Mendeteksi Kekurangan Zat Besi Usai Melahirkan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kelelahan dan lemas mungkin merupakan indikasi paling jelas bahwa Anda mungkin kekurangan zat besi.

Masalahnya adalah sulit mengetahui apakah rendahnya kadar zat besi membuat Anda merasa seperti ini, atau ini hanya kelelahan normal yang dialami ibu yang baru melahirkan dan mengurus baru? Anda mungkin juga lemas karena baby blues, atau banyak tantangan dalam merawat anak yang baru lahir.

Mungkin lebih mudah untuk menemukan gejala kekurangan zat besi lainnya, misalnya detak jantung cepat atau tidak teratur, atau tidak bisa bernafas. Anda mungkin juga terlihat lebih pucat dari biasanya.

Gejala lain yang lebih jarang muncul saat kekurangan zat besi adalah:

  • Ingin makan makanan yang tidak biasa seperti sayuran yang renyah
  • Rasa makanan berubah
  • Telinga berdenging (tinnitus)
  • Lidah terasa sakit
  • Sakit kepala
  • Gatal-gatal

Jika kadar zat besi rendah, Anda kemungkinan juga lebih mudah terkena infeksi, seperti batuk dan flu.

Tubuh memerlukan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yang menyimpan dan membawa oksigen dalam sel darah merah. Makan makanan kaya zat besi akan membantu tubuh melakukannya. Terdapat dua macam makanan kaya zat besi:

  • Daging merah, ikan, dan ayam mengandung zat besi hem, yang dapat digunakan dengan mudah oleh tubuh
  • Biji-bijian, buah kering, sereal, dan sayuran hijau mengandung zat besi non-hem, yang lebih sulit diserap oleh tubuh

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi non-hem dalam makanan. Minum jus jeruk atau makan makanan kaya vitamin C serta sayur-sayuran seperti brokoli, paprika, atau buah kiwi pada jam makan akan membantu.

Bayam sebenarnya bukan merupakan sumber zat besi yang baik karena mengandung oksalat, yang mempersulit penyerapan zat besi. Sayuran hijau lainnya macam kubis, bit berdaun lebar, selada air, dan brokoli lebih baik.

Hindari minum teh dan kopi saat makan karena mengandung polifenol, yang mempersulit penyerapan zat besi dari makanan. Obat antacid yang meredakan nyeri ulu hati juga mencegah tubuh menyerap zat besi dari makanan yang Anda makan.

Jika Anda sedang menyusui, Anda boleh minum suplemen vitamin yang mengandung zat besi. Rawat diri Anda sendiri dengan baik, dan cobalah beristirahat di siang hari, saat bayi sedang tidur.

Jika Anda mencurigai bahwa Anda kekurangan zat besi, beri tahu masalah ini pada dokter. Kadar zat besi yang rendah dapat mempengaruhi suasana hati dan ikatan dengan bayi. Anda mungkin mudah marah dan sensitif, dan menjadi lebih rentan terhadap depresi pasca melahirkan. Kelelahan juga dapat membuat Anda lebih sulit menyusui.

Anda mungkin tidak akan menjalani tes darah setelah melahirkan jika Anda tidak menjalani operasi caesar, kehilangan banyak darah saat melahirkan, atau mengalami masalah lainnya, misalnya pusing. Jadi, beri tahu dokter, bidan, atau perawat bila Anda berpikir Anda kekurangan zat besi, sehingga mereka bisa melakukan tes darah.

Bila Anda terdiagnosis dengan anemia karena kekurangan zat besi setelah melahirkan, Anda akan diberikan  tablet zat besi untuk menghilangkan masalah tersebut.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Setelah Kuret, Kapan Bisa Menstruasi Lagi Seperti Biasa?

    Setelah kuret, seringkali wanita merasa khawatir dengan siklus menstruasinya. Kapan menstruasi terjadi kembali setelah keguguran?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    6 Hal yang Katanya Bisa Menentukan Jenis Kelamin Bayi. Mitos atau Fakta?

    Faktor-faktor berikut ini mungkin turut andil dalam menentukan apakah bayi Anda perempuan atau laki-laki, tapi mungkin juga hanya kebetulan belaka.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat, Bisa Bikin Mata Anak Rusak?

    Radiasi dari TV cembung zaman dulu memang mungkin merusak mata. Namun apakah efek yang sama dihasilkan dari perangkat televisi modern?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

    Tendangan janin dapat menunjukkan janin dalam kondisi sehat dalam kandungan. Tapi, bagaimana jika janin berhenti bergerak? Apa yang harus dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    pertumbuhan bayi

    Tahapan Pertumbuhan Bayi yang Ideal di Usia 0-11 Bulan

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 15 menit
    cara menggugurkan kandungan

    Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
    tanda hamil atau haid

    Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
    Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

    7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit