Minum Pil KB Saat Hamil, Apakah Membahayakan Bayi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/06/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Pil KB adalah salah satu pilihan alat kontrasepsi yang paling banyak diminati sekaligus digunakan oleh para wanita. Namun, bagaimana jika Anda ‘kebobolan’ atau mendadak hamil di tengah menggunakan pil KB? Tentu akan muncul rasa cemas di pikiran Anda. Apakah efek yang mungkin terjadi jika Anda minum pil KB saat hamil? Kemudian, apakah konsumsi pil KB saat hamil dapat membahayakan janin? Simak penjelasannya berikut ini.

Bagaimana kalau telanjur minum pil KB saat hamil?

Anda mungkin tidak sadar kalau sudah hamil dan masih minum pil KB pada trimester pertama. Bisa jadi Anda memang baru mulai minum pil KB padahal sudah hamil. Apapun alasannya, Anda tidak perlu cemas.

Kalau pembuahan sudah terjadi dan janin telah terbentuk, pil KB tidak akan menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi. Dalam beberapa kasus, memang ada risiko Anda mengalami kehamilan ektopik (hamil anggur) bila Anda minum pil KB dengan kandungan progestin saja. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mempelajari kaitan keduanya.

Jadi, kalau Anda curiga Anda hamil padahal sudah minum pil KB, Anda bisa langsung melakukan tes kehamilan di rumah. Bila hasilnya positif (hamil), hentikan konsumsi pil KB. Meskipun sebenarnya minum pil KB saat hamil muda relatif aman bagi Anda dan bayi, tak ada salahnya untuk konsultasi lebih jauh dengan dokter kandungan Anda.

Apa risiko yang mungkin terjadi jika minum pil KB saat hamil?

Mengingat fungsi pil KB adalah menunda atau mencegah kehamilan, tentu penggunaannya bertentangan dengan Anda yang sedang hamil. Artinya, pil KB tidak disarankan untuk digunakan apabila jika sedang mengalami kehamilan. Mengapa?

Selama kehamilan, hormon di dalam tubuh wanita merupakan salah satu faktor penting sehingga diatur sedemikian rupa. Hal ini bertujuan untuk menjaga janin tetap sehat dan dapat tumbuh dengan baik. Sementara itu, di dalam pil KB terdapat kandungan hormon sintetis, yaitu estrogen dan progestin.

Jika minum pil KB saat hamil, maka keseimbangan hormon akan terganggu. Hal tersebut tentu saja berbahaya untuk perkembangan janin dan berpotensi membahayakan kondisinya.

Meski belum benar-benar bisa dibuktikan dengan penelitian, berikut adalah beberapa hal yang mungkin bisa terjadi jika Anda mengonsumsi pil KB saat hamil. 

1. Keguguran

Salah satu kemungkinan buruk yang mungkin Anda alami saat minum pil KB saat sedang hamil adalah keguguran. Meski begitu, hal ini masih belum bisa dipastikan dengan data karena memang belum ada bukti yang menyatakan bahwa ada hubungan antara kedua hal ini.

Apalagi, kandungan hormon yang terdapat di dalam pil KB ini fungsinya untuk mengentalkan lendir serviks dan mencegah sperma untuk masuk ke dalam rahim. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya ovulasi. Namun, jika Anda sudah hamil, ovulasi pun memang tidak akan terjadi. Artinya, keberadaan pil KB di dalam tubuh mungkin saja tidak menimbulkan efek apapun terhadap tubuh Anda.

Akan tetapi, jika Anda baru mengetahui Anda positif hamil padahal Anda sedang mengonsumsi pil KB, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter spesialis kandungan. Dokter dapat memantau jalannya kehamilan Anda secara langsung. Dengan mengunjungi dokter, Anda akan mengetahui apakah si kecil baik-baik saja atau tidak.

Namun begitu, bukan berarti Anda boleh mengonsumsi minum pil KB tanpa pengawasan, khususnya saat sedang hamil. Sengaja minum pil KB saat hamil dapat dikatakan sebagai tindakan aborsi. Penggunaan obat-obatan secara sengaja untuk mengugurkan kandungan termasuk dalam tindakan ilegal dan kriminal.

Sama seperti perbuatan kriminal lainnya, aborsi yang disengaja dapat dikenakan sanksi hukum berupa pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal sebesar 1 miliar rupiah. Aborsi sendiri tanpa alasan medis darurat seperti kehamilan yang mengancam nyawa ibu atau bayi yang dikandungnya bisa sangat berisiko. Sebagai contoh, perdarahan, kerusakan rahim, infeksi akibat aborsi, radang panggul, dan kemandulan atau infertilitas.

2. Kehamilan ektopik

Selain itu, salah satu masalah yang juga bisa saja Anda alami jika minum pil KB saat hamil adalah terjadinya kehamilan ektopik. Kehamilan ini terbentuk di luar rahim. Biasanya, kehamilan ini justru terbentuk di dalam salah satu tuba falopi.

Saat terbentuk pada tempat yang semestinya,  berbagai masalah bisa terjadi. Salah satunya, embrio tidak bisa bertahan hidup dan mati. Plasenta yang terbentuk juga tidak dapat mendapatkan suplai darah yang dibutuhkannya. Belum lagi ukuran tuba falopi yang tidak bisa menampung embrio yang terus tumbuh.

Sebenarnya, penggunaan kontrasepsi bisa membantu mengurangi risiko kehamilan ektopik. Namun, justru penggunaan kontrasepsi seperti KB spiral, KB implan, pil KB mini (pil progestin) saat Anda hamil bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kehamilan ini.

Maka itu, jika Anda mendadak hamil saat menggunakan jenis-jenis KB yang telah disebutkan di atas, Anda disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ultrasound untuk memastikan lokasi kehamilan Anda, terbentuk di tempat yang tepat atau tidak.  Jika Anda mengalami kehamilan ektopik, embrio yang terbentuk tidak pada tempatnya ini terpaksa diangkat.

3. Cacat lahir pada bayi

Kemungkinan lain yang bisa Anda alami jika Anda minum pil KB saat sedang hamil adalah cacat lahir pada bayi. Sebenarnya isu bahwa minum pil KB saat hamil bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat pertama kali muncul kira-kira 30 tahun yang lalu. Namun, sama dengan kemungkinan lainnya, hal ini masih belum bisa dipastikan melalui data atau penelitian.

Beberapa dekade yang lalu, orang-orang percaya bahwa mengonsumsi pil KB saat hamil bisa membahayakan perkembangan jantung bayi. Bahaya ini dipercaya akan tetap mengintai hingga tiga bulan setelah Anda berhenti minum pil KB dan sedang merencanakan kehamilan. Masalahnya, tak ada penelitian valid yang bisa membuktikan bagaimana hormon-hormon tersebut menyebabkan kecacatan.

Pasalnya, berdasarkan US Food and Drug Administration (FDA), tidak ada bukti yang menyatakan bahwa mengonsumsi berbagai jenis pil KB, baik pil KB kombinasi maupun pil KB mini saat sedang hamil dapat menyebabkan bayi Anda dalam bahaya.

Kecacatan pada bayi sendiri sampai saat ini tidak semudah itu diketahui penyebabnya. Ada begitu banyak faktor yang bisa memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan. Dalam satu kasus kecacatan pada bayi pun penyebabnya bisa bermacam-macam.

Oleh karenanya, Anda tidak perlu merasa khawatir jika minum pil KB saat sedang hamil, karena hal ini tidak terbukti meningkatkan risiko bayi Anda akan mengalami cacat lahir. Selain itu, pil KB yang beredar di pasaran saat ini telah melalui serangkaian uji klinis dan terbukti aman. 

4. Kelahiran prematur

Dugaan lain menyatakan bahwa apabila Anda minum pil KB saat sedang hamil, Anda mungkin akan melahirkan secara prematur. Namun, hal ini juga belum bisa dibuktikan dengan penelitian.

Sebenarnya, jika Anda rutin mengonsumsi pil KB, kemungkinan Anda mengalami kehamilan sangatlah kecil. Maka, saat Anda merasa sedang hamil di tengah-tengah rutinitas mengonsumsi pil KB, sebaiknya segera lakukan tes kehamilan untuk memastikan kebenarannya.

Jika Anda sedang hamil, sebaiknya Anda segera berhenti minum pil KB. Tak hanya itu, lebih baik Anda membaca aturan penggunaan pil KB sebelum mulai menggunakannya. Hal ini bertujuan untuk mencegah berbagai masalah yang mungkin terjadi dan membahayakan kehamilan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 menit baca

BKKBN Tekankan Pentingnya Program KB Saat Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 berdampak pada penurunan angka masyarakat yang melakukan program KB. Apa risiko menunda KB selama pandemi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 16/06/2020 . 5 menit baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 menit baca

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 7 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca