Antara Pitocin dan Misoprostol: Mana Obat Induksi Persalinan yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Induksi kadang diperlukan untuk beberapa ibu yang tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda melahirkan meski waktunya sudah tiba. Induksi persalinan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan obat. Ada beberapa obat yang biasa digunakan untuk merangsang kontraksi rahim, yaitu pitocin dan misoprostol. Mari kupas satu per satu dari dua pilihan obat induksi persalinan ini.

Perbandingan cara kerja obat induksi persalinan

Jika kondisi leher rahim belum mulai melunak, menipis, atau membuka, artinya tubuh Anda belum siap untuk melahirkan. Di sinilah peran obat induksi dimulai. Pada dasarnya, baik pitocin dan misoprostol berfungsi untuk merangsang proses persalinan agar segera terjadi. Yang membedakan adalah cara kerja dan efektivitas masing-masing obat.

Cara kerja pitocin

Pitocin sebenarnya adalah versi sintetis dari hormon oksitosin yang diproduksi secara alami dalam tubuh. Pitocin digunakan untuk melebarkan leher rahim, juga untuk merangsang atau meningkatkan kontraksi rahim.

Dokter akan memberikan pitosin melalui cairan infus dalam dosis rendah. Berapa banyak jumlah pitosin yang diperlukan akan disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Pasokan tambahan oksitosin ini akan mempercepat kelahiran bayi dengan memicu refleks keluarnya janin dan memudahkannya turun melalui jalur lahir.

Cara kerja misoprostol

Misoprostol adalah obat induksi persalinan yang bertindak seperti hormon prostaglandin alami. Misoprostol bekerja untuk membuat leher rahim menipis atau terbuka, sekaligus merangsang kontraksi persalinan.

Obat ini juga dapat diberikan sebagai langkah pertolongan pertama saat leher rahim mengalami sobekan atau perdarahan parah setelah persalinan.

Misoprostol diberikan dokter dengan cara memasukkan obat ke dalam vagina Anda, atau diberikan pada Anda untuk diminum langsung.Namun, misoprostol yang diberikan lewat vagina lebih efektif untuk mematangkan serviks dan mempercepat kelahiran bayi dibandingkan yang dikonsumsi secara oral. Untuk induksi persalinan, dosis yang digunakan adalah 25 mcg lewat vagina setiap 4 sampai 6 jam.

Mana yang bekerja lebih cepat?

Dri 5.400 wanita yang diuji secara acak, lebih dari 45 orang lebih efektif menggunakan misoprostol yang dimasukkan lewat vagina ketimbang oksitosin. Kondisi ini dilihat dari pengaruhnya terhadap kelahiran dalam waktu 24 jam.

Tingkat persalinan sesar dengan misoprostol vagina juga lebih rendah dibandingkan dengan pemberian oksitosin saja. Namun, belum bisa dipastikan apakah misoprostol terbukti sebagai obat yang paling efektif dalam induksi persalinan.

Mana yang lebih efektif mengurangi rasa sakit?

Secara garis besar, kedua obat induksi persalinan ini sama-sama membantu merangsang kontraksi rahim. Namun oksitosin adalah obat yang lebih efektif untuk membantu mengurangi rasa sakit melahirkan. Penggunaan oksitosin dalam persalinan akan memicu tubuh untuk melepaskan endorfin. Endorfin merupakan hormon penghilang rasa sakit alami, yang dapat membantu Anda untuk mengatasi rasa sakit saat kontraksi.

Ketika Anda menggunakan misoprostol, efek yang seringkali terjadi ialah adanya kelainan kontraksi uterus seperti sindrom hypertonus (kontraksi otot rahim berlebih) dan hiperstimulasi (kontraksi yang berlangsung lebih lama dari 90 detik atau lebih dari lima kontraksi dalam 10 menit).

Kejadian hiperstimulasi tergantung pada dosis misoprostol dan frekuensi pemberiannya. Efek seperti mual, muntah bisa saja terjadi namun cukup jarang. Komplikasi penggunaan misoprostol meliputi robeknya rahim yang diakibatkan kontraksi yang terlalu kuat dan lama hingga kematian janin. Namun, angka terjadinya komplikasi terbilang rendah.

Jika dibandingkan dengan oksitosin, pemberian misoprotol lebih memberi efek yang menyakitkan. Namun biasanya hal ini dapat diatasi dengan mengubah posisi tidur ibu dan pemberian oksigen dengan masker wajah.

Oksitosin membantu membangun ikatan batin antara ibu dan bayi

Oksitosin juga dikenal sebagai hormon cinta. Itu sebabnya kadar oksitosin tinggi dalam tubuh akan membantu ibu membangun ikatan batin dengan anaknya yang baru lahir. Sementara itu, misoprostol justru menghambat pelepasan hormon oksitosin alami yang dapat mengganggu proses ini. Pasalnya, misoprostol tidak bekerja sampai ke otak seperti oksitosin alami.

Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan obat induksi persalinan, konsultasikan dulu dengan dokter Anda untuk mengetahui manfaat dan risikonya untuk kondisi Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Operasi pengangkatan fibroid rahim (miomektomi) memang tidak mengangkat rahim sepenuhnya. Akan tetapi, masih bisakah melahirkan normal setelah miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Persalinan, Melahirkan, Kehamilan 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Menghitung Hari Perkiraan Lahir untuk Kehamilan IVF (Bayi Tabung)

Setiap kehamilan pasti punya tanggal HPL. Apabila hamil lewat bayi tabung atau IVF, bagaimana cara menghitung hari perkiraan lahir yang benar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Persiapan Melahirkan, Melahirkan, Kehamilan 16 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda tanda mau melahirkan tanda-tanda persalinan

10 Tanda-Tanda yang Muncul Ketika Anda Akan Melahirkan dalam Waktu Dekat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
melahirkan bayi besar

Melahirkan Bayi Besar: Lebih Baik Normal Atau Caesar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa Akibatnya Jika Ibu Mengandung Bayi Besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
bayi prematur bertahan hidup

Seberapa Besar Kemungkinan Bayi Prematur Bertahan Hidup?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 3 menit