backup og meta
Kategori

2

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

Waspadai 4 Penyebab Bayi Tidak Menangis Saat Lahir

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 21/10/2022

Waspadai 4 Penyebab Bayi Tidak Menangis Saat Lahir

Tangisan bayi adalah hal yang paling ditunggu-tunggu ketika proses persalinan. Ya, pada umumnya bayi akan menangis segera setelah dilahirkan yang menandakan bahwa si kecil telah lahir dengan selamat. Dalam dunia medis, ini menjadi pertanda bahwa organ paru-paru bayi berfungsi dengan baik. Namun, ada beberapa bayi yang justru tidak menangis atau terlambat menangis saat lahir sehingga memerlukan penanganan medis lebih lanjut.

Lantas, apa saja penyebab bayi tidak menangis saat lahir? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kenapa bayi harus menangis saat dilahirkan?

penanganan hipospadia bayi

Bayi normal umumnya akan menangis dalam 30 detik sampai 1 menit pertama kelahirannya.

Saat lahir, bayi akan segera beradaptasi dengan dunia luar dan menghirup udara untuk pertama kalinya. Proses inilah yang memicu respons bayi dengan mengeluarkan suara tangisan.

Saat masih di dalam rahim, bayi mendapatkan oksigen melalui plasenta. Ini karena paru-paru dan organ lainnya masih mengalami perkembangan sampai tahap sempurna hingga bayi lahir.

Selain itu, paru-paru bayi berisi cairan amnion (cairan ketuban) yang melindungi bayi selama di kandungan.

Cairan ketuban terkadang masih tersisa di paru-paru bayi saat tiba waktu kelahiran. Kondisi ini berisiko menyumbat sistem pernapasannya.

Pada kondisi tersebut, tangisan bayi dapat membantu membersihkan lendir yang tersisa di paru-paru untuk memudahkan jalan masuk dan keluarnya oksigen.

Bagaimana jika bayi tidak menangis saat lahir?

Pada beberapa kasus, bayi terlahir tanpa menangis. Hal ini bisa menandakan sejumlah kondisi pada bayi.

Menurut penelitian di jurnal Pediatrics, bayi yang lahir tidak menangis bisa terjadi akibat adanya gangguan pada pernapasan bayi.

Hasil penelitian menunjukan, dari jumlah bayi yang diamati, 5,2% bayi yang tidak menangis juga sudah tidak bernapas saat lahir.

Sementara itu, ada juga bayi yang lahir tidak menangis tapi bernapas. Namun, 9,5% bayi dalam kelompok ini tidak bernapas dalam 1 menit setelah dilahirkan, dan 2% tidak bernapas setelah 5 menit.

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bayi yang tidak menangis saat lahir lebih rentan mengalami gangguan pernapasan dan perlu penanganan khusus, seperti resusitasi pada bayi.

Berbagai penyebab bayi tidak menangis saat lahir yang perlu diwaspadai

kafein untuk bayi prematur

Ada sejumlah kondisi yang bisa menjadi penyebab bayi tidak menangis saat lahir. Bila tidak mendapat penanganan yang tepat, kondisi tersebut bisa berakibat fatal bagi janin.

Maka dari itu, penting untuk waspada jika bayi lahir tidak menangis dan segera mencari tahu penyebabnya.

Berikut beberapa penyebab bayi lahir tidak menangis.

1. Asfiksia

Penyebab bayi tidak menangis saat lahir yang paling umum adalah karena terdapat sumbatan pada saluran napas bayi.

Sumbatan tersebut dapat berupa lendir, cairan ketuban, darah, tinja bayi, maupun lidah yang terdorong ke belakang tenggorokan.

Inilah yang menyebabkan bayi menjadi sulit bernapas sehingga tidak bisa memberikan respons dengan menangis.

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan asfiksia, yaitu saat bayi kekurangan oksigen selama persalinan.

Melansir dari Seattle Children’s, kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.

  • Masalah plasenta.
  • Gangguan pada tali pusat, seperti prolaps tali pusat.
  • Ibu mengalami preeklampsia dan eklampsia.
  • Distosia bahu atau persalinan macet saat mencapai bahu bayi.
  • Anemia pada ibu atau bayi.
  • Infeksi serius pada ibu atau bayi.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) atau tekanan darah rendah (hipotensi) pada ibu.
  • Saluran pernapasan bayi tidak terbentuk sempurna atau tersumbat
  • Asfiksia pada bayi perlu ditangani sesegera mungkin.

    Sebab bila oksigen tidak mencapai otak bayi, maka hal ini akan meningkatkan risiko kecacatan, seperti lumpuh otak (cerebral palsy), autisme, ADHD, kejang, hingga kematian.

    Cara yang biasa dilakukan oleh tim medis adalah dengan membersihkan seluruh tubuh bayi, mulai dari wajah, kepala, dan bagian tubuh lainnya.

    Selain itu, tim medis menepuk-nepuk atau menggosok perut, punggung, dan dada bayi, atau menekan telapak kaki bayi untuk merangsang pernapasan bayi.

    Bila bayi tetap tidak menangis, dokter akan mengisap cairan dari mulut dan hidung bayi menggunakan pipa isap kecil untuk membersihkan sumbatan dan memastikan kedua lubang hidungnya terbuka dengan penuh.

    2. Lahir prematur

    Bayi lahir prematur menjadi salah satu penyebab bayi tidak menangis saat lahir.

    Pasalnya, organ paru-paru pada bayi prematur belum berkembang secara sempurna layaknya bayi yang lahir cukup bulan.

    Hal ini disebabkan karena surfaktan (zat pelindung paru-paru) tidak berkembang secara sempurna. Akibatnya, bayi prematur cencerung mengalami gangguan pernapasan saat lahir.

    3. Air ketuban hijau

    Normalnya, air ketuban berwarna bening. Pada beberapa kondisi, janin dalam kandungan terkadang meminum air ketuban tanpa disadari.

    Hal ini sebenarnya tidak berbahaya jika air ketuban tersebut dalam kondisi normal.

    Lain halnya bila air ketuban mengalami perubahan warna menjadi hijau.

    Air ketuban bisa berubah warna menjadi hijau karena adanya campuran zat-zat lain di dalamnya, salah satunya bercampur dengan mekonium atau feses pertama bayi di dalam kandungan.

    Usus bayi dalam kandungan dapat secara refleks melepaskan mekonium ke dalam cairan ketuban.

    Bila air ketuban hijau tersebut diminum oleh bayi, maka ini akan menginfeksi paru-paru bayi dan memicu peradangan.

    Akibatnya, bayi mengalami kesulitan bernapas dan kemudian sulit menangis menangis saat lahir.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 21/10/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan