Kelahiran Prematur Lebih Mungkin Bila Anak Sebelumnya Juga Prematur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki pengalaman melahirkan bayi prematur tentu memberikan tantangan secara fisik dan emosional bagi para ibu. Jadi, wajar saja bila Anda bertanya-tanya dan cemas saat merencanakan kehamilan selanjutnya, apakah nanti mengulang hal yang sama atau tidak. Faktanya, ibu yang memiliki riwayat melahirkan bayi prematur berisiko mengalami kelahiran prematur lagi. Lantas, apa penyebabnya dan apakah bisa dicegah? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu kelahiran prematur?

Bayi lahir prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu atau lebih dari 3 minggu sebelum hari perkiraan lahir (HPL). Hal ini dapat disebabkan oleh adanya masalah pada kesehatan ibu, contohnya diabetes, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Meski demikian, penyebab utama persalinan prematur masih belum diketahui secara pasti.

Beberapa masalah kehamilan juga dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, di antaranya:

  • Inkompetensi serviks (mulut rahim lemah)
  • Serviks terlalu pendek (kurang dari 25 milimeter)
  • Infeksi, baik itu infeksi saluran kemih atau infeksi pada membran amnion
  • Gizi buruk sebelum atau selama kehamilan
  • Preeklampsia
  • Plasenta previa
  • Ketuban pecah dini (KPD)
  • Usia ibu, baik terlalu muda atau terlalu tua
  • Jarak kehamilan terlalu pendek
  • Riwayat persalinan prematur sebelumnya

Lantas, apa yang menyebabkan kelahiran prematur berulang?

Riwayat persalinan prematur merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk melahirkan bayi prematur lainnya. Ya, memang benar bahwa ibu bisa saja mengalami persalinan prematur pada kehamilan selanjutnya.

Dilansir dari laman Very Well, ibu yang sudah satu kali melahirkan prematur punya risiko 15 persen melahirkan bayi prematur lagi. Sementara itu, ibu yang memiliki dua bayi prematur punya risiko 40 persen untuk kembali melahirkan bayi prematur. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan banyaknya jumlah persalinan prematur yang telah dilalui. 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, persalinan prematur dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik karena masalah medis atau kondisi fisik ibu. Penyebab tersebut tentunya ada yang bisa dicegah dan tidak. Contoh penyebab yang bisa dicegah dan diobati misalnya masalah infeksi, mulut rahim lemah, preeklampsia, dan plasenta previa. Bila masalah kesehatan ini tidak segera diobati hingga tuntas, maka hal ini dapat memberikan peluang terjadinya persalinan prematur pada kehamilan selanjutnya.

Apakah kelahiran prematur berulang bisa dicegah?

Sayangnya, ilmu kedokteran belum menemukan cara yang 100 persen mampu mencegah persalinan prematur. Namun jangan putus asa dulu, sejumlah penelitian telah menemukan cara mendeteksi dan mencegah kemungkinan persalinan prematur. Jadi, Anda masih memiliki peluang untuk melahirkan secara normal dan memiliki bayi yang sehat dan sempurna.

Ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah kemungkinan persalinan prematur berikutnya:

  1. Deteksi kehamilan. Penemuan terbaru berupa USG serviks telah menyumbang manfaat besar dalam mendeteksi tanda-tanda awal persalinan prematur. Prosedur ini dapat dilakukan sejak awal usia kehamilan 16 minggu. Di samping itu, perlu didukung juga dengan pemeriksaan darah dan cairan vagina ibu untuk memberikan hasil prediksi yang lebih akurat.
  2. Suntik hormon progesteron. Suntikan hormon progesteron mingguan dapat membantu mencegah kelahiran prematur pada ibu dengan riwayat satu kelahiran prematur. Suntikan biasanya dimulai antara minggu ke-16 dan ke-20 usia kehamilan, kemudian berlanjut hingga 37 minggu.
  3. Pencegahan dengan cerclage. Cerclage adalah prosedur jahitan untuk menutup leher rahim Anda agar bayi tidak lahir terlalu dini. Studi menunjukkan bahwa prosedur ini bermanfaat untuk mencegah kelahiran prematur pada wanita yang memiliki riwayat satu kali melahirkan prematur.
  4. Istirahat yang cukup dan pemberian obat-obatan. Ibu hamil yang sehat pun sudah pasti dianjurkan untuk istirahat yang cukup dan menghindari kelelahan. Nah, sama halnya untuk ibu yang ingin menurunkan risiko kelahiran prematur berulang. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa besar dampaknya terhadap mencegah kelahiran prematur.

Segera konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran terbaik guna menurunkan risiko dan mencegah kelahiran prematur berulang.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Aborsi, Prosedur Medis untuk Menggugurkan Kandungan

Ada berbagai pertimbangan sebelum dokter melakukan aborsi. Apalagi, ini adalah keputusan yang cukup berat dilakukan. Simak dulu penjelasannya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 8 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Bukan Hanya Kelahiran Prematur, Ini Kondisi Bayi Lainnya yang Perlu Dirawat di Inkubator

Inkubator bayi umumnya dipakai saat baru lahir. Namun, tak semua bayi baru lahir perlu inkubator, lho! Sudah tahukah fungsi dan alasan bayi dirawat di inkubator?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 5 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Kenali 5 Tanda-Tanda Bayi Akan Lahir Dalam Waktu Dekat

Sekitar 1-4 minggu sebelum persalinan, Anda akan mulai merasakan sejumlah perubahan tubuh yang menjadi tanda bayi akan lahir dalam waktu dekat. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Persiapan Melahirkan, Melahirkan, Kehamilan 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

12 Gerakan Senam Hamil yang Mudah agar Persalinan Lancar

Selain meringankan nyeri punggung, senam atau yoga saat hamil berikut ini juga bisa membantu meregangkan panggul Anda menjelang persalinan. Apa saja gerakannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susah bab setelah melahirkan normal

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
hamil tua tapi belum kontraksi

Sudah Masuk Usia Hamil Tua, Tapi Kok Belum Kontraksi? Apakah Perlu Cemas?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mitos induksi

5 “Fakta” Tentang Induksi Persalinan Alami yang Sering Bikin Salah Paham

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
resusitasi bayi

Mengenal Resusitasi, Pertolongan Pertama pada Bayi Baru Lahir yang Sulit Bernapas

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit