Benarkah Melahirkan Normal Lebih Sakit Daripada Caesar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terdapat dua pilihan yang bisa Anda pakai untuk melahirkan bayi Anda, melahirkan normal atau dengan cara caesar. Melahirkan dengan cara operasi caesar biasanya direkomendasikan untuk ibu hamil yang mempunyai risiko tinggi jika ia melahirkan normal. Seperti, pada ibu hamil yang mempunyai bayi kembar atau yang mempunyai kondisi medis, misalnya diabetes atau tekanan darah tinggi. Namun, beberapa ibu hamil yang sehat juga kadang memilih operasi caesar dengan alasan tidak ingin merasakan sakit saat melahirkan. Tapi, apa benar operasi caesar lebih tidak sakit dibandingkan dengan melahirkan normal?

Rasa sakit saat melahirkan caesar vs melahirkan normal

Jika Anda lebih memilih untuk melahirkan dengan cara operasi caesar karena Anda tidak ingin merasakan sakit, mungkin pilihan Anda ini adalah salah. Saat Anda menjalani operasi caesar, mungkin Anda tidak merasakan sakit pada daerah sekitar perut Anda yang dibedah karena Anda telah disuntik obat bius sebelumnya. Berbeda dengan pada saat Anda melahirkan normal, di mana Anda dalam kondisi sadar sepenuhnya dan juga ikut berusaha mengeluarkan bayi, sehingga Anda bisa merasakan sakit.

Namun, bagaimana setelah Anda menjalani operasi caesar? Anda akan mengalami rasa sakit setelah operasi caesar dan mungkin bisa berlangsung lebih lama daripada melahirkan normal. Ingat, operasi caesar merupakan salah satu operasi besar yang melibatkan pembedahan pada perut ibu hamil. Oleh karena itu, jangan heran jika proses pemulihan setelah operasi caesar bisa berlangsung lebih lama daripada Anda melahirkan normal. Luka bekas sayatan operasi Anda membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk pulih dan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Sedangkan, jika Anda melahirkan normal, Anda hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk pulih. Jadi, lebih pilih yang mana?

Komplikasi melahirkan caesar vs melahirkan normal

Saat Anda melahirkan normal, Anda mempunyai risiko mengalami vagina robek sehingga perlu dijahit. Hal ini mungkin menyebabkan kelemahan atau cedera pada otot panggul Anda yang mengontrol keluarnya urin dan fungsi usus besar. Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa ibu hamil yang melahirkan normal lebih mungkin untuk mengalami masalah pada usus besar atau mengalami inkontinensia urin dibandingkan dengan yang melahirkan caesar. Ibu yang melahirkan normal juga mungkin akan mempunyai pengalaman urin bocor (ngompol) saat batuk, bersin, atau  tertawa.

Namun dalam beberapa situasi, operasi caesar juga dapat memberi risiko tambahan bagi ibu hamil dibandingkan dengan melahirkan normal. Bahkan, risiko dari operasi caesar bisa lebih membahayakan dibandingkan dengan melahirkan normal. Peningkatan risiko kehilangan darah dan infeksi bisa lebih besar saat Anda melahirkan caesar dibandingkan normal. Organ dalam Anda, seperti usus dan kandung kemih dapat terluka selama operasi.

Selain itu, sebuah penelitian di Prancis juga menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan caesar mempunyai kemungkinan tiga kali lebih besar untuk meninggal daripada ibu yang melahirkan normal. Hal ini bisa terjadi karena peningkatan risiko penggumpalan darah, infeksi, dan komplikasi karena suntikan obat bius (anestesi).

Ditambah lagi, setelah ibu hamil melahirkan caesar, kemungkinan ia akan melahirkan caesar lagi di kehamilan selanjutnya juga lebih besar. Komplikasi kelainan plasenta pada kehamilan selanjutnya juga lebih besar ketika ibu semakin banyak memiliki operasi caesar.

Kesimpulan

Jadi, jika Anda bisa melahirkan normal, mengapa Anda memilih untuk melahirkan dengan cara caesar? Alih-alih ingin menghindari rasa sakit sehingga memilih caesar, namun caesar justru dapat menyebabkan Anda merasakan sakit lebih lama dibandingkan melahirkan normal. Selain itu, caesar juga lebih berisiko dibandingkan dengan melahirkan normal.

Melahirkan dengan cara normal merupakan suatu proses yang alami, tentunya ini lebih aman daripada caesar. Tidak hanya untuk kehamilan Anda yang sekarang, tetapi juga untuk kehamilan Anda selanjutnya.  Selain itu, melahirkan normal juga lebih baik untuk kesuburan Anda kelak.

BACA JUGA:

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Dulu Setelah Melahirkan

    Mungkin Anda berpikir Anda bisa bebas makan apa saja setelah melahirkan. Tapi jangan salah, masih ada pantangan makan setelah melahirkan. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Melahirkan, Kehamilan 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Melahirkan Bukan Penghalang Keintiman Seks, Kok! Ketahui Berbagai Informasinya

    Keintiman melakukan hubungan seks tidak akan hilang setelah melahirkan, kok. Agar tetap nyaman, ketahui dulu berbagai informasinya di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 5 Agustus 2020 . Waktu baca 11 menit

    Mengenal Gentle Birth, Metode untuk Mengurangi Rasa Sakit Saat Melahirkan

    Gentle birth adalah metode melahirkan yang kerap digunakan karena keuntungannya. Benarkah melahirkan dengan gentle birth lebih minim sakit?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Melahirkan, Kehamilan 23 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat metode kangguru untuk bayi prematur dan berat lahir rendah

    Metode Kangguru untuk Bayi Prematur atau Berat Lahir Rendah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    Konten Bersponsor
    potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar

    Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    darah tinggi setelah melahirkan

    Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
    melahirkan normal tanpa rasa sakit

    Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit