Trapeziectomy

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu trapeziectomy ?

Trapezium  adalah  tulang  berbentuk  kubus  di  pergelangan  tangan  yang  terhubung  kepangkal ibu jari (sendi trapeziometacarpal). Jenis  yang  paling  umum  dari  artritis  adalah  osteoartritis,  kondisi  ketika  sendi  secara bertahap  menjadi  aus  dan  robek.  Artritis  membuat  aus  tulang  rawan  yang  menutupi permukaan sendi, sehingga tulang di bawahnya menjadi rusak. Hal ini menimbulkan rasa sakit dan kekakuan pada sendi.

Kapan saya harus menjalani trapeziectomy dilakukan?

Trapeziectomy  dapat  menghilangkan  rasa  sakit  yang  muncul.  Selain  itu,  prosedur  ini mengembalikan fungsi ibu jari Anda.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani trapeziectomy?

Bidai dapat digunakan untuk membatasi gerakan ibu jari. Pada kebanyakan orang, suntikan steroid ke dalam sendi dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Sendi yang rusak mungkin akan diganti dengan sendi buatan yang terbuat dari logam dan plastik. Bagi  pasien  muda dan  aktif,  disarankan  menjalani  arthrodesis  (tulang  ibu  jari  secara permanen digabung menjadi satu menggunakan sekrup).

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani trapeziectomy ?

Pada  tahap  persiapan  operasi,  pastikan  Anda  memberi  tahu  dokter  mengenai  kondisi kesehatan Anda, obat‐obatan yang sedang dikonsumsi, maupun segala macam alergi yang Anda miliki. Dokter anestesi akan menjelaskan prosedur pembiusan dan memberi instruksi lebih lanjut. Pastikan Anda mengikuti  seluruh instruksi dokter termasuk larangan makan dan minum sebelum operasi. Pada  umumnya Anda  diwajibkan  untuk  berpuasa  selama  enam  jam  sebelum  proses pembedahan  dilakukan.  Namun,  Anda  mungkin  diperbolehkan untuk  mengonsumsi minuman seperti kopi beberapa jam menjelang operasi.

Bagaimana proses trapeziectomy?

Berbagai  teknik  anestesi  mungkin  digunakan  pada  prosedur  ini.  Operasi  biasanya memakan waktu satu jam hingga 90 menit. Dokter  bedah  akan  membuat  sayatan  kecil  di  punggung  tangan  pada  pangkal  ibu  jari, kemudian  mengangkat  trapezium.  Dokter  bedah  dapat  menyusun  ligamen  untuk menghubungkan  jempol  pada  pergelangan  tangan  pasien  menggunakan  tendon  yang bekerja di atas trapezium.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani trapeziectomy?

Setelah menjalani operasi, Anda diperbolehkan pulang ke rumah pada hari yang sama. Usahakan tangan terangkat selama dua minggu. Perban atau plester gips akan dilepas setelah empat sampai enam minggu. Lakukan latihan ringan untuk ibu jari dan jemari lain untuk mempercepat proses pemulihan. Latihan ringan pada siku dan bahu juga dapat mencegah kekakuan. Olahraga teratur juga terbukti dapat mempercepat proses penyembuhan. Namun sebelum memutuskan untuk berolahraga, sebaiknya mintalah saran dokter. Kondisi ibu jari akan terus meningkatkan hingga tahun depan  sebagaimana pasien mulai terbiasa menggunakan ibu jari.

Komplikasi

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Setiap prosedur operasi pasti memiliki  risiko tersendiri, termasuk trapeziectomy. Dokter bedah akan menjelaskan segala macam risiko yang mungkin terjadi pasca operasi. Komplikasi umum yang dapat terjadi usai operasi  adalah  efek pasca pemberian  anestesi, perdarahan yang berlebihan, maupun penggumpalan darah di dalam pembuluh darah vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT). Anda  dapat  mengurangi risiko  komplikasi  dengan  mengikuti  arahan  dokter  sebelum operasi, seperti puasa dan berhenti mengonsumsi obat‐obatan tertentu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Transplantasi Ginjal

    Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

    Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

    Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    daging ayam belum matang

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    atrofi otot

    Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pencegahan anemia

    7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit