Kelahiran Prematur Lebih Mungkin Bila Anak Sebelumnya Juga Prematur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/03/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Memiliki pengalaman melahirkan bayi prematur tentu memberikan tantangan secara fisik dan emosional bagi para ibu. Jadi, wajar saja bila Anda bertanya-tanya dan cemas saat merencanakan kehamilan selanjutnya, apakah nanti mengulang hal yang sama atau tidak. Faktanya, ibu yang memiliki riwayat melahirkan bayi prematur berisiko mengalami kelahiran prematur lagi. Lantas, apa penyebabnya dan apakah bisa dicegah? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu kelahiran prematur?

Bayi lahir prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu atau lebih dari 3 minggu sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Hal ini dapat disebabkan oleh adanya masalah pada kesehatan ibu, contohnya diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Meski demikian, penyebab utama persalinan prematur masih belum diketahui secara pasti.

Beberapa masalah kehamilan juga dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, di antaranya:

  • Inkompetensi serviks (mulut rahim lemah)
  • Serviks terlalu pendek (kurang dari 25 milimeter)
  • Infeksi, baik itu infeksi saluran kemih atau infeksi pada membran amnion
  • Gizi buruk sebelum atau selama kehamilan
  • Preeklampsia
  • Plasenta previa
  • Ketuban pecah dini (KPD)
  • Usia ibu, baik terlalu muda atau terlalu tua
  • Jarak kehamilan terlalu pendek
  • Riwayat persalinan prematur sebelumnya

Lantas, apa yang menyebabkan kelahiran prematur berulang?

Riwayat persalinan prematur merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk melahirkan bayi prematur lainnya. Ya, memang benar bahwa ibu bisa saja mengalami persalinan prematur pada kehamilan selanjutnya.

Dilansir dari laman Very Well, ibu yang sudah satu kali melahirkan prematur punya risiko 15 persen melahirkan bayi prematur lagi. Sementara itu, ibu yang memiliki dua bayi prematur punya risiko 40 persen untuk kembali melahirkan bayi prematur. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan banyaknya jumlah persalinan prematur yang telah dilalui. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, persalinan prematur dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik karena masalah medis atau kondisi fisik ibu. Penyebab tersebut tentunya ada yang bisa dicegah dan tidak. Contoh penyebab yang bisa dicegah dan diobati misalnya masalah infeksi, mulut rahim lemah, preeklampsia, dan plasenta previa. Bila masalah kesehatan ini tidak segera diobati hingga tuntas, maka hal ini dapat memberikan peluang terjadinya persalinan prematur pada kehamilan selanjutnya.

Apakah kelahiran prematur berulang bisa dicegah?

Sayangnya, ilmu kedokteran belum menemukan cara yang 100 persen mampu mencegah persalinan prematur. Namun jangan putus asa dulu, sejumlah penelitian telah menemukan cara mendeteksi dan mencegah kemungkinan persalinan prematur. Jadi, Anda masih memiliki peluang untuk melahirkan secara normal dan memiliki bayi yang sehat dan sempurna.

Ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah kemungkinan persalinan prematur berikutnya:

  1. Deteksi kehamilan. Penemuan terbaru berupa USG serviks telah menyumbang manfaat besar dalam mendeteksi tanda-tanda awal persalinan prematur. Prosedur ini dapat dilakukan sejak awal usia kehamilan 16 minggu. Di samping itu, perlu didukung juga dengan pemeriksaan darah dan cairan vagina ibu untuk memberikan hasil prediksi yang lebih akurat.
  2. Suntik hormon progesteron. Suntikan hormon progesteron mingguan dapat membantu mencegah kelahiran prematur pada ibu dengan riwayat satu kelahiran prematur. Suntikan biasanya dimulai antara minggu ke-16 dan ke-20 usia kehamilan, kemudian berlanjut hingga 37 minggu.
  3. Pencegahan dengan cerclage. Cerclage adalah prosedur jahitan untuk menutup leher rahim Anda agar bayi tidak lahir terlalu dini. Studi menunjukkan bahwa prosedur ini bermanfaat untuk mencegah kelahiran prematur pada wanita yang memiliki riwayat satu kali melahirkan prematur.
  4. Istirahat yang cukup dan pemberian obat-obatan. Ibu hamil yang sehat pun sudah pasti dianjurkan untuk istirahat yang cukup dan menghindari kelelahan. Nah, sama halnya untuk ibu yang ingin menurunkan risiko kelahiran prematur berulang. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar dampaknya terhadap mencegah kelahiran prematur.

Segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran terbaik guna menurunkan risiko dan mencegah kelahiran prematur berulang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Melahirkan di Rumah Sakit Saat Pandemi COVID-19, Apa Saja yang Harus Disiapkan?

Saat pandemi COVID-19, ibu hamil perlu mengikuti prosedur tindakan pencegahan sampai proses melahirkan selesai. Apa saja yang perlu siapkan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/05/2020 . 5 menit baca

Aturan Imunisasi untuk Bayi Prematur Ini Penting Diketahui

Bayi prematur cenderung lemah dengan berat badan rendah. Apakah bayi prematur perlu mendapat imunisasi? Kapan imunisasi tersebut dapat dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Anak, Parenting 02/05/2020 . 8 menit baca

Ini Cara Menyusui Bayi Prematur Agar Pertumbuhannya Optimal

Bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak dari bayi yang lahir secara normal. Sebaiknya Anda mengikuti cara menyusui bayi prematur ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Bayi, Parenting, Menyusui 06/01/2020 . 7 menit baca

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Melahirkan, Kehamilan 16/12/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . 4 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
asi tidak keluar

Penyebab dan Cara Mengatasi ASI yang Tidak Keluar Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . 10 menit baca

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 8 menit baca