Detak Jantung Janin Lemah, Apakah Ini Pertanda Buruk?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Maret 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Tak ada kebahagian lain bagi calon ibu dan ayah selain mendengar detak jantung janin mereka pertama kali. Detak jantung janin bisa didengar bila ibu sedang melakukan pemeriksaan USG atau ultrasonografi. Namun, tak semua orangtua akan langsung mendengar detak jantung janin ketika melakukan USG pertama kali karena suaranya yang lemah mungkin. Apakah hal tersebut normal? Ataukah tanda bahwa kandungan ibu bermasalah? Lalu seperti detak jantung bayi yang normal?

Seperti apa detak jantung janin yang normal?

Bayi mulai membentuk sistem peredaran darah – termasuk jantung – ketika janin memasuki usia sekitar minggu ketiga atau sama dengan minggu kelima usia kehamilan. Saat itu, jantung janin akan berdetak pertama kalinya.

Detak jantung ini dapat diketahui ketika Anda melakukan pemeriksaan USG. Pada dasarnya, USG pada trimester pertama (minggu pertama hingga dua belas) perlu dilakukan untuk mengetahui:

  • Detak jantung pada janin
  • Mengetahui usia janin dan dapat digunakan untuk memperkirakan waktu persalinan
  • Memeriksa apakah janin kembar atau tidak
  • Mengetahui apakah janin tumbuh dan berkembang dengan baik

Normalnya, detak jantung janin pada enam minggu pertama yaitu sekitar 100 detakan per menit dan meningkat ketika janin telah memasuki usia ke sembilan minggu, hingga mencapai 180 detakan per menit.

Detak jantung janin lemah, apakah pertanda buruk?

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa detak jantung janin yang lemah bisa menjadi salah satu tanda bahwa kehamilan Anda mengalami gangguan. Penelitian ini menemukan bahwa janin yang detak jantungnya yang kurang dari 100 detakan per menit pada minggu ke 6 kehamilan berisiko mati dalam kandungan.

Kematian janin di dalam kandungan yang terjadi pada trimester pertama atau bahkan minggu-minggu awal kehamilan, biasanya disebabkan oleh kelainan genetik pada janin dan membuatnya tak dapat bertahan.

Apabila janin Anda  memiliki detak jantung yang lemah atau kurang dari 100 detakan per menit, maka kehamilan Anda perlu berada dalam pengawasan dokter dan harus melakukan pemeriksaan secara rutin.

Meskipun begitu, tidak semua kasus detak jantung lemah pada janin akan berakhir pada keguguran. Dalam beberapa kasus, detak jantung janin akan kembali normal seiring dengan perkembangan dan pertumbuhannya. Oleh karena itu, Anda harus menjaga kehamilan Anda dengan baik, hindari stres dan sering memeriksakan diri ke dokter.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Minum Paracetamol Saat Hamil, Apakah Aman?

Terkadang ibu hamil mungkin merasa demam dan nyeri. Hal ini membuat ibu hamil memerlukan paracetamol. Namun, apakah aman minum paracetamol saat hamil?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan, Hidup Sehat, Tips Sehat 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman untuk Ibu Hamil?

Pemanis buatan saat hamil mungkin diperlukan oleh ibu yang memiliki diabetes gestasional atau yang kelebihan berat badan. Tapi, apakah memang lebih aman?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Kebanyakan bayi prematur lahir pada usia kehamilan 34-36 minggu. Lalu, bagaimana kemungkinan bayi prematur bertahan hidup jika usianya masih 24 minggu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Melahirkan, Perkembangan Janin, Kehamilan, Hidup Sehat, Fakta Unik 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Sistem Rhesus dalam Golongan Darah Anda

Jika ibu memiliki rhesus negatif sedangkan janinnya memiliki rhesus positif, ada berbagai komplikasi yang bisa terjadi, termasuk kematian bayi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 17 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

waktu bermain video game

Berapa Lama Waktu Bermain Video Game yang Pas untuk Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
nutrisi trimester ketiga

Nutrisi yang Harus Dipenuhi Ibu Hamil di Trimester Ketiga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit