Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ada Bayi Kembar yang Lahir Beda Hari, Kok Bisa?

Ada Bayi Kembar yang Lahir Beda Hari, Kok Bisa?

Kelahiran bayi kembar biasanya hanya terpaut beberapa menit atau mungkin beberapa jam, tergantung dari proses persalinannya itu sendiri. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga bayi kembar lahir beda hari — bahkan beda bulan!

Bayi kembar lahir beda hari, kok bisa?

Meski tidak terlalu umum, bayi kembar lahir beda hari bisa saja terjadi. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya masalah tertentu selama masa kehamilan yang membuat salah satu bayi harus dilahirkan lebih dulu (prematur) daripada kembarannya.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Gynecology & Obstetrics, komplikasi kehamilan yang berisiko menyebabkan bayi kembar lahir beda hari adalah:

  • Lapisan yang melindungi bayi sobek
  • Leher rahim lemah/tidak kuat
  • Preeklampsia yang sangat parah
  • Cairan ketuban tidak normal (terinfeksi)

Komplikasi kehamilan yang disebut twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS) juga bisa merisikokan salah satu bayi harus dilahirkan duluan karena berhenti tumbuh.

Ada banyak lagi kemungkinan penyebab lainnya yang membuat bayi kembar lahir beda hari, namun para ahli masih harus menelitinya lebih lanjut. Selain itu, semakin banyak bayi kembar yang ada di kandungan, maka semakin mungkin hal ini terjadi.

Apa yang harus dilakukan bila hal ini terjadi? apakah bayi lainnya baik-baik saja?

Persalinan prematur dilakukan untuk menyelamatkan salah satu bayi yang paling berisiko. Hal ini bertujuan untuk mencegah kondisinya semakin parah dan pada akhirnya berhenti tumbuh dalam kandungan.

Sementara itu, jika kembarannya memang dalam keadaan sehat, maka dokter akan membiarkannya tetap tumbuh di dalam rahim. Tentu saja dokter akan memeriksa langkah apa yang terbaik untuk menyelamatkan bayi-bayi Anda.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Facts Views Vis Obgyn menyatakan bahwa melahirkan salah satu kembar duluan atas dasar risiko komplikasi kehamilan dapat menyelamatkan nyawa bayi bayi lainnya. Bayi Anda yang masih di dalam rahim bisa tumbuh dengan baik dan mengalami perkembangan yang lebih pesat ketimbang bayi yang sudah lahir.

Apakah kelahiran beda hari ini dapat dicegah?

Untuk mencegah bayi kembar lahir beda hari, bahkan bulan, Anda harus menghindari berbagai hal yang dapat mengganggu kehamilan. Menjaga kehamilan kembar membutuhkan makanan dan nutrisi yang lebih banyak ketimbang hanya hamil satu anak. Jangan lupa juga untuk berolahraga, setelah mendiskusikannya dengan dokter dan disesuaikan dengan kemampuan Anda.

Hal terpenting adalah memeriksa kandungan secara rutin ke dokter, sehingga Anda tahu seberapa baik perkembangan calon bayi-bayi Anda.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Verywell. (2018). How Can Twins with Different Birthdays Be Possible?. [online] Available at: https://www.verywell.com/can-twins-have-different-birthdays-2447129  [Accessed 28 Jan. 2018].

Tran PL, Desveaux C, Barau G, Iacobelli S, Boukerrou M (2015) Delayed- Interval Delivery in Multifetal Pregnancy: A Review and Guidelines for Management. Gynecol Obstet (Sunnyvale) 5:333. doi: 10.4172/2161-0932.1000333

S Feys, Y. (2016). Delayed-interval delivery can save the second twin: evidence from a systematic review. Facts, Views & Vision in ObGyn, [online] 8(4), p.223. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5303700/  [Accessed 28 Jan. 2018].

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus