Jenis Kelamin Bayi Sudah Bisa Diketahui di Awal Kehamilan, Dengan Tes Darah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Saat hamil, banyak pasangan yang penasaran akan jenis kelamin bayinya, laki-laki atau perempuan. Bahkan, banyak orang di sekitar ibu hamil mungkin menebak-nebak jenis kelamin bayi yang masih ada dalam kandungan. Menebak melalui bentuk perut ibu hamil, perubahan kulit ibu hamil, sampai pada perubahan perilaku ibu hamil. Nah, salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah dengan melakukan tes darah.

Tes darah untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda

Tes darah dapat Anda lakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda, bahkan sejak usia kehamilan Anda baru menginjak beberapa minggu. Tes darah bisa dilakukan lebih awal dibandingkan dengan USG yang baru akurat dilakukan pada usia kehamilan 18-22 minggu untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Jadi, bagi Anda yang tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin calon bayi Anda sejak awal kehamilan, mungkin Anda dapat melakukan tes darah.

Tes darah sebenarnya ditujukan untuk mengetahui kelainan kromosom (seperti Down syndrome) pada janin. Tapi, tes ini juga bisa digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi. Tes darah ini biasa disebut dengan tes DNA sel bebas atau tes prenatal noninvasif. Mengapa dikatakan noninvasif? Karena tes ini tidak dilakukan dengan cara pembedahan atau pengambilan jaringan.

Tes darah dilakukan dengan menggunakan sampel DNA janin yang ada dalam darah ibu. Karena dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu, maka tes DNA ini lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan urin ibu. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh Journal of American Medical Association, akurasi tes DNA ini adalah sebesar 95,4% untuk bayi laki-laki dan 98,6% untuk bayi perempuan.

Kelebihannya lagi, tes DNA sudah dapat dilakukan sejak usia kandungan 7 minggu untuk mengetahui jenis kelamin bayi. Dilakukannya tes ini juga tidak akan menimbulkan risiko apapun saat kehamilan. Selain untuk mengetahui jenis kelamin, tes darah juga dapat digunakan untuk mengetahui hubungan orangtua atau ayah dari janin, jenis rhesus golongan darah janin, distrofi otot duchenne, hemofilia, hiperplasia adrenal kongenital, cystic fibrosis, Down syndrome, dan beta-thalassemia. Tes darah sangat disarankan untuk dilakukan oleh ibu hamil yang mempunyai risiko tinggi melahirkan bayi dengan kelainan genetik.

Tidak hanya jenis kelamin yang Anda dapatkan dari tes darah

Ya, tes darah dilakukan bukan hanya untuk tujuan mengetahui jenis kelamin bayi, tapi sebenarnya lebih dari itu dan ini lebih penting. Tes darah juga dilakukan untuk mengetahui kelainan kromosom yang bisa terjadi pada bayi laki-laki atau perempuan. Gangguan seperti hiperplasia adrenal kongenital juga dapat diketahui dari tes ini.

Hiperplasia adrenal kongenital adalah gangguan keseimbangan hormon yang dapat menyebabkan janin perempuan memiliki sifat-sifat maskulin. Bayi perempuan yang lahir dengan gangguan ini dapat mengalami pembengkakan klitoris atau alat kelamin ambigu. Jika gangguan ini sudah diketahui sejak dini melalui tes darah, mungkin gangguan ini bisa ditangani lebih dini.

Mengetahui jenis kelamin berdasarkan kromosom (terutama) penting dilakukan bagi orangtua yang mempunyai bayi dengan alat kelamin ambigu. Dengan mengetahui kromosom bayinya (XX untuk bayi perempuan atau XY untuk bayi laki-laki), maka orangtua juga dapat lebih mempersiapkan dirinya tentang bagaimana cara ia membesarkan anaknya sesuai jenis kelamin.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Wajah Terlihat Kusam Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Alih-alih mendapatkan pregnancy glow, sebagian orang malah merasa kulit wajah jadi lebih kusam saat hamil. Apa penyebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Waktu Terbaik untuk Kontrol Kandungan Selama Pandemi COVID-19?

Pemeriksaan kehamilan amatlah penting. Di sisi lain, pemeriksaan kehamilan selama pandemi COVID-19 membuat ibu rentan tertular. Apa yang harus ibu lakukan?

Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

6 Makanan Bergizi untuk Memperkuat Kandungan

Selain sehat untuk ibu, berbagai makanan ini juga dapat memperkuat janin dalam kandungan agar masa kehamilan tetap lancar.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kondisi Genetik Ayah Turut Menentukan Jenis Kelamin Anak yang Lahir

Penentuan jenis kelamin anak tidak sepenuhnya acak. Ternyata, kondisi genetik ayah turut menentukan ke jenis kelamin anak yang lahir.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

hamil setelah keguguran

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
menu puasa untuk ibu hamil

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
puasa bagi ibu hamil

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
gangguan makan ibu hamil

Berbagai Jenis Gangguan Makan yang Umum Dialami Ibu Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020