jika:

  • Ada bercak-bercak merah yang membuat Anda tidak bisa tidur atau melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Bercak merah terasa sakit dan meluas.
  • Bercak merah pada kulit membuat Anda tidak percaya diri.
  • Bercak merah tidak membaik dalam beberapa minggu.
  • Bercak merah mengganggu wajah atau alat kelamin Anda.
  • Penghentian penggunaan steroid dapat menyebabkan peradangan kulit lebih buruk.
  • Penggunaan krim atau lotion antihistamin yang tidak mengikuti saran dari dokter Anda sehingga dapat menyebabkan kulit menjadi merah dengan sendirinya.

Penyebab

Apa penyebab dermatitis kontak?

Penyebab dermatitis kontak adalah sentuhan kulit langsung dengan zat iritan atau zat pemicu alergi.

Bila Anda menyentuh tanaman poison ivy atau poison oak, getah yang dihasilkannya bisa membuat kulit jadi iritasi. Getah dari tanaman beracun adalah penyebab dermatitis yang umum.

Selain itu, beberapa penyebab lain termasuk memakai pakaian berbulu (wol), terkena bahan pembersih peralatan rumah tangga (seperti deterjen), pembersih (seperti sabun, shampoo), logam alkali, pewarna, obat-obatan, pestisida dan bahan kimia lainnya juga bisa menyebabkan kemunculan gejala.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk dermatitis kontak?

Risiko Anda bisa meningkat bila melakukan kontak langsung dengan iritan kimia seperti cairan asam (zat alkalin), cairan basa (natrium hidroksida), pemutih, antibiotik.

Beberapa bahan kimia meskipun tidak ada peringatan dapat menyebabkan peradangan kulit, tetapi ketika Anda gunakan secara teratur akan menyebabkan iritasi seperti cat kuku, cairan lensa kontak, anting atau jam tangan dengan kawat logam.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami masalah ini. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi ke dokter spesialis untuk lebih jelasnya..

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dokter mendiagnosis kondisi ini?

Dokter Anda akan mendiagnosis dermatitis kontak dengan memeriksa kulit Anda dan menanyakan apakah Anda memiliki kontak fisik dengan yang zat yang berpotensi menyebabkan peradangan.

Dokter Anda juga dapat menguji alergi kulit Anda dengan menggunakan sedikit zat yang dapat mengiritasi kulit, dan melakukan pemantauan bercak dalam waktu satu sampai dua hari.

Namun untuk memastikan dermatitis kontak dapat didiagnosis dengan pengamatan klinis dan sejarah medis dan sosial. Namun, pada kasus tertentu, beberapa tes dermatitis kontak dibutuhkan seperti:

Patch test

Patch test dapat digunakan untuk mendiagnosis dermatitis kontak alergi dengan menentukan alergen yang menyebabkan reaksi. Biasanya diperlukan waktu 5 sampai 7 hari untuk patch test.

Dokter akan mengaplikasikan sedikit kadar alergen yang berbeda pada punggung pasien dan menutupi dengan balutan yang kedap udara, atau menggunakan aluminium yang ditempel pada punggung.

Biopsi kulit

Biopsi kulit biasanya tidak dilakukan untuk mendiagnosis dermatitis kontak, namun digunakan untuk mengeliminasi kemungkinan lain yang diduga oleh dokter, seperti infeksi jamur.

Kasus dermatitis kontak yang parah dan terus berulang dapat membuat dokter melakukan biopsi kulit, di mana sampel kulit akan diambil dan dites pada laboratorium.

Bagaimana cara mengobati dermatitis kontak?

Pengobatan dermatitis kontak terbaik yang bisa dilakukan adalah menghindari kontak dengan penyebab iritasi. Misalnya, menghindari membeli mainan atau selimut jika Anda sensitif terhadap produk wol, dan mengetahui bagaimana mengidentifikasi tanaman poison ivy.

Anda juga bisa menggunakan sarung tangan, memakai baju lengan panjang dan celana panjang untuk menghindari kontak dengan pohon-pohon dan apa pun yang telah menyentuh tanaman tersebut.

Pengobatan di rumah dapat berupa obat steroid oles, antihistamin (untuk gatal-gatal) dan imunosupresan untuk meminimalisir reaksi. Steroid (seperti prednisone) dapat digunakan dalam bentuk tablet, suntikan atau krim dan salep.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dermatitis kontak?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi dermatitis ini adalah:

  • Gunakan obat steroid sesuai yang diinstruksikan dokter. Antihistamin juga dapat digunakan jika diperlukan dan hentikan penggunaan jika mengalami gatal.
  • Gunakan lotion pengobatan jika diperlukan tapi jangan digaruk pada 1 jam pertama setelah penggunaan krim steroid oles atau salep, untuk membiarkannya meresap.
  • Konsumsilah makanan dengan gizi yang memadai.
  • Saat olahraga, kulit yang panas dan berkeringat akan menyebabkan gatal. Bersihkanlah kulit dan dinginkan tubuh setelah olahraga.
  • Gunakan sabun atau deterjen ringan untuk membersihkan kulit. Hindari iritasi kulit yang disebabkan oleh deodoran atau parfum dalam sabun.
  • Bilas kulit segera dengan sabun dan air jika terkena penyebab iritasi dermatitis.
  • Hubungi dokter jika Anda mengalami demam, batuk, bengek, muntah atau diare; jika bercak semakin parah meskipun telah melakukan pengobatan, atau jika bercak merah baru berkembang lebih banyak.
  • Gunakan pelindung saat akan kontak dengan iritan, misalnya menggunakan sepatu boots dan sarung tangan bila akan menggunakan pembersih rumah tangga yang mengiritasi, atau gunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat melakukan aktivitas di sekitar poison ivy.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Maret 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca