Cedera Brachial Plexus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/05/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu brachial plexus injury?

Brachial plexus adalah jaringan saraf yang bertugas mengirim sinyal dari tulang belakang ke bahu, lengan, dan tangan. Regangan, tekanan, atau cedera yang menyebabkan jaringan saraf ini rusak atau bahkan hingga sobek atau terputus dapat menyebabkan masalah.

Cedera yang ringan umum terjadi pada kontak fisik saat olahraga, seperti sepak bola. Cedera saraf brachial plexus juga bisa terjadi saat persalinan. Kondisi kesehatan tertentu, misalnya peradangan atau tumor, dapat memengaruhi jaringan saraf ini.

Kasus cedera yang paling serius biasanya terjadi pada kecelakaan lalu lintas. Ini bisa menyebabkan tangan Anda lumpuh dan mati rasa.

Fungsi saraf brachial plexus dapat diperbaiki dengan cangkok otot atau saraf lewat pembedahan.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari brachial plexus injury?

Tanda dan gejala brachial plexus injury bisa bervariasi, tergantung keparahan dan lokasi cederanya. Biasanya, hanya satu sisi lengan yang terpengaruh.

Dikutip dari Mayo Clinic, tanda dan gejala brachial plexus injury bisa bervariasi, tergantung keparahan dan lokasi cederanya. Biasanya, hanya satu sisi lengan yang terpengaruh.

Brachial plexus injury ringan

Cedera ringan biasanya terjadi pada olahraga, seperti sepak bola, gulat, ketika saraf pleksus brakialis meregang atau ditekan. 

Cedera ringan biasanya menimbulkan gejala seperti sensasi tersengat listrik atau terbakar di sekujur lengan, atau sensasi kebas (mati rasa) atau kelemahan di lengan tersebut. Gejala-gejala ini biasanya berlangsung hanya beberapa menit, tapi beberapa orang bisa mengalaminya hingga harian bahkan mingguan atau lebih lama lagi.

Brachial plexus injury parah

Pada kasus cedera yang lebih berat, misalnya sampai sobek atau terlepas dari tulang belakang, biasanya menyebabkanL

  • Kelemahan atau ketidakmampuan untuk menggerakkan otot tangan, lengan, atau bahu.
  • Tidak bisa menggerakkan dan merasakan sensasi rangsangan, seperti di bahu atau tangan.
  • Nyeri hebat

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus menemui dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala berikut:

  • Sensasi tersengat listrik atau terbakar di sekujur lengan yang berulang
  • Kelemahan di tangan atau lengan
  • Kelemahan di tangan atau lengan setelah cedera
  • Lumpuh total di lengan atas setelah cedera
  • Sakit leher
  • Gejala muncul di kedua lengan
  • Gejala muncul di sekujur lengan

Penting untuk segera mendapatkan diagnosis dan pengobatan dalam waktu 6-7 bulan setelah cedera awal. Menunda pengobatan dapat memperburuk kondisinya.

Penyebab

Apa penyebab brachial plexus injury?

Kerusakan pada bagian teratas saraf jaringan brachial plexus yang menyebabkan injury atau cedera cenderung terjadi ketika bahu Anda tertekan ke bawah sementara leher tertarik ke atas.

Bagian bawah saraf cenderung terluka ketika tangan tertarik atau ditarik paksa di atas kepala.

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal:

  • Kontak fisik saat olahraga, seperti saat sepak bola
  • Proses persalinan yang sulit, seperti posisi bayi sungsang atau waktu bersalin yang lama yang menyebabkan bahu bayi tersangkut di jalur lahir. Kerusakan bagian saraf atas disebut Erb’s palsy.
  • Trauma fisik, dari kecelakaan lalu lintas, terjatuh, atau luka tembak.
  • Peradangan yang menyebabkan kerusakan saraf brachial plexus. Salah satunya disebabkan oleh kondisi langka yang disebut sindrom Parsonage-Turner
  • Tumor nonkanker atau kanker yang tumbuh di brachial plexus atau menyebabkan tekanan pada brachial plexus atau menyebar ke jaringan saraf tersebut, sehingga menyebabkan kerusakan.
  • Radioterapi kanker.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk brachial plexus injury?

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda terhadap brachial plexus injury adalah:

  • Terlibat dalam olahraga fisik, seperti sepak bola dan gulat.
  • Terlibat dalam kecelakaan bermotor.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Dokter mendiagnosis cedera dengan mengamati gejalanya dan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik, meliputi:

  • Electromyography (EMG). Prosedur ini melibatkan pemasukan jarum ke dalam otot untuk mengevaluasi aktivitas listrik dalam otot tersebut ketika berkontraksi dan beristirahat. Prosedur ini mungkin terasa sedikit sakit, namun mereda setelahnya.
  • Tes konduksi saraf, yang biasanya dilakukan dalam rangkaian tes EMG. Tes ini dilakukan unuk mengamati kecepatan konduksi saraf ketika dialiri listrik. Informasi ini dapat memberi tahu dokter seberapa baik saraf Anda bekerja.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Tes ini dapat memberi tahu dokter seberapa parah cedera telah terjadi sekaligus kondisi arteri utama yang penting dalam lengan.
  • Computerized tomography (CT) myelography. Tes ini menggunakan sinar X-ray untuk memindai gambaran detail mengenai tulang belakang dan akar-akar sarafnya. CT scan biasanya dilakukan ketika MRI tidak memberikan hasil yang optimal.
  • Jika dokter mencurigai bahwa pembuluh darah di lengan Anda cedera, ia mungkin akan melakukan angiogram. Angiogram adalah tes pemindaian menggunakan cairan pewarna khusus yang disuntikkan ke pembuluh darah untuk mengecek kondisi pembuluh darah tersebut. Informasi ini penting untuk dokter menentukan perencanaan operasi

Bagaimana brachial plexus injury diobati?

Pengobatan akan didasari oleh tingkat keparahan cedera, jenis cedera, jarak dari waktu cedera sampai pengobatan, dan beragam faktor lainnya. Saraf yang tertarik mungkin dapat sembuh sendiri tanpa harus diobati.

Dokter mungkin merekomendasikan terapi fisik untuk menjaga persendian dan otot-otot Anda tetap berfungsi baik, menjaga rentang gerak, dan mencegah sendi kaku.

Luka jaringan parut mungkin terbentuk selama proses pemulihan cedera, yang bisa diperbaiki lewat pembedahan untuk meningkatkan fungsi saraf. Prosedur ini biasanya ditujukan untuk cedera saraf yang telah sobek atau putus tertarik.

Pembedahan untuk memperbaiki cedera harus segera dilakukan setidaknya dalam 6-7 bulan setelah kejadian cedera. Jika lebih dari ini, otot-otot Anda mungkin tidak dapat lagi berfungsi.

Prosedur perbaikan cedera lainnya termasuk cangkok saraf, transfer saraf (dari area lain di tulang belakang Anda), hingga transfer otot (memindahkan otot atau tendon dari area lain di tubuh Anda untuk menggantikan jaringan yang cedera).

Untuk mengelola rasa sakit dari cedera, dokter biasanya meresepkan obat pereda sakit jenis opiat. Pasalnya, rasa sakit dari brachial plexus injury sering digambarkan sebagai rasa nyeri yang luar biasa, meremukkan, dan sensasi terbakar terus menerus yang melemahkan.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menghadapi Masa Transisi dari Terapi Langsung ke Terapi Online Selama Pandemi

Siapa sangka bahwa kini Anda dapat menjalani terapi via online, terutama di masa pandemi COVID-19? Yuk, simak apa saja yang perlu dipersiapkan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 03/07/2020 . 5 menit baca

Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

Teknik box breathing bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan stres yang melanda. Seperti apa dan bagaimana cara melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . 4 menit baca

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 03/07/2020 . 6 menit baca

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Batuk ada etikanya, tak bisa sembarangan. Bukan cuma masalah kesopanan, tapi juga demi kesehatan. Simak etika batuk yang benar di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Health Centers 02/07/2020 . 7 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mitos psikoterapi

Mitos Seputar Psikoterapi yang Salah Kaprah

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
covid-19 menular lewat ac

Benarkah Ruangan Ber-AC Tingkatkan Risiko Penularan COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca
gejala penyakit yang diacuhkan

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 4 menit baca
protein soya

Kenali Perbedaan Protein Soya dan Isolat Protein Soya Serta Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 5 menit baca