Operasi Gigi Bungsu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu operasi gigi geraham bungsu?

Gigi geraham ketiga (gigi bungsu) akan tumbuh di usia sekitar 17-24 tahun. Namun, tumbuhnya gigi bungsu tidak selalu sempurna.

Gigi bungsi dapat tumbuh miring ke arah yang berbeda-beda. Gigi geraham bungsu juga dapat terjebak di dalam gusi. Pertumbuhan gigi bungsu yang tidak semestinya dan menyebabkan rasa sakit disebut dengan impaksi gigi.

Operasi impaksi gigi adalah prosedur mencabut gigi geraham bungsu yang tumbuh tidak wajar guna mencegah munculnya potensi masalah di masa depan.

Prosedur operasi impaksi gigi geraham bungsu umumnya membutuhkan teknik yang berbeda dan lebih rumit dari cabut gigi biasa.

Kapan saya harus menjalani operasi impaksi gigi bungsu?

Anda mungkin disarankan untuk operasi guna mengobati impaksi gigi supaya tidak terlanjur parah. Namun, tidak semua kasus impaksi gigi geraham bungsu perlu langsung operasi. Dokter biasanya akan memeriksa kondisi mulut dan gigi Anda dulu sebelum memutuskannya.

Jika gigi geraham bungsu Anda tumbuh miring tapi tidak mengganggu, dokter mungkin menyarankan Anda untuk memerhatikan perkembangannya. Anda mungkin juga akan diminta untuk kontrol gigi lebih rutin agar dokter bisa terus memantau perkembangan arah tumbuhnya.

Bila sewaktu-waktu dokter menemukan adanya masalah pada gigi gerahan bungsu itu, barulah ia merekomendasikan operasi.

Biasanya, operasi impaksi gigi dibutuhkan bila:

  • Gigi geraham bungsu mengalami infeksi atau penyakit gusi (periodontitis)
  • Gigi geraham bungsu yang bermasalah mengalami karies parah
  • Muncul kista atau tumor di sekitar gigi geraham yang bermasalah
  • Gigi geraham tumbuh miring menabrak gigi di sebelahnya.

Apakah ada alternatif lain selain operasi gigi geraham bungsu?

Dalam banyak kasus, operasi merupakan pilihan terakhir untuk mengatasi impaksi gigi. Sebelum memutuskan tindakan pembedahan, dokter gigi dapat merekomendasikan sejumlah perawatan lain, seperti:

1. Minum obat pereda nyeri

Gigi bungsu yang pertumbuhannya tidak normal dapat menyebabkan rasa nyeri yang intens. Nah, guna mengurangi sensasi nyeri ini, dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat pereda nyeri seperti Paracetamol. Obat ini aman dikonsumsi oleh semua kalangan, baik itu anak-anak, ibu hamil dan menyusui, hingga orang lanjut usia (lansia).

Bila impaksi yang Anda alami juga menyebabkan gusi meradang, dokter mungkin dapat meresepkan obat ibuprofen. Ibuprofen adalah obat golongan NSAID yang dapat digunakan untuk meredakan sakit sekaligus peradangan dalam tubuh.

Supaya obat bekerja optimal, pastikan Anda minum sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Bila Anda lupa dengan dosis obatnya, jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter. Obat pereda nyeri hanya boleh digunakan dalam jangka pendek. Jadi, jika gigi Anda terus-terusan terasa sakit, segera periksa ke dokter gigi.

2. Kompres es

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi sensasi nyeri dan nyut-nyutan di gigi adalah dengan kompres es batu. Es batu dapat mematikan sinyal saraf sakit untuk sementara waktu, sehingga rasa sakit di bagian geraham gigi bungsu perlahan akan mereda.

Untuk melakukan cara ini, Anda hanya butuh beberapa bongkah es batu dan selembar kain atau waslap kering yang bersih. Bungkus es batu dengan waslap lalu tempelkan di sisi pipi bagian gigi yang bermasalah selama beberapa menit.

Bila es batu tak tersedia, Anda bisa berkumur dengan segelas air dingin. Cara ini sama efektifnya dengan kompres es batu.

3. Cabut gigi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pertumbuhan gigi geraham bungsu bisa miring atau mengarah ke gigi lainnya. Nah, bila mahkota gigi sudah tampak ke permukaan gusi, dokter dapat langsung mencabut gigi Anda tanpa pembedahan.

Anda tak perlu khawatir ketika dokter menyarankan cabut gigi. Dokter akan menyuntikkan obat bius terlebih dulu sehingga Anda tidak akan merasa sakit selama prosedur berlangsung.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum operasi gigi geraham bungsu?

Salah satu persiapan paling penting sebelum menjalani operasi cabut gigi bungsu adalah konsultasi ke dokter.

Sebelum operasi benar-benar dilakukan, cobalah untuk menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini ke dokter.

  • Berapa banyak gigi bungsu yang harus dicabut?
  • Apa tipe anestesi yang akan saya terima?
  • Seberapa rumit prosedur pencabutan yang akan dilakukan?
  • Berapa lama pencabutan tersebut berlangsung?
  • Akankah gigi geraham bungsu tersebut memicu kerusakan pada gigi lainnya?
  • Adakah risiko yang akan saya dapatkan seperti kerusakan saraf?
  • Adakah perawatan gigi yang harus saya lakukan setelah operasi?
  • Berapa lama penyembuhan setelah operasi dan kapan saya bisa memulai aktivitas?
  • Apakah ibu hamil bisa menjalani operasi gigi bungsu? Sebenarnya, tidak ada alasan bahwa prosedur pencabutan akan berpengaruh pada kehamilan. Akan tetapi, Anda perlu menanyakannya kepada dokter, sebab beberapa dokter mungkin akan menunggu perawatan hingga proses kelahiran.
  • Apakah saya membutuhkan seseorang untuk menemani dalam perjalanan pulang ke rumah, karena efek anestesi yang diberikan?
  • Haruskah saya datang lebih awal untuk berjaga-jaga jika ada beberapa pengecekan?
  • Haruskah saya berpuasa sebelum operasi?
  • Jika ya, berapa lama saya harus berpuasa?
  • Haruskah saya menghindari mengonsumsi beberapa obat-obatan tertentu sebelum proses operasi?

Persiapan & Proses

Apa yang harus dipersiapkan sebelum operasi gigi geraham bungsu?

Dokter biasanya tidak langsung serta-merta merekomendasikan Anda untuk menjalani operasi impaksi gigi. Dokter umumnya akan lebih dulu memeriksa rongga mulut dan kondisi gigi Anda, serta menanyakan riwayat kesehatan dan kondisi tubuh Anda secara umum.

Bila Anda sedang rutin minum obat antibiotik atau obat lainnya, jangan lupa untuk beri tahu dokter soal hal ini. Begitu pula bila Anda punya riwayat medis tertentu, seperti alergi obat anestesi, penyakit diabetes, hipertensi, atau ganguan pembekuan darah.

Setelah pemeriksaan awal selesai, dokter mungkin akan melanjutkan dengan rontgen gigi untuk melihat keadaan gigi, gusi dan tulang penyokong gigi Anda dengan lebih jelas. Supaya hasil rontgennya optimal, ada baiknya Anda menyikat gigi lebih lebih dulu.

Selain itu, lepaslah semua aksesoris yang menempel di dada hingga bagian kepala. Mulai dari perhiasaan, jam tangan, kacamata, dan alat-alat lain yang mengandung logam pada tubuh. Gunakan pakaian yang nyaman dan longgar ketika Anda akan menjalani prosedur ini.

Beri tahu dokter bila Anda punya tambalan gigi berbahan amalgam atau Anda pakai gigi palsu. Keduanya dapat memblokir sinar X untuk menembus ke dalam tubuh.

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi tes darah dan tes urin untuk membantu memantapkan diagnosis dokter.

Jika sudah dijadwalkan operasi impaksi gigi bungsu, Anda umumnya tidak butuh persiapan khusus apa pun sebelumnya selain yang sudah disebutkan di atas.

Bagaimana proses operasi gigi geraham bungsu?

Sebelum operasi impaksi gigi, dokter akan menyuntikan obat bius di area gusi yang bermasalah. Obat bius ini akan membuat gusi menjadi kebas atau mati rasa, sehingga Anda tidak akan merasa sakit selama prosedur berlangsung.

Secara umum, ada tiga jenis obat bius yang digunakan dokter ketika melakukan prosedur bedah. Tergantung pada seberapa rumitnya impaksi gigi Anda, berikut jenis-jenis obat bius yang digunakan saat operasi gigi geraham bungsu.

  • Anestesi lokal diberikan dengan cara menyuntikkan satu atau lebih suntikan pada titik dekat gigi yang akan dicabut. Anda akan tetap terjaga selama proses pencabutan. Walaupun Anda akan merasakan tekanan dan pergerakan, Anda tidak akan merasakan rasa nyeri selama operasi impaksi gigi.
  • Anestesi sedasi diberikan melalui suntikan di lengan Anda. Anestesi ini akan menekan kesadaran Anda, sehingga Anda memiliki memori yang terbatas selama proses pencabutan. Anda pun tidak akan merasakan nyeri selama operasi impaksi gigi.
  • Anestesi general diberikan pada situasi yang mendesak. Anda mungkin akan menghirup obat melalui hidung dan atau mendapatkan suntikan di lengan. Ketika diberikan anestesi ini, Anda akan hilang kesadaran tidak merasakan sakit. Tim dokter Anda akan memonitor pengobatan, pernapasan, temperatur, cairan dan tekanan darah.

Setelah diberikan obat bius, dokter akan menyayat gusi Anda. Lalu dokter akan mengangkat bagian tulang rahang yang menghalangi pertumbuhan gigi geraham bungsu. Saat gigi berhasil dicabut, Anda akan mengalami perdarahan. Perdarahan ini adalah hal yang normal dan akan cepat mereda.

Selanjutnya dokter akan menutup luka sayatan dengan jahitan dan lubang bekas gigi dengan kain kasa. Dokter biasanya akan meminta pasien untuk menggigit kain kasa tersebut selama satu jam supaya gumpalan darah terbentuk di bekas lubang gigi yang dicabut.

Jika Anda mendapat anestesi sedasi dan general, Anda akan dibawa ke ruang pemulihan setelah operasi. Jika hanya lokal anestesi, Anda bisa langsung pulang selesai operasi.

Biasanya perawatan yang dilakukan setelah operasi adalah rawat jalan. Anda bisa pulang ke rumah di hari yang sama setelah menjalani operasi gigi geraham bungsu. Namun, semua tergantung pada seberapa rumit impaksi gigi Anda. Ada pasien yang harus menjalani rawat inap karena mengalami beberapa kendala.

Efek Samping

Apa efek samping operasi gigi geraham bungsu?

Setiap prosedur medis pasti memiliki efek samping, termasuk operasi impaksi gigi. Anda mungkin masih akan mengalami perdarahan setelah operasi gigi geraham bungsu. Jangan meludah berlebihan sehingga gumpalan bekuan darahnya tidak terlepas dari gigi atau gusi Anda.

Selain perdarahan, Anda mungkin juga akan mengalami sejumlah efek samping lain, seperti:

  • Rasa perih dan nyut-nyutan di area gigi yang dicabut.
  • Lubang bekas gigi yang dicabut meradang dan bengkak.
  • Rahang pegal dan terasa kaku akibat terlalu lama membuka mulut.
  • Pipi di sisi gigi yang dicabut mengalami pembengkakan.

Kadang, bekuan darah di lubang bekas pencabutan gigi dapat pecah sehingga memperlihatkan tulang penyokong gigi yang berwarna putih. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang parah dalam beberapa hari.

Kapan saya harus kembali ke dokter setelah operasi impaksi gigi bungsu?

Anda dapat kembali ke dokter jika mengalami beberapa tanda atau gejala berikut:

  • Sulit bernapas atau menelan
  • Perdarahan yang berlebihan
  • Demam
  • Nyeri parah bahkan setelah meminum obat untuk penghilang nyeri
  • Bengkak yang memburuk setelah dua atau tiga hari
  • Merasa kebas yang berkepanjangan
  • Mengeluarkan nanah

Perawatan Setelah Operasi

Apa yang boleh dilakukan setelah operasi gigi geraham bungsu?

Sebelum operasi, Anda akan menerima instruksi dari rumah sakit atau klinik gigi tentang apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah operasi. Usahakan untuk mengingatnya.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda lakukan setelah menjalani operasi impaksi gigi.

  • Bila setelah cabut gigi Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan, Anda bisa minum acetaminophen (paracetamol).
  • Anda juga bisa mengompres dengan es pada bagian gigi yang bermasalah untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan di pipi.
  • Air garam juga bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit dan bengkak. Cukup larutkan ½  sendok teh garam ke dalam 1 cangkir hangat. Lalu kumur air garam pelan-pelan satu hari setelah cabut gigi.
  • Perdarahan setelah cabut gigi seharusnya tidak terlalu banyak. Akan tetapi, bila Anda sudah merasa tak nyaman, Anda bisa ganti kasa sendiri dengan cara seperti yang dianjurkan dokter gigi.
  • Setelah pencabutan gigi bungsu, ada baiknya Anda beristirahat dulu, sehingga Anda bisa kembali beraktivitas secepatnya.
  • Minum banyak air putih juga diperlukan setelah operasi.
  • Pilihlah makanan yang lunak dan lembut, seperti yogurt, bubur, puding, dan lainnya selama 24 jam.
  • Menjalani prosedur operasi bukan alasan untuk tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut. Anda boleh menyikat gigi, asalkan dengan perlahan.
  • Tidurlah dengan bantal yang lebih tinggi. Tidur berbaring tanpa bantal dapat memperlama proses pemulihan.
  • Bila dokter meresepkan antibiotik, minum obat tersebut sampai habis sesuai yang dianjurkan dokter. Ingat! Antibiotik harus diminum sesuai anjuran karena kalau tidak dapat memicu resistensi antibiotik.

Apa yang tidak boleh dilakukan setelah operasi gigi geraham bungsu?

Berikut ini merupakan beberapa hal yang sebaiknya dihindari guna mempercepat proses penyembuhan setelah operasi impaksi gigi.

  • Hindari menyikat gigi pada bagian gigi yang baru saja dioperasi.
  • Hindari berkumur terlalu keras dalam kurun waktu 24 jam.
  • Hindari meludah terlalu kencang.
  • Hindari mencolek/meraba area bekas cabut gigi dengan lidah atau tangan.
  •  Hindari minum minuman panas dan beralkohol.
  • Hindari makan makanan yang keras, panas, dan pedas.
  • Hindari makanan yang keras untuk dikunyah, panas, dan pedas.
  • Hindari melakukan aktivitas fisik yang berat selama 3-4 hari setelah cabut gigi. Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat meningkatkan perdarahan, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman di mulut.
  • Jika Anda merokok, sebaiknya tidak merokok dulu dalam 72 jam setelah operasi atau selama mungkin sampai sembuh. Rokok dapat menghambat proses penyembuhan.

Jika setelah operasi gigi geraham, bengkak dan rasa nyeri pada gusi tak kunjung hilang, bisa jadi Anda mengalami infeksi. Apalagi jika Anda juga mengalami demam. Maka itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Lama Pemulihan

Berapa lama proses penyembuhan operasi gigi geraham bungsu?

Tumbuhnya gigi geraham bungsu sebenarnya sangat wajar dan tak perlu dikhawatirkan. Namun, terkadang gigi geraham ini tumbuh ke arah yang salah atau malah terjebak di dalam gusi sehingga sulit keluar. Nah, satu-satunya jalan keluar yang harus ditempuh yakni dengan melakukan operasi gigi geraham bungsu.

Setelah operasi selesai, butuh waktu kurang lebih 2 minggu sampai kondisi gigi Anda kembali pulih seutuhnya. Umumnya, operasi gigi geraham bungsu akan menimbulkan memar, nyeri, dan pembengkakan pada gusi.

Tahapan penyembuhan setelah operasi gigi geraham bungsu, yaitu:

  • 1 hari: terjadi pembekuan darah
  • 2-3 hari: pembengkakan pada mulut dan pipi mulai membaik
  • 7 hari: kontrol untuk melihat kembali kondisi bekas operasi
  • 7-10 hari: rahang yang kaku dan nyeri mulai pulih
  • 14 hari: segala keluhan terkait luka pasca operasi biasanya telah sembuh

Proses penyembuhan tersebut bukanlah patokan mutlak. Masing-masing orang punya waktu pemulihan yang berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahan impaksi gigi atau luka pasca operasi yang dialaminya.

Jika ternyata luka mengalami infeksi, atau ada masalah dengan proses penggumpalan darah, tentu waktu pemulihan bisa lebih lama.

Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Komplikasi

Apa saja komplikasi setelah operasi gigi geraham bungsu?

Komplikasi setelah operasi impaksi gigi jarang terjadi. Namun, Anda mungkin dapat mengalami:

  • Infeksi di gigi atau gusi.
  • Kerusakan di saluran sinus yang di dekat gigi geraham bungsu bagian atas.
  • Dry socket, yaitu kondisi ketika gumpalan darah yang terbentuk pada lubang bekas gigi yang cabut terlepas.
  • Kerusakan saraf pada bibir bawah, dagu, atau lidah
  • Tulang rahang bawah melemah.

Dari berbagai risiko komplikasi yang sudah disebutkan, dry socket adalah yang paling sering terjadi. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit dan peradangan di bagian gigi yang dicabut. Seiringnya waktu, rasa sakit akan bertambah dan dapat menyebar ke telinga.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca