backup og meta

8 Cara Mengatasi Depresi Postpartum Setelah Melahirkan

Depresi merupakan salah satu masalah umum pada ibu yang baru melahirkan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi yang disebut depresi postpartum ini bisa berdampak terhadap kesehatan ibu dan bayi. Simak berbagai cara mengatasi depresi postpartum dalam pembahasan berikut ini.

8 Cara Mengatasi Depresi Postpartum Setelah Melahirkan

Bagaimana cara mengatasi depresi postpartum?

Melahirkan memang merupakan fase penuh kebahagiaan bagi banyak orang. Namun, perubahan setelah melahirkan juga dapat mengganggu kondisi psikologis ibu.

Salah satu gangguan psikologis pascamelahirkan yang umum terjadi adalah depresi postpartum. Kondisi ini memiliki gejala yang lebih parah daripada baby blues syndrome.

Office on Women’s Health menyebutkan bahwa sekitar 1 di antara 9 ibu yang baru melahirkan mungkin mengalami depresi setelah melahirkan.

Lalu, bagaimana cara mengatasi depresi postpartum? Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda coba.

1. Jauhi hal-hal mengerikan

Depresi postpartum akan membuat Anda menjadi sangat emosional. Tak jarang, Anda mungkin kesulitan mengontrol pikiran dan terjebak dalam imajinasi sendiri. 

Oleh karena itu, penting untuk mengelilingi diri Anda dengan hal-hal positif untuk mencegah pikiran Anda berkelana ke hal-hal buruk.

Sebisa mungkin, kurangi juga paparan informasi yang mengganggu pikiran dan perasaan, seperti berita kriminal, novel misteri, atau film horor.

2. Abaikan komentar negatif

Jangan ragu untuk menjauhi atau setidaknya membatasi hubungan dengan orang-orang yang memberikan komentar negatif setelah Anda melahirkan.

Hal lain yang perlu Anda pahami adalah mengalami depresi atau stres setelah menjadi ibu bukan berarti Anda memiliki mental yang lemah.

3. Jangan membebani diri dengan tugas menumpuk

Anda pasti merasakan bahwa peran baru menjadi ibu menguras energi. Pasalnya, selain menuntaskan pekerjaan kantor dan rumah, Anda perlu mengurus bayi baru lahir.

Dalam kondisi seperti ini, jangan ragu berbagi tanggung jawab dengan orang di sekitar, terutama pasangan. Selama masa nifas, Anda bahkan sebaiknya masih banyak istirahat.

Dalam mengatasi depresi postpartum, menjaga kesehatan dan merawat diri setelah melahirkan tentunya perlu menjadi prioritas dibandingkan pekerjaan rumah tangga.

4. Minta bantuan dari ibu lain yang pernah mengalaminya

melahirkan normal tanpa rasa sakit

Orang yang tidak mengalaminya mungkin sulit memahami bagaimana melahirkan bisa membuat Anda depresi. Padahal, ini adalah hal yang umum terjadi.

Jika Anda merasa tidak dipahami oleh orang di sekitar, cobalah bercerita pada ibu lain yang pernah mengalami kondisi serupa.

Daripada mendengarkan hal-hal yang membuat Anda merasa bersalah, habiskanlah waktu dengan orang-orang yang memahami situasi Anda dan mendukung secara positif. 

5. Tetap aktif bergerak

Menurut American Academy of Family Physicians, aktif bergerak bisa menjadi salah satu cara mengatasi depresi postpartum.

Pasalnya, aktivitas fisik dan berolahraga setelah melahirkan dapat menurunkan hormon stres dan membangkitkan semangat Anda.

Lakukanlah aktivitas fisik yang Anda sukai, terasa ringan, dan menyenangkan, seperti berjalan kaki di taman atau menari.

Cobalah melakukannya secara rutin sekitar 20–30 menit setiap hari sambil merasakan perubahannya.

6. Lakukan kegiatan yang Anda sukai

Apakah Anda suka menyanyi, menonton film, atau membaca buku? Apa pun yang Anda sukai, lakukanlah selama tidak merugikan orang lain.

Jangan merasa bersalah jika Anda merasa membutuhkan me time setelah menjadi ibu. Pasalnya, kegiatan ini justru bisa menjaga kondisi mental Anda.

Cobalah meluangkan waktu di sela-sela aktivitas sehari-hari untuk mengerjakan hal-hal yang Anda sukai.

7. Terima dukungan dari orang-orang terdekat

Dukungan dari orang-orang terdekat akan sangat berguna sebagai cara mengatasi depresi postpartum. Jadi, jangan ragu untuk membicarakan keresahan Anda sebagai ibu baru.

Memendam masalah seorang diri justru bisa membuat Anda semakin terpuruk. Selain itu, sudah sewajarnya Anda mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekat, seperti pasangan, orang tua, dan mertua.

8. Minta bantuan ahli

Jika berbagai cara di atas tidak kunjung memperbaiki kondisi mental Anda, jangan ragu untuk meminta bantuan pada seorang ahli. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas kondisi yang terjadi.

Psikolog akan membantu Anda menggali lebih dalam penyebab depresi postpartum yang Anda alami sehingga bisa memberikan solusi terbaik.

Kesimpulan

  • Supaya stres dan depresi setelah melahirkan tidak memburuk, jauhi hal-hal yang kiranya berpotensi mengganggu kebahagiaan Anda. Jangan takut untuk membatasi interaksi dengan orang yang memberi komentar negatif.
  • Jangan sungkan untuk berbagi tugas mengurus si Kecil dan pekerjaan rumah tangga dengan pasangan atau meminta bantuan orang di sekitar.
  • Sebisa mungkin, tetap luangkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik, seperti jalan santai atau menari. Tugas Anda sebagai ibu juga tidak berarti bahwa Anda tidak boleh me time. Ini justru dibutuhkan untuk mencegah sekaligus mengatasi depresi.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Postpartum Depression Action Plan. (n.d.). Family Doctor.  Retrieved 09 August 2025, from https://familydoctor.org/postpartum-depression-action-plan/

Postpartum Depression Facts. (n.d.). National Institute of Mental Health. Retrieved 09 August 2025, from https://passages-spokane.org/wp-content/uploads/2018/11/Postpartum-Depression.pdf

Postpartum depression. (2023, September 26). Office on Women’s Health. Retrieved 09 August 2025, from https://www.womenshealth.gov/mental-health/mental-health-conditions/postpartum-depression

Postpartum Disorders. (n.d.). | Anxiety & Depression Association of America (ADAA). Retrieved 09 August 2025, from https://adaa.org/find-help-for/women/postpartum-disorders

Versi Terbaru

25/08/2025

Ditulis oleh Indah Fitrah Yani

Ditinjau secara medis oleh Ririn Nur Abdiah Bahar, S.Psi., M.Psi.

Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari


Artikel Terkait

5 Peran Suami Setelah Istri Melahirkan, Sudah Tahu?

10 Hal yang Bisa Dilakukan saat Menghadapi Pasangan Depresi


Ditinjau oleh Ririn Nur Abdiah Bahar, S.Psi., M.Psi. · Psikologi · None · Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Diperbarui 25/08/2025

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan