Seperti Apa Sih Rasa Sakit Saat Melahirkan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Apakah Anda sudah pernah melahirkan? Bagi Anda wanita yang belum pernah melahirkan, pasti Anda bertanya-tanya bagaimana rasa sakit saat melahirkan. Sebagian besar wanita yang sudah pernah melahirkan pasti menjawab sangat sakit. Namun, seberapa sakit sebenarnya?

Apa yang menyebabkan rasa sakit saat melahirkan?

Rahim memiliki banyak otot. Otot ini akan berkontraksi dengan kuat untuk mengeluarkan bayi Anda saat Anda melahirkan. Kontraksi otot rahim ini merupakan sumber utama dari sakit yang Anda rasakan saat melahirkan.

Selain karena kontraksi otot rahim Anda, rasa sakit saat melahirkan juga disebabkan oleh tekanan pada perineum, kandung kemih, dan usus. Hal ini karena kepala bayi terus menekan untuk mencari jalan keluar. Rasa sakit juga diakibatkan karena peregangan pada jalan lahir dan vagina.

Seberapa rasa sakit yang Anda rasakan bergantung pada beberapa faktor, seperti kekuatan kontraksi (yang akan terus meningkat selama persalinan), ukuran bayi Anda, posisi bayi Anda dalam rahim, dan kecepatan Anda dalam melahirkan. Rasa sakit yang Anda rasakan bisa terasa seperti kram di perut, pangkal paha, dan punggung, disertai rasa pegal.

Seperti apa kira-kira rasa sakit saat melahirkan?

Sakit yang dirasakan saat melahirkan mungkin bisa berbeda-beda antar ibu. Bahkan, sakit yang dirasakan ibu saat melahirkan bisa berbeda-beda pula antar kehamilan yang dimilikinya. Hal ini bisa terjadi karena genetik dan pengalaman ibu turut menentukan seberapa besar rasa sakit yang dirasakan. Kemampuan ibu dalam menahan rasa sakit saat melahirkan juga menentukan hal ini. Dukungan sosial saat melahirkan, ketakutan dan kecemasan ibu saat melahirkan juga dapat memengaruhi seberapa besar rasa sakit ibu.

Rasa sakit yang dirasakan saat melahirkan akan datang secara bertahap, mulai dari saat akan melahirkan sampai Anda berhasil melahirkan. Berikut tahapannya:

  • Awal persalinan (selama 8 jam atau lebih). Kontraksi dapat datang setiap 5-20 menit dan berlangsung selama 30-60 detik. Pada saat ini leher rahim Anda mulai terbuka, kira-kira 3-4 cm. Kontraksi bisa datang lebih sering dan menyebabkan rasa sakit yang lebih kuat. Rasa sakit yang Anda rasakan saat ini adalah seperti kram perut saat menstruasi.
  • Saat persalinan (selama 2-8 jam). Kontraksi berlangsung dalam waktu yang lebih lama, lebih kuat, dan lebih sering. Hal ini menyebabkan leher rahim Anda hampir terbuka penuh, sampai 7 cm.
  • Masa transisi (sekitar satu jam). Ini merupakan hal yang paling menyakitkan karena leher rahim Anda hampir menyelesaikan pembukaannya (10 cm) dan bayi Anda mulai bergerak menuju jalan lahir. Kontraksi bisa Anda rasakan lebih sering. Anda juga bisa merasakan nyeri pada punggung, pangkal paha, dan paha, serta merasa mual.
  • Saat Anda mengejan (beberapa menit sampai 3 jam). Rasa sakit yang Anda rasakan mungkin akan kalah dengan rasa ingin mengejan untuk mendorong bayi keluar. Meskipun Anda terus merasa sakit, namun banyak ibu mengatakan bahwa mengejan merupakan sebuah dorongan besar yang dapat membantu mengurangi tekanan. Saat kepala bayi sudah terlihat, Anda mungkin merasakan sensasi panas atau terbakar di sekitar lubang vagina.
  • Saat plasenta keluar (selama 30 menit). Setelah Anda berhasil melahirkan, rasa sakit Anda tidak pergi begitu saja. Anda masih perlu untuk mengeluarkan plasenta yang ada di dalam rahim Anda. Namun, tahap ini relatif mudah dilakukan. Kontraksi dan kram masih dapat Anda rasakan setelah melahirkan. Kontraksi ini memudahkan Anda dalam mengeluarkan plasenta. Mungkin saat ini Anda tidak merasakan sakit yang berarti karena Anda sudah fokus pada bayi Anda yang baru saja lahir.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca